Gak banyak hal sih yang didapat untuk sebulan terakhir ini. yah, mungkin cuman sekedar kisah tanggal tua dan tanggal muda. maklum sekarang jadi anak kosan.
Apa sih yang sudah dilalui dalam sebulan ini?
sibuk. iya, kesibukan benar-benar terasa dalam sebulan terakhir ini. saat liburan akhir semester tiba, bukannya pulang kampung atau bisa tidur dengan puas dikamar kos, hasilnya malah harus hampir tiap hari datang kekampus. ngapain?. nampang doang ...
GAK! adanya pembinaan ini dan itu, ikut kegiatan organisasi ini dan itu.
menjadi seorang mahasiswa yang aktif dalam segala kegiatan yang ada dikampus ternyata sangat melelahkan. lelah.
belum juga tiba untuk menghadapi kuliah disemester yang baru, namun sudah merasa letih. semangat kuliahpun berkurang. ini sangat berbahaya.
singkat saja. sekarang kuliah semester baru telah dimulai dan seperti yang telah ku duga. iya... malas dan lelah. terlalu sibuk dengan banyak kegiatan-kegiatan organisasi yang ku ikuti juga pembinaan ini dan itu yang telah kujalani sebelum berlangsungnya kuliah benar-benar menguras tenaga, baik mental maupun stamina.
alhasil apa yang harus ku putuskan saat ini?
yahh.. saat melihat suatu kalimat konsep kebebasan. akhirnya aku tau apa yang harus dilakukan. bebaskan diri dari segala kepenatan, fokuskan pada kuliah saja, mungkin beberapa kegiatan organisasi ini dan itu dikurangi, cukup nikmati saja kuliah ini dan lakukan hal yang lebih baik kedepan lagi baik dalam study, hidup dan prinsip.
"I stand at the front line to protect my freedom" -- The Front Of Armament.
Hidupilah hidupmu, fly like a bird!.
Persepsiku dan Duniaku
Inilah duniaku, tempat sedikit dari konsep pemikiranku dan bagian diriku yang dituangkan dalam bentuk tulisan. Selamat datang diduniaku, persepsiku, imajinasiku dan seniku.
Jumat, 06 Maret 2015
Kamis, 29 Januari 2015
Lumayan Greget
"heng, minta nomor" pesan singkat dikirimkan seseorang di BBMku.
"nomor?, maksudnya??" jawabku dengan penuh kebingungan sambil terus membaca ulang teks yang dikirimkan tersebut, kali aja ada makna lain yang implicit dipesan tersebut yang harus kupecahkan seperti di film-film detective yang banyak tetangga tonton.
"iya, nomor hp" jawabnya lagi dengan sangat padat dan ngambang.
"nomor?, nomor hp siapa?" tanyaku kembali yang makin bingung dengan datangnya pesan absurd ini padaku.
"Hengkylahh.." jawabnya lagi.
"buat apaan?" tanyaku lagi ... dan kemudian kembali membalas dengan memberikan nomor ponselku padanya.
..
"Oke, makasih.." balasnya..
"Hengky bisa minta tolong gak??.. plissss bangeeettt" lanjutnya lagi...
"apaan?"
"punya baygon gak?"
"hah, baygon?? buat apaan???"
aku makin tegang memperhatikan layar hp kali aja ada balasannya lagi.. sungguh ini malam yang aneh, di pukul 23.30 mendapar pesan absurd yang berisi pertanyaan berhubungan dengan baygon?. awalnya nomor hp sekarang baygon?? apa ini?? "jangan-jangan...." batinku mulai menerka-nerka beribu-ribu hal absurd yang berhubungan dengan baygon, misalnya saja ia (sipengirim pesan) mau bunuh diri dengan baygon, lalu meninggal dengan mengenaskan... polisi yang mengecak kejadian tersebut akan mngecek hpnya dan ternyata disana terdapat percakapanku dengannya disertai nomor ponselku.. "jangan-jangan....." batinku makin mengkhayalkan hal-hal yang aneh... TIDAAAAAKKKKK!
Tung!!
Hpku berbunyi kembali... kucek dengan cepat..
"iya, bantuin doang kalau punya baygon... lagi dlm masalah besar nih heng... bantuin dong.." balasnya lagi dengan aneh, membuatku makin takut saja melanjutkan percakapan ini... jangan-jangan...
"gak ada, emang buat apaan?" balasku dengan cepat untuk memeastikan apa sebenarnya motifnya menghubungiku dan meminta nomor ponselku..
"KECOAKKKK HENGG!!! BANTUINNNNNN!!"
seketika ku melihat balasannya, ingin rasanya ku banting hp kreditanku kelantai kamar kosan, namun takut lantainya retak lagi... Huuhhh hanya bisa menghela nafas melihat jawabannya, kalau itu semua untuk kecoa kenapa gak dibilang dari awal.. dasar sial..
dimalam itu salah seorang temanku sedang diserang kosannya oleh segerombolan kecoa, itulah mengapa ia menghubungiku dan meminta nomor ponselku untuk ditelpon juga agar lebih leluasa menjelaskan kondisinya lewat telpon.
karena aku dikenal sebagai pria sejati yang ga punya fobia makanya ia menghubungiku untuk datang ke kosannya malam itu untuk membasmi kecoa (iya, kecoa) kebayang dah aku sudah lagaknya pahlawan super yang menolong orang tengah malam saat orang sedang kesusahan.. tapi kronisnya ini hanya soal kecoa (sekali lagi, kecoa..)
singkat cerita, kosannya kudatangi dengan tubuh baja berlapiskan adrenalin murni, bermata api jurus pengguncang langit dan bumi, semua kecoa dikosannya kuhajar habis dan selesai. (iya, udah gitu doang... capek tau kalo ngetik panjang lebar).
kamar temanku ini sangat kotor, wajar kalau kecoa ada dimana-mana, padahal ia seorang cewek.. tapi usus bertebaran dimana-mana.. terlebih didalam kamar mandinya, usus-usus beterbangan dengan bebas, pantas saja kecoa suka menghinggapinya, aku curiga usus-usus tersebutlah yang mengundang para kecoa untuk tinggal dikamarnya.
*Usus : kata slank versi ana untuk Pakaian dalam wanita :v
kejadiannya biasa aja, namun penyampaian dianya tentang petaka 'kecoa' tersebut sempat membuatku panik dalam keabsurd-an dan kebingungan... tapi, lumayan gregetlah.. asal jangan diulangi lagi .
(udah mas, iya udah... jangan dibaca lagi...) udah...
udah selesai mas, jangan dibaca lagi :3
"nomor?, maksudnya??" jawabku dengan penuh kebingungan sambil terus membaca ulang teks yang dikirimkan tersebut, kali aja ada makna lain yang implicit dipesan tersebut yang harus kupecahkan seperti di film-film detective yang banyak tetangga tonton.
"iya, nomor hp" jawabnya lagi dengan sangat padat dan ngambang.
"nomor?, nomor hp siapa?" tanyaku kembali yang makin bingung dengan datangnya pesan absurd ini padaku.
"Hengkylahh.." jawabnya lagi.
"buat apaan?" tanyaku lagi ... dan kemudian kembali membalas dengan memberikan nomor ponselku padanya.
..
"Oke, makasih.." balasnya..
"Hengky bisa minta tolong gak??.. plissss bangeeettt" lanjutnya lagi...
"apaan?"
"punya baygon gak?"
"hah, baygon?? buat apaan???"
aku makin tegang memperhatikan layar hp kali aja ada balasannya lagi.. sungguh ini malam yang aneh, di pukul 23.30 mendapar pesan absurd yang berisi pertanyaan berhubungan dengan baygon?. awalnya nomor hp sekarang baygon?? apa ini?? "jangan-jangan...." batinku mulai menerka-nerka beribu-ribu hal absurd yang berhubungan dengan baygon, misalnya saja ia (sipengirim pesan) mau bunuh diri dengan baygon, lalu meninggal dengan mengenaskan... polisi yang mengecak kejadian tersebut akan mngecek hpnya dan ternyata disana terdapat percakapanku dengannya disertai nomor ponselku.. "jangan-jangan....." batinku makin mengkhayalkan hal-hal yang aneh... TIDAAAAAKKKKK!
Tung!!
Hpku berbunyi kembali... kucek dengan cepat..
"iya, bantuin doang kalau punya baygon... lagi dlm masalah besar nih heng... bantuin dong.." balasnya lagi dengan aneh, membuatku makin takut saja melanjutkan percakapan ini... jangan-jangan...
"gak ada, emang buat apaan?" balasku dengan cepat untuk memeastikan apa sebenarnya motifnya menghubungiku dan meminta nomor ponselku..
"KECOAKKKK HENGG!!! BANTUINNNNNN!!"
seketika ku melihat balasannya, ingin rasanya ku banting hp kreditanku kelantai kamar kosan, namun takut lantainya retak lagi... Huuhhh hanya bisa menghela nafas melihat jawabannya, kalau itu semua untuk kecoa kenapa gak dibilang dari awal.. dasar sial..
dimalam itu salah seorang temanku sedang diserang kosannya oleh segerombolan kecoa, itulah mengapa ia menghubungiku dan meminta nomor ponselku untuk ditelpon juga agar lebih leluasa menjelaskan kondisinya lewat telpon.
karena aku dikenal sebagai pria sejati yang ga punya fobia makanya ia menghubungiku untuk datang ke kosannya malam itu untuk membasmi kecoa (iya, kecoa) kebayang dah aku sudah lagaknya pahlawan super yang menolong orang tengah malam saat orang sedang kesusahan.. tapi kronisnya ini hanya soal kecoa (sekali lagi, kecoa..)
singkat cerita, kosannya kudatangi dengan tubuh baja berlapiskan adrenalin murni, bermata api jurus pengguncang langit dan bumi, semua kecoa dikosannya kuhajar habis dan selesai. (iya, udah gitu doang... capek tau kalo ngetik panjang lebar).
kamar temanku ini sangat kotor, wajar kalau kecoa ada dimana-mana, padahal ia seorang cewek.. tapi usus bertebaran dimana-mana.. terlebih didalam kamar mandinya, usus-usus beterbangan dengan bebas, pantas saja kecoa suka menghinggapinya, aku curiga usus-usus tersebutlah yang mengundang para kecoa untuk tinggal dikamarnya.
*Usus : kata slank versi ana untuk Pakaian dalam wanita :v
kejadiannya biasa aja, namun penyampaian dianya tentang petaka 'kecoa' tersebut sempat membuatku panik dalam keabsurd-an dan kebingungan... tapi, lumayan gregetlah.. asal jangan diulangi lagi .
(udah mas, iya udah... jangan dibaca lagi...) udah...
udah selesai mas, jangan dibaca lagi :3
Langganan:
Komentar (Atom)