Kamis, 29 Januari 2015

Lumayan Greget

"heng, minta nomor" pesan singkat dikirimkan seseorang di BBMku.
"nomor?, maksudnya??" jawabku dengan penuh kebingungan sambil terus membaca ulang teks yang dikirimkan tersebut, kali aja ada makna lain yang implicit dipesan tersebut yang harus kupecahkan seperti di film-film detective yang banyak tetangga tonton.
"iya, nomor hp" jawabnya lagi dengan sangat padat dan ngambang.
"nomor?, nomor hp siapa?" tanyaku kembali yang makin bingung dengan datangnya pesan absurd ini padaku.
"Hengkylahh.." jawabnya lagi.
"buat apaan?" tanyaku lagi ... dan kemudian kembali membalas dengan memberikan nomor ponselku padanya.

..
"Oke, makasih.." balasnya..
"Hengky bisa minta tolong gak??.. plissss bangeeettt" lanjutnya lagi...
"apaan?"
"punya baygon gak?"
"hah, baygon?? buat apaan???"
aku makin tegang memperhatikan layar hp kali aja ada balasannya lagi.. sungguh ini malam yang aneh, di pukul 23.30 mendapar pesan absurd yang berisi pertanyaan berhubungan dengan baygon?. awalnya nomor hp sekarang baygon?? apa ini?? "jangan-jangan...." batinku mulai menerka-nerka beribu-ribu hal absurd yang berhubungan dengan baygon, misalnya saja ia (sipengirim pesan) mau bunuh diri dengan baygon, lalu meninggal dengan mengenaskan... polisi yang mengecak kejadian tersebut akan mngecek hpnya dan ternyata disana terdapat percakapanku dengannya disertai nomor ponselku.. "jangan-jangan....." batinku makin mengkhayalkan hal-hal yang aneh... TIDAAAAAKKKKK!

Tung!!
Hpku berbunyi kembali... kucek dengan cepat..
"iya, bantuin doang kalau punya baygon... lagi dlm masalah besar nih heng... bantuin dong.." balasnya lagi dengan aneh, membuatku makin takut saja melanjutkan percakapan ini... jangan-jangan...
"gak ada, emang buat apaan?" balasku dengan cepat untuk memeastikan apa sebenarnya motifnya menghubungiku dan meminta nomor ponselku..
"KECOAKKKK HENGG!!! BANTUINNNNNN!!"
seketika ku melihat balasannya, ingin rasanya ku banting hp kreditanku kelantai kamar kosan, namun takut lantainya retak lagi... Huuhhh hanya bisa menghela nafas melihat jawabannya, kalau itu semua untuk kecoa kenapa gak dibilang dari awal.. dasar sial..

dimalam itu salah seorang temanku sedang diserang kosannya oleh segerombolan kecoa, itulah mengapa ia menghubungiku dan meminta nomor ponselku untuk ditelpon juga agar lebih leluasa menjelaskan kondisinya lewat telpon.
karena aku dikenal sebagai pria sejati yang ga punya fobia makanya ia menghubungiku untuk datang ke kosannya malam itu untuk membasmi kecoa (iya, kecoa) kebayang dah aku sudah lagaknya pahlawan super yang menolong orang tengah malam saat orang sedang kesusahan.. tapi kronisnya ini hanya soal kecoa (sekali lagi, kecoa..)
singkat cerita, kosannya kudatangi dengan tubuh baja berlapiskan adrenalin murni, bermata api jurus pengguncang langit dan bumi, semua kecoa dikosannya kuhajar habis dan selesai. (iya, udah gitu doang... capek tau kalo ngetik panjang lebar).

kamar temanku ini sangat kotor, wajar kalau kecoa ada dimana-mana, padahal ia seorang cewek.. tapi usus bertebaran dimana-mana.. terlebih didalam kamar mandinya, usus-usus beterbangan dengan bebas, pantas saja kecoa suka menghinggapinya, aku curiga usus-usus tersebutlah yang mengundang para kecoa untuk tinggal dikamarnya.

*Usus : kata slank versi ana untuk Pakaian dalam wanita :v

kejadiannya biasa aja, namun penyampaian dianya tentang petaka 'kecoa' tersebut sempat membuatku panik dalam keabsurd-an dan kebingungan... tapi, lumayan gregetlah.. asal jangan diulangi lagi .

(udah mas, iya udah... jangan dibaca lagi...) udah...


udah selesai mas, jangan dibaca lagi :3

The Unknown


THE UNKNOWN
Chapter 08 – TAMAT
-[ TERIAKAN AKHIR! ]-

Malam di distrik kota tua, ditengah-tengah puingan lama reruntuhan tempat ini. Sinar bulan menerangi dengan jelas, seolah sang bulanpun tertarik untuk menyaksikan suasana malam ini.
Berjalan 4 pemuda yang dibalut perban dan plaster pada wajah serta siku dan bagian tubuh lainnya. Terlihat terluka karena pertarungan, namun luka tersebut tak berpengaruh bagi mereka.
Ary, Sopphie, Dage, Bayu; ke empat pilar Ngengat malam sedang menuju keladang pertempuran diikuti puluhan orang dibelakang dan mengiringi langkah mereka memasuki lingkup panas dari pertarungan yang akan berlangsung. Terlihat beberapa pemuda yang telah berada disana terlebih dulu, Hiken dan pasukan Enkai Hibashira. Ronal dan pasukan LhoTD. Pasdi dan Akbar diikuti pasukan pembantai Evil Destiny.. “pakai cincin kebangaan kalian” ucap Pasdi pada orang-orangnya..
“kalian sudah memulainya duluan..” ucap Hiken pada Ary dkk yang tengah sampai dibarisan depan bersama Hiken dan yang lainnya.. “bodoh, lihat diri kalian... diperban.. cihhh” gerutu Ronal.. “sudah kuduga kalian melakukan sesuatu diluar rencana... kau..” ucap Pasdi saat melirik ke arah Sopphie..
“Baiklah.. semuanya sudah datang.. mari akhiri semua ini...!!” teriak Hiken..

Dikubu berlawanan dengan Hiken dkk..
Berdiri 4 orang tersisa dari pemimpin The Moon.. diikuti puluhan orang pria dibelakang mereka..
“hanya kita berempat?” tanya Shoku melirik kearah Kenbon... “yahh, kita saja sudah cukup untuk menghabisi mereka” balas Kenbon... “tak disangka empat orang dari kita bisa dikalahkan.. ini cukup memalukan..” Ucap Busos.. “Sudahlah... mari patahkan taring kesombongan mereka yang telah berani menghabisi empat kawan kita..” Balas Hoku sembari menatap tajam kedepan...
“semuanya siap??” ucap Akbar yang telah memegang botol ditangan kanannya... “Hoaarggghhhhhh!!!!....” “Harrrrrhhhhhhhh!!!!”... Akbar melemparkan botol ditangan kanannya keudara... dijentikanlah jarinya keudara “Bommmm!!” botol yang ia lemparkan meledak dan meninggalkan kepulan asap hitam membentuk sebuah lingkaran cincin hitam yang menyebar menaungi daerah sekitar distrik tempat pertarungan berlangsung.... “Maju!” teriak Hiken... “aaarrrggggghhhh!!!”... “Houryaaaa!!”... “Gouryaaaa!!” teriakan untuk memulai perang telah dikumandangkan!

Akkkh!! Tgghhh!! Dugghh!!! Pghhhh!! Dgghhh!!! Akkkhhhh!!! Beberapa orang pria terpental... beberapa tumbang.. beberapa terhempas kebagian puing-puing bangunan kota tua ini...
“Matilahhh!!” teriak Akbar sembari melayangkan pukulannya pada beberapa orang pria.. “menyebalkan... Hahhhhh!!” Ronal tengah bersemangat dalam pertarungan melemparkan beberapa orang The Moon.. menghempaskan pasukan tersebut...
“Erggghhh!!.. dghhh!!” Pasdi yang geram dan memukul beberapa pria yang menyerangnya..
“gara-gara pertarungan kemarin, sekarang agak sulit bergerak... namun tangan dan kakiku telah kulapis dengan pilar angin.. dengan ini matilah!! Hehhh!! Rasakan ini bodoh!!.. heeaahhhh!!” teriak Ary saat menendang dan menumbangkan beberapa pria yang menghalangi jalannya... “Minggirlahh.. sialll!!” teriak Dage sambil memukul beberapa orang dengan toya berlian yang ada ditangannya... “kekuatan kita tak bisa digunakan dengan sepenuhnya karena pertarungan kemarin... eggg!!” Bayu menghempaskan beberapa pria... “harus menggunakan waktu yang tepat untuk mengeluarkan kekuatan... hhaaaahhhh!!” Teriaknya mengarahkan hantaman keras pada kepala seorang pria.. “uuffggghhh!!” darah mengucur dari kepala pria tersebut.. “ciihhh menjijikan” ucap Bayu..
“Matilah!! Kya ha! Ha! Ha!” Tawa jahat Sopphie yang memutar-mutar rantai ditangannya.. Swuushh! Swusshhh! Swuusshhh! “eghhh!!!”... “Akkhhhh!” jerit beberapa orang yang dicambuk oleh Sopphie dan dihempaskannya kebagian puing-puing Distrik Kota Tua tersebut...
“Heahhhh!!” teriak Hiken menendang beberapa pria yang menghalangi jalannya... sekilas fokusnya tertuju pada satu area dibelakang pasukan yang menyerang mereka... “disana kau rupanya.... Onotrah!!!!!!!” Teriaknya lagi dan membakar beberapa orang disekitarnya...”sial! kalian tak ada habisnya!.. Pasdi! Ronal!!” teriaknya lagi...
“Ciihhh.. si bodoh itu.. “ gerutu Ronal yang dengan sigap melesat menghempaskan dan menyingkirkan beberapa orang yang menghalangi jalannya dan menuju kearah Hiken...
“Hehhhh!!!” Lightning! Swush!! Fzzz!! Pasdi yang menghilang sekejap kilat... lalu muncul tiba-tiba ditengah kerumunan orang... “akkhhh!!!” tendangan demi tendangan ia hujamkan pada orang-orang The Moon dan mengalahkan mereka... Swush! Ia muncul didekat Hiken.. disusul Ronal yang tengah berada didekat Hiken pula..
“heh?” Ronal melirik kearah Hiken dan kembali memperhatikan sekitarnya beberapa orang tengah mengincar mereka bertiga... “lihat dibelakang barisan ini?”.. ucap Hiken pada Ronal dan Pasdi.. “Dia bossnya?” tanya Pasdi setelah memperhatikan sekilas seseorang yang duduk dikursi bagian belakang barisan The Moon yang tengah berkerumun menyerang mereka... “Iya... lindungi jalurku...” ucap Hiken... “cihhh... malah dia yang memberi perintah!” teriak Ronal kesal... “Heaahhhh!!....” Ronal mengamuk dan menghajar beberapa orang dijalur Hiken, sementara Hiken terus berlari untuk mencapai seseorang dibelakang kumpulan tersebut...
“Sial! Mereka terlalu banyak!” keluh Pasdi yang membantu Ronal untuk membersihkan jalur Hiken dan menyingkirkan beberapa orang yang menghalanginya.. Lightning! Fzzz! Fzz! Fzzz!! “Ughhhh!!” beberapa orang tiba-tiba tumbang... luka sayat bermunculan dibagian dada kanan mereka.. “harus menggunakan ini agar cepat” ucap Pasdi menunjukan cakar yang ia pakai dicincinnya...
Freeze! ..........!! jalur Hiken membeku dan membuat kaku orang-orang yang ada dihadapannya untuk sementara.. “sudah bodoh!, sekarang sudah selesai!” bentak Ronal.. “Baiklah terima kasih” balas Hiken yang terus berlari melalui jalur yang sudah Ronal dan Pasdi bersihkan dari kepungan orang-orang The Moon...”cihhh....” ucap Ronal... “mari buat badai disekitar sini...” swoossshhhh!!!!... Swooshhhh!! Badai angin es mengamuk disekitar Ronal dan membuat orang disekitarnya sulit bergerak, beberapanya terhempas dan menimpa puing-puing area tersebut.. Lightning! Pasdi yang muncul sekejap.. jauh dari sekitar Ronal.. “Sialan itu, tidak memperdulikan aku yang ada disekitarnya.. menciptakan badai seenaknya saja..” gerutu Pasdi sembari mengambil posisi bertarung saat beberapa orang mendekatinya...

Teriakan riuh dan jeritan terus berlangsung saat itu.. pertarungan masih berlangsung.. beberapa pria yang mengepalkan tangannya.. mengangkat kakinya dan melompat... menjatuhkan satu sama lain, tempat yang sungguh ribut dipenuhi oleh darah dan peluh, dihiasi ekspresi geram, marah dan ketakutan.. beberapa diantaranya malah bersemangat untuk melukai dan menghancurkan segala yang ada dihadapan mereka... teriakan demi teriakan terus berlangsung dari segala penjuru ditemppat itu, suasana hening malam tak lagi dirasakan... teriakan teriakan itu mampu memecah kesunyian malam yang ditaburi penerangan wajah bulan malam yang terus memandangi dan memperhatikan berlangsungnya pertempuran tersebut..
Lebam... wajah bonyok dan luka disekitar tubuh, beberapa orang terlihat kesakitan dengan hal tersebut yang menimppa mereka.. sementara diantara mereka terdapat beberapa orang yang terus mengepalkan tangannya untuk kembali menumbangkan yang lain, tubuh mereka seolah tak terluka dan baik-bak saja.. pertarungan yang sungguh menarik di Distrik Kota Tua ini.. keramaian kembali terdengar dari tempat ini, namun keramaian ini bukanlah teriakan kedamaian atau keidupan yang dijalani di Distrik tersebut ... yang ada hanyalah teriakan dari pertarungan tersebut... sejak saat itulah tempat ini dinamakan Distrik Monster oleh kaum pengguna kekuatan khusus – The Unknown.. karena disinilah, tempat inilah saksi dari segala yang pernah terjadi, bentroknya dua kubu The Unknown dan para pasukan sang rakus yang ingin memiliki kekuatan abadi..
Terlihat dari jauh seorang pria yang berjalan lurus kearah Pasdi yang sepertinya sangat bersemangat dalam pertarungan tersebut... “Pasdi ya??... mari bermain denganku nak..” ucap Shoku.. “behhh,, baiklah akan kulayani kau orang tua” ucap Pasdi dengan senyum penuh semangat...
Heahhh!!! Ronal yang terus-terusan mengamuk dalam badai yang ia ciptakan dalam lingkup kecil disekitarnya telah berhasil menumbangkan semua yang ada disekitarnya.. dari perlahan bagaikan sebuah bayangan hitam, tak jelas dan hanya seolah ilusi perlahan makin jelas makin dekat, sosok seorang pria berhasil menembus badai yang ia ciptakan dan berhadapan dengannya... “kau lumayan juga, makluk es” ucap Busos..
Ronal hanya diam dan tersenyum geram padanya..
Disisi lain..
Dage dengan senyum puasnya menggenggam tongkat berlian ditangannya.. kress! Tongkat tersebut sirna... orang-orang yang ia hadapi telah ia habisi semuanya.. “hah! Hah! Selesai juga..” Ucapnya bangga pada diri sendiri... “hey kawan?” ucap seseorang dibelakangnya.. “!!!” Dage terkejut dan berusaha melihat kebelakangnya.. saat tengah berbalik.. sebuah hantaman keras menimpah wajahnya.. tinju telah terbenam diwajahnya dan mementalkannya.. “khuuhhh!! Sial!” Dage yang terhempas mundur dan rebah kembali berdiri sambil memegang hidungnya dan menutuk sebagian wajahnya dengan satu tangan.. “Hidungku patah.. sialan ini...” Batin Dage yang terus memperhatikan kearah pria dihadapannya... “wahhh, aku terlalu bersemangat yah, Ga ha ha ha ha.. majulah nak!” teriak Hoku yang telah siap dengan mengeluarkan aura kegelapan disekitarnya...
“cihhh... baka!” Dage mencoba untuk menutup hidungnya yang terus mengucurkan darah...
“heh! Tak berguna!!” teriak Hoku yang melesat cepat kearah Dage, diubahnya aura gelap kearah tangan kanannya menyerupai trisula dan mencoba menancapkannya pada jantung Dage...!
Sekilas.. dalam samar-samar Hoku merasakan kehadiran seseorang didekat Dage.. bayangan melintas dihadapannya.. partikel hitam bagaikan debu-debu terpapar didepannya “!!!.. apa ini?” tanyanya dalam hati... BOOOMMMMMMM!! “kehhh!!” Hoku terpental dan mencoba menjaga keseimbangan tubuhnya untuk tetap berdiri ... perlahan kepulan asap hasil ledakan tersebut menghilang... “Lawanlah aku tuan...” ucap Akbar yang muncul dari kepulan asap tersebut dan berjalan kearahnya... “kau??...” ucap Dage memperhatikan Akbar yang baru saja menghalangi Hoku untuk menyelamatkannya... “sama-sama” ucap Akbar... “sombong sekali kau sialan! Siapa yg berterima kasih padamu bodoh!” teriak Dage geram...
Heahhh!! “ugghhh!!.. kuhhh!! Ughhh!!” Kenbon yang terus memukuli seorang anggota Ngengat Malam walaupun pria yang ia pukuli telah tak sadarkan diri... Swushhh!! Hempasan angin menghempaskannya namun berhasil ia tahan dengan santai.. dengan bentuk perisai kegelapan yang ada dihadapannya.. perlahan ia hilangkan.. terlihat Ary telah berdiri dihadapannya... “kau sungguh keji.. dia sudah tak sadarkan diri dan tetap kau pukuli?? Sialan..” ucap Ary dengan geram.. “hahaha.. lalu apa urusanmu bodoh!” teriaknya.. sembari melesat kearah Ary.. “!!!” Ary menyilangkan tangannya menahan tendangan yang telah Konbon lesatkan kearahnya dan membuat dirinya terseret mundur beberapa meter.. “sial.. dia ini monster” batin Ary yang merasakan tendangan Kenbon pada tangannya yang menyilang... “Ga ha ha ha! Lumayan juga kau bodoh...” Teriak Kenbon yang terus saja melesat kearah Ary dan mengarahkan beberapa tinju dan tendangan untuk menumbangkan Ary namun berhasil Ary tangkis dan tahan walaupun tubuhnya terus saja terseret mundur demi menahan beberapa serangan yang Kenbon berikan... “Ahhh payah sekali” ucap Kenbon yang menghentikan serangannya.. “aku akan segera mengakhirimu makluk lemah... dan menyiksa jasadmu seperti yang kulakukan pada pria sebelumnya” lanjutnya sembari berlari dan mengarahkan pukulan tangan kanannya pada Ary... Swushhh!!! Ary berhasil menghindarinya dengan menundukan tubuhnya dan disusul ia mengepalkan tinju tangan kanannya mengincar lambung Kenbon... Dskkkk!!! “!!! Eghhhh!!” jerit Ary karena pukulannya tertahan oleh perisai hitam pada lambung Kenbon dan seluruh bagian depan tubuhnya.. “Gahahaha! Gerakan yg bagus... namun kau tetap saja lemah dan bodoh... tak semudah itu mengalahkanku...” ucapnya dengan sombong.. “benarkah?” Balas Ary dengan senyum percaya diri... “tapi aku sudah mengalahkanku”” ucap Ary tetap pada posisinya dan Kenbon yang masih pada posisi saat ia mencoba memukul Ary... ........ cucuran darah mulai membasahi baju Kenbon.. “hah???” kagetnya sembari melihat pundak kirinya yang berdarah.. “apa yang terjadi....!!!” tanyanya dan kemudian kaget melihat dua jari tangan kiri Ary yang menusuk pinggang kanannya.... “Pisau angin” ucap Ary.. “tak ada yang bisa melihat angin... kau terlalu sombong.. padahal kau itu lebih lemah daripadaku...” lanjut Ary lagi... “dan juga..” Ary terus mencoba berbicara sembari berdiri tegap dihadapan Kenob yang terbujur kaku... “aku ini pangeran tampan dengan kuda putih, sudah pasti aku kuat darimu” ucap Ary sembari menunjuk pada Kenbon... “hah??” Ary kaget lalu terlihat kesal.... “siaaallllllll!!! Dia sudah tak mendengar perkataanku lagi! Padahal ini momen yang keren! Sialan!” ucap Ary sembari berbalik meninggalkan Kenbon yang terbujur kaku lalu tubuhnya rebah dan tergeletak diatas puing bangunan...

Grorrrr! Brrrr! Brusshhhh!!! Lingkaran api tengah melingkari Hiken dan Onotrah... “akhirnya kutemukan juga kau” ucap Hiken yang menatap tajam padanya.. “wahhh, tentu tidak... aku yang menghampirimu.. pengacau sialan” ucap Onotrah sembari berdiri menghadapi Hiken...
“mari selesaikan urusan bodoh ini... lalu kekuatanmu akan menjadi santapan kekuatanku dan organmu mungkin berguna bagi pelangganku.. Ha ha ha!” ucap Onotrah diringi tawa jahatnya..
“Lihat saja nanti siapa yang akan kalah.. kehh” balas Hiken dengan menyalakan api dikedua tanganya..
“Enkai Hibashira huh?? Api?? Tak ada yang bisa melawan kegelapan bodoh!” teriak Onotrah mengeluarkan aura kegelapan dari tubuhnya... “heaaaahhhhh!!!”... ‘Houryaaaaahhh!!”... Bffhhhhhh!!! Hantaman antara tinju dari terang api dan kegelapan bertubrukan... menciptakan hempasan yang kuat disekitarnya...

Swosh!! Hempasan es Ronal mencoba untuk menjangkau Busos namun berhasil ia hindari dengan cepat.. “apa segini saja anak muda?” ucap Busos dengan nada meremehkan...
“ntahlah” ucap Ronal dengan santai... Dinding Es telah berada dibelakang Busos... Freeze! Daratan disekitar pijakan kaki Busos telah berubah menjadi daratan es.. “kau ingin melihat wujud iblis es?? Hahaha” tawa Ronal disusul melesatnya 2 bongkahan es raksasa yang mengarah pada Busos.. Buffhhhh!!! Swusshhh!! Busos Melompat dengan membentuk dari kegelapan yang menyelubunginya ia menciptakan tombak hitam.. dilesatkannya kearah Ronal... Jlebbb!! Crushhh!! Tertancap tepat didada kiri Ronal.

Heahhh!! Boommmm! Boommmm!!
Disisi Akbar dan Dage ledakan beruntun terus terdengar.. Akbar yang terus mengamuk mencoba untuk memojokan Hoku dengan kemampuannya.. “Hahahaha.. aku bisa menghindarinya seharian Hahaha!” ejek Hoku dengan sombong... “!!!” Bayangan seseorang terlihat menutupi tubuhnya.. “!!” ia menoleh... dffhhh!!! Hantaman keras dari tinju Dage yang dilapisi berlian pada tangannya menghujam keras pada tenggorokan Hoku... Akhhhh!!! Hoku terhempas keras kedaratan... “Uhukk!!” Darah mengucur keluar dari mulutnya... “apa kau baik-baik saja?” ucap Dage yang telah menghentikan pendarahan hidungnya... “tutup hidung macam apa itu bodoh!!!” teriak Akbar kesal yang melihat Dage menutup pendarahan hidungnya dengan bajunya sendiri... “diamlah bodoh!, ini bisa memperlambat darahnya keluar!” bentaknya pada Akbar..
“kehhh!! Sial... tak kusangka akan dijebak dan perhatianku dialihkan..” batin Hoku sembari melirik pada Dage dan Akbar yang memperhatikannya... “kenapa mereka diam?” tanyanya dalam hati melihat Dage yang hanya diam dan Akbar yang tenang.. “!!!” Kreekkkk!!! Egghhhh!!! Sesuatu berada ditenggorokannya serasa membesar... ARRRGGGHHHHH!!! Boommmmm!!! Tbuh bagian atasnya hancur tak bersisa... sesaat sebelumnya.. Akbar memerintahkan Dage untuk menyerang secara tiba-tiba dan pada Kristal Berlian yang ada di tangan Dage telah ditanamkan beberapa partikel kecil serbuk hitam milik Akbar untuk ditanamkan pada tubuh Hoku.. dengan begitu akan mudah untuk membunuhnya...
Hoku telah tumbang dengan tubuh bagian atasnya yang hancur dan tak bersisa.. ia tergeletak ditanah begitu saja..
Lightning! Tepp!! Bgghh!! Bghhh!! Beberapa kali Pasdi mencoba menjatuhkan Shoku namun berhasil ia hindari atau tangkis... sosok makluk bagaikan ular hitam kegelapan muncul disekitarnya dan menghempaskan Pasdi saat ia muncul didekat Shoku... “eggghhh!! Apa itu” batin Pasdi..
“Arboc... makluk kegelapan... benda ini diberikan padaku oleh boss untuk menghabisi seorang sepertimu” ucap Shoku sembari mengarahkan tangannya kearah Pasdi disusul gerakan ular hitam tersebut yang membuka mulutnya lebar-lebar untuk melahap Pasdi... “!!!” Bummmhhhhhhhh!!! Daratan tempat Pasdi berada hancur dan memuncurkan efek debu...”hampir saja” ucap Pasdi yang berada beberapa meter dari tempat ular tersebut mencoba melahapnya... Heahhhhh!!! Pasdi berlari kearah monster tersebut... mengeluarkan beberapa untaian cahaya ditangannya... Groaahhh!! Ular tersebut mengarah pada Pasdi.. segera dilesatkan oleh Pasdi satu untaian benang cahaya kedalam mulut ular tersebut... Lightning !! Pasdi menghilang dan muncul diatas ular tersebut... menghempaskan kepalanya ketanah .. Lightning! Ia kembali menghilang dan muncul didekat Shoku... mengarahkan pukulan tangan kanannya keawah wajah Shoku namun berhasil ia tangkis dengan menyilangkan kedua tangannya... tep!!.. Lightning! Pasdi kembali menghilang dan muncul beberapa meter dari Shoku diatas puing-puing Bangunan Distrik tersebut... “sial...!! kemana kau keparat!!” teriak Shoku sembari mencari disekitarnya.. “disana kau!” teriak Shoku yang telah melihat Pasdi.. dengan segera ia mengarahkan tangankan kearah Pasdi dan menggerakan ular hitam tersebut... Groaahhhh!!!!! Ular tersebut melesat dengan cepat keara Pasdi, namun ia tetap tenang.... Srettt!! Ular tersebut stop dengan mulut ternganga kearah Pasdi... Cahaya bulan yang sempat tertutup oleh awan malam kembali terlihat.. menerangi Shoku hingga ular yang ia kendalikan... “Egghhh!! Ada apa ini.. tubuhku tak bisa kugerakan” tanyanya bingung dengan gemetar.. ia berusaha untuk menggerakan tubuhnya.. “itu karena...” Pasdi menatap kearah Shoku... “Kau sudah mati..” lanjutnya dengan dingin...
“Akkkhhhh!!!” untaian cahaya keluar dari dada kanannya... bgghhh!! Ia rebah dan tak sadarkan diri... Ular yang ia kendalikanpun perlahan memudar dan lenyap oleh secercah cahaya yang ada didalam tubuhnya, cahaya tersebut meledakan tubuhnya dari dalam...
Saat sebelumnya Pasdi melepaskan cahayanya kedalam tubuh ular tersebut dan meledakannya sesaat sebelum ular tersebut melahapnya, begitu juga dengan Shoku... pukulan yang ia berikan sebelumnya untuk mengecoh Shoku saat tangan kirinya menusukan untaian benang-benang cahaya kearah jantungnya...
“Ekkhhh!!” Pasdi rebah dan dan berdaya..
“terlalu banyak memakai kekuatan” ucapnya lalu tak sadarkan diri...
Dari dalam gelap.. perlahan ia sepertinya mendengar suara disekitarnya.. hembusan angin disekitarnya..
“Heaahhhhh!!” Hiken mengerahkan api dari tubuhnya untuk membentuk neraka api didaratan sekitarnya..
Swusshhhh! “Hahahahahaha!” lautan kegelapanpun terbentuk dihadapan Onotrah oleh kekuatannya...
Hiken berlari kearah Onotrah, dilesatkannya beberapa api kecil bagaikan peluru untuk menembus tubuh Onotrah.. namun dengan mudah api-api tersebut ia hindari..

Tzzzz! Tzzz!perlahan tubuh Ronal retak dan hancur.. “!!!” tubuh yang tertancap oleh tombak hitam Busos hanyalah sebuah cermin es yang Ronal buat disekitarnya... “sial.. jebakan bodoh macam ini” ucap Busos geram... “harrggghhhhhhh!!!!” teriaknya sembari mengeluarkan seluruh hawa gelap yang ada ditubuhnya dan menghempaskan segala es yang ada disekitarnya... terbentuklah kepulan uap es yang ia hancurkan... Eghhh! 2 orang pria melewatinya dengan cepat...
“Eghhh!!! ... uhukkk!” Tubuhnya kaku tak bisa bergerak... listrik yang telah terkena sarafnya membuat ia jadi mati rasa... perlahan kulitnya menjadi kaku dan dingin... bagian dada bagian kanannya telah bolong... “sialan itu... kenapa aku bisa kalah...eghh!!” Freeze! Tubunya terbujur kaku dan membeku... pertarungan dimenangkan oleh Ronal..
“untung saja aku datang” ucap Bayu..
“Bodoh! Tanpa bantuanmu untuk membuatnya tersengat listrik juga aku tetap bisa merobek jantungnya” bentak Ronal pada Bayu..
“yahh, baiklah.. terserah saja...” ucap Bayu seraya pergi kearah Hiken berada..

Pertarungan hampir mencapai puncaknya.. Sopphie terlihat berlumuran darah ditubuhnya.. “heh! Heh!... tak kusangka mereka sebanyak ini.. cihh” ucapnya dengan terengah-engah...
Ary terus mencoba berjalan kearah sambil memegang dada kanannya... “akkkhhhh!!” kepalanya serasa seperti mau pecah... “apa ini? Sepertinya karena aku terlalu memaksakan diri memakai kekuatan dan pertempuran kemarin.. sial” ucapnya bergumam... “egghhh!”..
Bayu yang terus berlari kearah Hiken perlahan pandangannya mulai pudar... Dgghhhh!!! Ia tersungkur.. “sial, saat seperti ini... membatu... apa waktunya sudah habis atau... atau terlalu banyak menggunakan kekuatan..eghh!!” ...
“akhirnya selesai...” ucap Dage.. “belum, masih ada satu bossnya” balas Akbar.. “!!” ..”Heii, kau kenapa?” tanyannya melihat dage yang rebah dan tak sadarkan diri...
“apa yang..?? eghhh!!!” kepala Akbar mulai terasa sangat sakit... “akkhhhh!!”..jeritnya..
Ary, Sopphie, Akbar, Bayu, Ronal, Pasdi, dan Dage terlihat tergeletak ditanah dengan lemas dan tak berdaya.. suasana pertempuran telah berakhir disekitar mereka, dengan banyak pemuda yang bergelimpangan disekitar mereka... hanya satu pertarungan yang belum selesai..
Bara api terus berkobar seolah membakar daerah sekitar Hiken dan disisi lainnya terlihat Onotrah yang telah terluka dengan beberapa bekas api diwajah dan tubuhnya.. sementara Hiken yang sepertinya telah menerima banyak pukulan dan serangan.. dengan tubuhnya yang berdarah bajunya terkoyak ia tetap berdiri menyalakan apinya untuk menghadapi Onotrah.. “kenapa tidak kita akhiri saja ini..” ucap Onotrah..
“Sial, tidak bisa membunuhnya dengan cepat.. ia takkan mempan dengan kekuatan.. harus dengan wujud daging... manusia.. tanpa kekuatan” pikir Hiken sembari mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu saat pertama kali ia menjumpai Onotrah disebuh pabrik tua, saat itu Hiken sedang berjalan-jalan dengan teman-temannya.. disitulah Onotrah menyerangnya dengan membabi buta dan membunuh semua teman-temannya.. Hiken yang menderita luka parah berhasil melarikan diri setelah membuat api yang besar untuk mengelabui Onotrah..
“saat itu, kekuatan tak bisa melukainya dengan parah.. ia memang kuat dengan kekuatannya namun tubuhnya lemah.. namun tak mudah untuk menyentuh tubuhnya saat kekuatan itu terus melindunginya..” batin Hiken..
“apa ang kau pikirkan?” ucap Onotrah dengan wajah meremehkan.. “hahh, beberapa luka ditubuhmu itu??... itu akibat hempasan dari ku dan juga luka bakar itu akibat dari tanah yang panas dan besi panas... bukan dari kekuatanu bukan?” ucap Hiken seolah memastikan sesuatu... “Hahahaha... jeli juga kau anak muda.. ntah bagaimana kau bisa berkata seperti itu, tak ada gunanya melawanku dengan kekuatanmu.. tapi tanpa kekuatanmu pun kau takkan bisa.. jadi sama saja.. kau akan berakhir.. hhaha..” Ucapnya dengan gelak tawa... “dan juga...” lanjutnya lagi... “aku semakin kuat karena teman-teman bodohmu itu..” kembali ia menuturkan kata-katanya... “apa maksudmu??” tanya Hiken... “kekuatan mereka... ada padaku... saat bertarung dengan para petinggi The Moon, mereka menyerap kekuatan dengan cara yang tak terlihat... saat bersentuhan dengan mereka.. mereka adalah bagian dari ambisiku... bagian kecil kegelapanku ada pada mereka...” jelasnya pada Hiken..
“Ini semakin kompleks dan tak dimengerti” batin Hiken.. “apa itu artinya pertarungan dengan para petinggi The Moon 4 orang tersebut untuk menyerap dan mengurangi kekuatan yang lainnya..”... “ataukah saat tubuh mereka tersentuh maka kekuatan pengguna kekuatan khusus akan terserap dan terus terhubung hingga kekuatannya habis...”... “kehhhh!!” penglihatan Hiken mulai memudar... “siall, aku juga sudah menyentuhnya... “ batinnya... “!!!” Hiken menyadari sesuatu... “tangan ini??” ia melihat sebuah tanda ditelapak tangannya... simbol ular bersayap kelelawar didahinya terdapat lambang bulan... “kekuatanku juga terhisap!!” teriak batinnya... dengan tak sadar ia telah tersungkur... melihat Onotrah yang makin mendekat kearahnya..

Dage, Pasdi, Ronal dan yang lainnya terlihat tergeletak dengan simbol yang sama berada ditangan mereka masing-masing.. kekuatan mereka benar-benar terserap!
Onotrah telah berdiri dihadapan Hiken .. “hahaha, inilah akhirnya..” ucap Onotrah sembari tangannya mencoba menyentuh kepala Hiken... “!!” Hiken melesat dengan cepat... mencancapkan besi panas dijantung Onotrah... “!!! Eghhh!! Sial!! Kau??” Ucapan terakhir Onotrah lalu rebah dan besi tersebut menembus dadanya hingga kebagian belakang tubuhnya...
Hiken sengaja diam saat sebelumnya.. saat ia mulai kehilangan penglihatannya.. ia melihat ada sebuah besi bekas bangunan dari bongkahan puing-puing bangunan ditempat tersebut, dengan cepat ia mengambilnya dan menggenggamnya untuk menusuk jantung Onotrah... “tapi bagaimana aku bisa bergerak??”.. “jaraknya terlalu jauh..” batinnya... “dia akan segera mendekat.. cukup tunggu saja...” batinnya lagi...

Semua telah berakhir... perlahan semuanya mulai tersadar.. Pasdi dkk...
Onotrah adalah seorang yang lemah.. namun ia dilingkupioleh kekuatan kegelapannya yang kuat, sehingga tak mudah untuk membunuhnya... begitupun dengan manusia.. tak mudah untuk mendapatkan kebaikan dari kelemahan manusia, karena kekuatan ego dan dosa dalam dirinya yang membuatnya menjadi kuat dan sulit dilumpuhkan dalam penghakiman salahnya.

Hiken mencoba berdiri sambil menatap keangkasa... meneriakan teriakan kemenangan : Hoooaaarrryyyaaahhhhh!!

-END-

Makasih udah ikutin sampe sejauh ini colonthree emotikon ..
Kalo ada ide lagi, mungkin nanti... yahh nanti.. ane akan buat Cerita lagi... tapi bukan cerita bersambung.. capek mkirnya colonthree emotikon
Thanks for read..

Note : beberapa typo terjadi karena jariku sudah lelah mengatur beberapa scene. Jari dan otak pegel colonthree emotikon

And By The Way : Selamat Tahun baru 2015.. jangan suka galau di 2015.. colonthree emotikon ..

Original Story by : Pak Tua Hiken

The Unknown


The Unknown
Chapter 07
-[ Mari selesaikan! : Awal dari penyelesaian ]-

Ditengah serakan orang-orang yang telah tumbang dikalahkan Ary, Ronal dan Bayu. Tiba-tiba seorang pria bangkit dengan cepat, mengarahkan tangan kanannya yang membalut lubang senjata mengarahkan pada Bayu.
“Matillahh !!” ucap pria tersebut, sembari “Dorrr! Dorr! Dorr!” beberapa peluru dikeluarkan kearah Bayu yang terkejut, berbalik kearah pria tersebut.. tubuhnya melayang seakan terhempas mundur.. “!!!”.. “Sial..” ucap Bayu.
.
.
Sekelompok pemuda berjalan menuju suatu area yang dikelilingi banyak kotak kargo;kontainer. Perlahan mengendap diantara kotak-kotak tersebut.. merayap mencoba mngelabui dan melewati beberapa penjaga yang ada disekitar gedung besar dekat dengan deretan kotak-kotak besi besar tersebut..
“egghh!!”...”bruugghh”.. beberapa penjaga rebah tercekik oleh rantai.
“hah??... hei, ada apa ini?” kaget seorang penjaga yang melihat teman-temannya telah tak sadarkan diri..
“dia yang terakhir” ucap Sopphie, keluar dari balik kotak besar menatap pada pria tersebut.
“siapa kau?..” ucap pria tersebut sembari menodongkan pistol kearah Sopphie.
“Lihatlah kemana kau mengarahkan senjatamu bodoh!”... “!!!” kaget penjaga tersebut.. Bughh!!! Pukulan keras menghantam wajahnya disusul tendangan mementalkan tubuhnya hingga terbentur kesisi kontainer. “ini dia..” ucap Pasdi..
“jangan terlalu kasar nak” ucap Hiken yang berada dibelakang Pasdi.. “mari kita memeriksa gedung ini” ucap Hiken.. “Kamu ga apa-apa?” tanya Pasdi pada Sopphie.. “I’m okay” jawab Sopphie.

Srettt!! Czzrrtt!! Czzz! Czzz! Aliran tentakel-tentakel listrik yang berada dihadapan Bayu nampak makin kuat... tangan kanannya yang berada pada dadanya menahan beberapa peluru yang hampir saja menembus tubuhnya berhasil ia hentikan dengan kekuatannya... “oalahh, hampir saja mengenai jantungku.. benar-benar mengejutkan” ucap Bayu sambil menggerakan tangan kanannya kearah pemuda yang masih berdiri tersebut..”fuzzz! fuzzz!! Fuzzz!” beberapa peluru yang pemuda tersebut tembakan ia kembalikan padanya... “akhh!” jerit pemuda tersebut..
“heh?” Ary kebingungan.. “apa yang barusan?” lanjutnya. “Cyborg?, ia menyimpan senjata didalam lengannya” balas Ronal... “sepertinya ia adalah salah satu experimen dari The Moon” ucap Ronal menanggapi keadaan yang ada.. “baiklah, saatnya pergi..” ucap Ronal.
“Pesannya?” tanya Bayu. “sudah selesai..” balas Ary.

“apa ini?” tanya Dage memperhatikan beberapa tabung-tabung raksasa yang ada disekitar ruangan gedung tengah hutan tersebut. “experimen” jawab Hiken singkat. “untuk apa semua ini?” tanya Akbar.. “seorang pria, sama seperti kita.. memiliki kemampuan khusus..” ucap Hiken sambil memandang dengan seksama sesuatu yang ada dalam salah satu tabung raksasa tersebut. “lalu?” tanya Sopphie yang juga penasaran.. “Ada masa dimana kita kehilangan kekuatan ini dan menjadi normal seperti manusia pada umumnya... Onotrah, seorang yang memiliki ambisi, keegoisan, gila kekuatan... pada saat sebelum waktu ia harus kehilangan kekuatannya... ia menangkap beberapa orang pengguna kekuatan khusus..” jelas Hiken.. “untuk apa?” tanya Pasdi memperhatikan.. “Menyerap kekuatan yang lain..”.. “Memberi makan kekuatannya..” ucap Hiken sambil berjalan kearah tabung yang lain... memperhatikan denyut sesuatu yg hidup dalam tabung tersebut... “Kekuatannya diberi makan agar tidak pergi darinya.. ia gila akan kekuatannya.. menyerahkan diri pada ego dan kegelapan..” lanjut Hiken lagi sambil memperhatikan kearah Sopphie, dibelakangnya suatu tabung berisi makluk aneh, dengan wujud bagaikan gurita.. tek!! Tekk!! Makluk tersebut mencoba menerobos tabung kaca tersebut.. “jadi?, itulah mengapa kita akan menghentikan dia” ucap Sopphie mencoba untuk mengabaikan tindakan makluk dalam tabung kaca dibelakangnya.. “jika ia terus memberi makan kekuatannya... ia akan menjadi makin kehilangan dirinya.. dikuasai iblis kekuatannya sendiri..”.. “dan saat itu terjadi..” Pasdi tiba-tiba memotong pembicaraan Hiken.. “mungkin pengguna kekuatan lain sudah habis..” lanjutnya lagi.. “Benar, kaum kita akan musnah.. perang dengan manusia hanya akan memunahkan kita..” balas Hiken.. “baiklah.. ini bagus, kita akan menghentikannya..” ucap Dage dengan memperhatikan sekitarnya cemas.. “tapi, aku agak risih dengan gerakan benda-benda aneh dalam tabung sekitar kita ini..” lanjutnya lagi..
Glluukkkkk.. glllobbbb.. glob glob glob ... czzz! Czzz! Tok! Tok! Tik! Glooob! Gllob! Suara makin riuh dari tabung-tabung tersebut... “apa ini?” tanya Akbar.. “bagian tubuh yang dijadikan percobaan makluk baru..” balas Hiken.. “mencoba untuk menciptakan pasukan kekuatan khusus dengan rekayasa genetika yang diambil dari sel-sel tubuh pengguna kekuatan khusus yang kekuatannya telah diserap habis oleh Onotrah..” lanjutnya..
Kreekkk! Krekkk! Kreekk!! Makluk-makluk dalam tabung-tabung disekitar ruangan tersebut kembali riuh.. grekkk! Retakan kecil pada salah satu tabung ... “sial, aku merinding” ucap Akbar.. “apa yang terjadi..” tanya Dage memperhatikan sekitar... “lari!, jauhi tabung-tabung ini..!” bentak Hiken tiba-tiba.. “ehhhh???!!!” Sopphie terkejut dengan retakan tabung yang makin besar didekatnya... Lightning!! Szzzz! Fzzz! Tabung tersebut hamcur dan menumpahkan cairan yang ada didalamnya.. disusul oleh hancurnya tabung-tabung lain yang ada didalam ruangan tersebut... Fzzz!! Pasdi muncul dengan mengangkat Sopphie dikedua tangannya pada area aman dari ledakan tabung-tabung tersebut.. “hampir saja” ucap Dage.. “meledak?, kenapa?” tanya Akbar..
“kamu ga ‘pa ‘pa?” tanya Pasdi sembari menurunkan Sopphie dari tangannya.. “yahh, aku baik-baik saja” ucap Sopphie dengan senyum pada Pasdi..
“Experimen gagal” Ucap Hiken.. “organ-organ yang ada disini semuanya gagal... meledak karena tidak bisa bertahan lagi oleh cairan yang ada dalam tabung tersebut” lanjut Hiken lagi...
“apa artinya ini?” tanya Dage.. “gedung ini adalah bekas lab penelitian Onotrah..” balas Hiken..
“semua yang ada disini objek percobaan..” ucap Pasdi juga.. “tapi ada beberapa tabung yang kosong” balas Sopphie menunjuk pada beberapa tabung kosong yang tidak hancur namun sepertinya memang dikosongkan karena isinya telah diambil.. “mungkin itu beberapa percobaan yang berhasil.. dan telah dikirimkan pada Onotrah oleh beberapa orang disini” ucap Akbar mengingat kejadian saat melihat 4 penjaga sebelumnya.. “Kita terlambat, barangnya sudah sampai pada Onotrah... dan sekarang yang disini sisanya saja yang sudah gagal dan hancur..” ucap Hiken sembari berjalan menuju pintu keluar gedung tersebut.. “mari pergi dan tempat ini hancurkan saja” ucap Hiken lagi..
Dooommm!!! Brrrr.... brrrr.... terlihat gedung tersebut meledak dan terbakar api... terbakarnya gedung tersebut menerangi sekitarnya.. nampak hutan yang masih lindung... tak disangka ditengah sunyinya hutan ini terdapat tempat penelitian yang begitu keji..

Pada keesokan harinya ..

Shoku berjalan menuju pada sebuah ruangan geap yang dikelilingi beberapa orang berjubah hitam..
Ia mendekat pada seorang pria yang duduk diatas kursi sembari menunjukan selembaran kertas..
“hmm??... pesan mereka pada kita” tanya Onotrah pada Shoku.
“ya boss, mereka akan menghadapi kita”
“apa semuanya sudah kau siapkan?”
“sudah boss”
“bagus”
“bisakah kalian mengurusnya terlebih dahulu untukku?”
“tentu kami bisa”
“bagus, sejauh ini yang ku tahu .. kalian The Moon cukup bisa diandalkan..jadi lakukanlah tugasmu dengan baik..”
“iya boss”..
“distrik kota tua ya?” ucap Onotrah sembari memperhatikan selembaran yang ada ditangannya..
“siapkanlah beberapa orang bersamamu, aku akan menikmati pertarungan ini juga bersama kalian..” lanjut Onotrah.. “baiklah.. kau boleh pergi” ucap Onotrah pada Shoku..

Shoku berlalu meninggalkan ruangan tersebut.. menelpon seseorang untuk mengumpulkan pasukannya.. tentang pesan tantangan oleh Hiken dkk.
“DISTRIK KOTA TUA!. MALAM BESOK 8.00! DATANGLAH ONOTRAH DENGAN PETINGGI-PETINGGIMU! KAMI AKAN HABISI SEMUANYA!”...

“kalian sudah siap dengan pertempuran malam esok?” tanya Hiken pada yang lainnya.. “ya.. sudah kusiapkan” ucap Bayu.. “pertempuran akhir dari aliansi ini.. cihh” ucap Ronal..
“baiklah.. kita bubar.. sampai bertemu besok di distrik kota tua..” ucap Hiken seraya pergi...

Disuatu jalan sepi dekat sungai area jembatan pinggir kota.. suasana senja nampak kelabu menandakan akhir dari cahaya dan menjemput gelap menggantikan posisi terang...
Aron, Sholan, Haoshoku dan Haki berdiri dipinggiran sungai.. dimana tedapat daratan ditepiannya.. nampak seperti lapangan yang pas untuk pertempuran..
Berhadapan dengan Ngengat malam.. 4 leadernya telah siap untuk bertarung melawan 4 petinggi The Moon..
Beberapa waktu sebelumnya, saat 4 petinggi The Moon tersebut sedang nongkrong disuatu cafe, seorang pria misterius tiba-tiba masuk ke cafe dan mendekati mereka.. lalu mengeluarkan dan menyerahkan sepucuk pesan pada mereka.. dalam pesan tersebut tertulis jelas “Empat orang The Moon??.. mari awali perang antara kita. Pinggir sungai, sisi perbatasan kota, dekat hutan.. lapangan untuk menyelesaikan pertarungan.. senja ini”.. untuk pesan itulah mengapa 4 petinggi The Moon berhadapan dengan 4 leader Ngengat Malam..

“selamat datang.. para petinggi The Moon!” sambut Ary dengan senyum pada 4 orang tersebut.
“mari bersenang-senang disini” ucap Dage..
“jangan menahan diri”... “mari tunjukan siapa yang kuat” ucap Sopphie dan Bayu..

“heeaaahhhhh!!”.. “Arrrrggghhhh !!”...
Swoosshhhh ! Tiupan angin kencang berdatangan.. menerpa 4 petinggi The Moon tersebut seolah hendak meremukan mereka... Fzzz!! Ribuan Kristal berlian menghujani mereka.. disusul oleh serangan listrik dari Bayu dan puluhan rantai Sopphie yang keluar dari tanah sekita 4 petinggi The Moon tersebut.. mencoba untuk menghancurkan mereka sekaligus..
“hggghhh!!”..”krekkk! kreekkk!” terlihat 4 petinggi tersebut terikat oleh rantai Sopphie dan luka-luka ditubuh mereka akibat serangan beruntun tersebut..
Hwooohh!!.. Aura hitam mulai muncul dari ke empat petinggi The Moon tersebut... menghempaskan rantai-rantai yang mengikat mereka.. “eghhhh!! Kuat sekali” ucap Sopphie yang merasa rantainya dihempaskan..
“Majulah ke empat orang bodoh... kegelapan akan menyambut kalian” ucap Haoshoku pada Ary dkk.
“kalian terlalu meremehkan kami..” ucap Sholan..
Heaahhhhh !!!
Sholan menimbulkan 2 pedang kegelapan dengan wujud bagaikan bayangan besar pada kedua tangannya. Haoshoku mengeluarkan sayap besar kegelapan pada kedua bahunya.. membentang bagaikan sayap naga. Aron yang diselubungi tentakel-tentakel dengan wujud bagaikan gurita dan tentakelnya yang dibentuk dari kegelapan murni. Haki dengan kegelapan yang melingkupi 2 tangannya bagaikan nyala api hitam.. namun ini adalah kegelapan.. senjata kegelapan telah dipakai oleh 4 petinggi The Moon ini!
Swooshhh!! Haoshoku melesat kearah Ary yang kaget dengan kemunculannya.. segera tangan kanannya ia ayunkan kearah lambung Ary disusul beberapa tendangan yang ia daratkan pada tubuh Ary untuk mementalkannya.. Ary yang tak sempat untuk membentuk pertahanan tak berkutik menerima serangan yang Haoshoku berikan hingga terpental jauh... “uhuukkk!!” rintih Ary.

Aron yang sejak awal telah menanamkan tentakelnya dalam tanah untuk menuju kearah Sopphie secara tiba-tiba memunculkan tentakel gelapnya untuk menyerang Sopphie, namun berhasil Sopphie hindari dengan melompat menjauh serangan tersebut.. secara bersamaan Aron muncul didekatnya dengan kaki kanan ia mengarahkan tendangannya pada Sopphie hingga terpental karena serangan tersebut..
“sial, apa-apaan mereka ini” keluh Sopphie yang mencoba untuk berdiri setelah mendapat serangan dari Aron.

Haki dan Sholan melesat kearah Dage dan Bayu.. beberapa pukulan dan serangan tendangan juga pedang kegelapan dari Sholan dapat mereka hindari dengan menggunakan kekuatan Kristal dan Listrik milik mereka.
2 pedang kegelapan kembali Sholan arahkan dan tebaskan dengan kuat kearah Bayu... berhasil Bayu tahan dengan tameng listrik miliknya walaupun harus mementalkan tubuhnya beberapa meter kebelakang... secara cepat Sholan terus menyerang.. hingga suatu celah terbuka.. ia berhasil menebas dan mengenai Bayu, meninggalkan beberapa luka –luka tebasan pedangnya pada tubuh bayu dan tangannya...
“dia terlalu cepat” ucap Bayu dalam hatinya.. “tak sempat kubaca pergerakannya.. ini buruk”.. gumamnya lagi.

Dugghhh!! Disisi lain.. tinju api hitam kegelapan Haki berhasil mengenai Dage beberapa kali hingga mementalkan tubuhnya juga..

“sial.. apa yang harus kita lakukan” ucap Ary melirik pada rekan-rekannya yang telah terkena beberapa serangan juga. “Mereka terlalu cepat..” balas Bayu.. “baiknya kita berpencar dan habisi bagian masing-masing” ucap Dage mencoba memberikan pendapatnya.. “baiklah.. jangan sampai kalah” balas Sopphie sembari kembali mencoba melesat kearah Aron dan mencoba mengarahkan beberapa pukulan padanya disertai gerakan rantai-rantainya yang ia lepaskan untuk mencambuk dan mengikat Aron..
Namun tetap saja justru beberapa serangan Aron yang mementalkan dan melukai dirinya...
“sepertinya lawan kali ini terlalu kuat” ucap Sopphie..
“akkhhhh!!” teriak Dage yang terkena tinju Haki dan terhempas.. “sial... bagaimana mungkin bisa seperti ini” gumamnya...
“uukkkhh!!”... “akkkhhh!!” teriak Ary dan Bayu yang juga terus terkena serangan dari Haoshoku dan Sholan..
“cihhh, kalau begini kita yang akan kalah..” ucap Ary..
“mereka sangat kuat, tidak mungkin melawannya satu persatu” ucap Dage..
“benar juga” balas Bayu menanggapi perkataan Dage barusan..
“kawan-kawan aku punya strategi...” lanjutnya...
“akkhhh!!! Uukkhhhh!!” Ary yang kembali terhempas karena serangan Haoshoku..

Doommmm!! Doommmm!! Hujan Kristal Dage yang coba ia arahkan pada 4 petinggi The Moon sekaligus menimbulkan kepulan asap dan debu disekitar para petinggi tersebut..

“kawan-kawan.. ini pertarungan 4 lawan 4, bukan 1 lawan 1”.. ucap Bayu pada yang lainnya.. setika mereka berjejer berbaris untuk menghadapi 4 petinggi tersebut..
“baiklah.. aku mengerti” ucap Ary yang telah bersiap..
“mari lakukan sebagai team seperti biasanya” lanjut Dage mulai memunculkan beberapa kristal berlian diatas mereka..
“mari tunjukan kekuatan Ngengat Malam” ucap Sopphie..
“pertama-tama yang sulit.. si sayap” ucap Bayu..
Heaaahhhhhhh !!!
Wusshhhh !! hempasan angin keras bagaikan tirai raksasa yang keras menghantam 3 petinggi The Moon lainnya dan menghempaskan mereka.. meninggalkan Haoshoku.. “!!!” dengan bersamaan beberapa rantai muncul dari tanah dan mengikat dirinya, disusul tombak listrik yang melesat kearah bahunya.. terlihat Ary dan Bayu tengah berada diatas bagian belakangnya...
Duugghhh!!! Tsskk! Tsskkk!! Beberapa puing kristal telah menembus tubuhnya... “eghhh!!!.. sial..” ucap Haoshoku seraya tak sadarkan diri...

Kepulan debu masih menutupi pandangan ke 3 petinggi The Moon akibat hempasan angin kuat yang dibuat Ary..
Haki mencoba untuk memicingkan matanya dan berdiri untuk melihat disekitarnya... melesat dengan cepat Ary kearahnya dan mengarahkan tendangan pada kepalanya.. namun berhasil ia hindari... Dgghhh!! Fzzz!! Fzzz!! Tombak listrik telah menancap di Jantungnya... Bayu berhasil meluncurkan serangannya dengan memanfaatkan pengalihan perhatian oleh Ary..

Puluhan rantai muncul disekitar Aron dan mencoba untuk menyerangnya dengan menusuk dan mengikatnya.. serangan dari Sopphie berhasil ia tahan dengan tentakelnya... tiba-tiba ribuan kristal berlian berada diatasnya dan menghujaninya dari atas sementara ia sibuk menangkis serangan rantai Sopphie... aakkkkkhhhh!!! Jerit Aron yang kemudian tak sadarkan diri...

Kepulan debu menghilang .. terlihat 3 petinggi The Moon telah tumbang..
Sholan melirik sekitarnya.. “sial.. kenapa bisa begini..” ucapnya menggerutu..
Hegggkkk!!! Ia merasa lehernya tercekik dan tak bisa bernafas... 6 kepingan berlian mengitarinya dan menyayat-nyayat tubuhnya hingga luka parah.. “akkhh!! Uugghh!!” Sholan masih mencoba berdiri... perlahan ia bisa bernafas kembali..
“ahhh!” Ary tersungkur energinya habis karena menggunakan kekuatannya terlalu banyak..
“sial.. kalian tidak akan selamat karena ini...” ucap Sholan melirik pada para lead Ngengat Malam... “akkhhhh!!” 2 rantai tajam telah menembus tubuhnya... “uhukk!!” ia memuntahkan darah dari mulutnya... “sialan....” ucapnya lalu kehilangan kesadarannya...

“akhh, selesai...uhh” ucap Bayu ter engah-engah dengan nafasnya..
“selalu berhasil kalau bekerja sama... ukkhh!” lanjut Sopphie yang kemudian memuntahkan darah dari mulutnya.. “kehhh..”..
“Kita terlalu banyak menguras energi memakai kekuatan untuk melawan mereka... ekkhhh!! Ukkhh..” ucap Dage pada yang lainnya ...
“yahh, hah hah ... semoga saja malam besok kita masih bisa bertarung.. hehh hehh” ucap Ary..

Gelap telah menguasai malam.. hanya tebaran bintanglah sekumpulan cahaya yang tak dikuasai kegelapan dilangit... akhir dari segala pertempuran akan dimulai esok malam..
Disuatu tempat.. Distrik Kota Tua..

Disuatu gedung.. berdiri kokoh mengkilap ditengah gelapnya malam.. puncak dari gedung tersebut Hiken sedang berdiri melihat keadaan sekitarnya..
“sudah siap?” ucapnya pada seorang lelaki dibelakangnya..
“sudah” jawab lelaki tersebut..
“baiklah... ini akan segera berakhir..” balas Hiken sembari menyalakan api ditangan kanannya dan melemparkannya kelangit !

Disuatu taman tengah kota berkumpul beberapa orang muda.. awal dari pesta benar-benar dipersiapkan dikota ini..
“hei bodoh.. apa orangmu ikut berpesta?” tanya Ronal pada Pasdi..
“idiot, tentu saja.. mereka bukan orang pengecut seperti pasukanmu..” balas Pasdi..
“kehh... besar juga omonganmu..” balas Ronal..
“sudah dipersiapkan semuanya..” ucap Akbar pada Pasdi..
“Baiklah..” balas Pasdi sembari berdiri dan menatap kelangit.. ntah kenapa ditengah mencekamnya malam sebelum pertarungan esok.. terlintas dalam benaknya.. ia memikirkan tentang keadaan Sopphie saat ini.. “Kira-kira apa yang ia lakukan saat ini dengan fraksinya ya?” gumamnya..
“hehhh????” Ronal kebingungan mendengar gumam Pasdi..
“yahh, lupakanlah.. bodoh..” balas Pasdi seraya pergi..
.
.
.
.
.
.
.

Ending Chapter 07
Tunggu kelanjutannya colonthree emotikon ..
Well, one last again.. at least! [[bpmemecrying]] ..

Thanks for read.

Original Story by : Pak Tua Hiken.

The Unknown




The Unknown
Chapter 06
-[ Sang Pemimpin |^| Kisah sebelum pertempuran ]-

Saat kegalapan malam perlahan menghilang. Dingin kabut disambut secercah cahaya yang menerobos kumpulan kristal-kristal embun pada dedaunan di taman kecil pinggiran kota. Didekat sebuah pabrik tua, tidak begitu diperhatikan banyak orang, bagian dindingnya tetap berdiri kokoh, terdapat banyak noda asap lusuh yang membuat kumuh temboknya, dulu ia adalah tempat banyak manusia berkumpul, bekerja didalamnya, sekarang tempat itu telah ditelantarkan, tak diperhatikan. Ah! Sinar mentari telah menyerang gelapnya malam, membawa cahaya pagi yang menyinari gelapnya suatu ruangan dari pabrik tua tersebut, dari sisi jendela cahaya masuk kedalam ruangan gelap tersebut, menyingkirkan sebagian kumpulan pengap dan gelap yang ada disana. Terdapat beberapa anak muda, para pemimpin fraksi dikota ini. Semuanya masih terlelap, namun diganggu oleh kicauan burung dan riuhnya bunyi kota disuasana pagi, walaupun jauh dan dipinggir kota, tetap saja keramaian kerumunan kota itu mengganggu.

“Hooaammmmhhhh ...sudah pagi rupanya” ucap Sopphie yang baru saja terbangun dari tidurnya.
“bisa tidak kau diam dan tidak berisik” ucap Dage yang masih mengantuk dan berniat melanjutkan mimpinya.
“bangunlah cepat dasar pemalas..!” ucap Sopphie dengan keras dan membangunkan semua yang tertidur diruangan tersebut.
“cepatlah bangun dan urus diri kalian..” bentaknya lagi.
“crewet sekali”...”bisa tidak diam sejenak”..”sebentar lagi..” ...”Pengganggu saja”.. ucap semuanya yang masih malas untuk bangun.

Disisi lain. Sebuah tempat, terdapat banyak tumbuhan dan bunga disekitarnya. Ditaman dekat dengan pusat kota.
“Bagaimana bisa?” ucap Shoku pada seorang pria.
“semua tim yang kita bagi untuk menemukan mereka telah dikalahkan..” balas pria tersebut. “mereka menghilang begitu saja setelah menumbangkan banyak orang-orang kita” lanjutnya.
“merepotkan saja..” ucap Shoku.. “Yahh, ....” lanjutnya sembari menghembuskan nafas dan memeriksa HP disaku bajunya. “Mereka adalah pengacau yang tak pernah diinginkan, namun hal menarik yang mereka miliki pasti membuat boss senang” lanjutnya lagi sembari menghubungi seseorang.. “Siapkan semuanya, cari mereka dan siapkan untuk penyerangan besar-besaran..” perintahnya pada seseorang di telepon.
“..ini akan jadi menarik, apa kau punya pesan lagi?” tanya nya pada pria tersebut.
“Ya, boss memintaku untuk menyampaikan ... bahwa ia ingin laporan darimu” ucap pria tersebut. “baiklah... kau boleh pergi” balas Shoku.
Tidak lama kemudian...
“sedang menikmati udara pagi ya?” ucap seseorang dari belakang yang sedang mendekat pada shoku.
“Yahhh... mencoba mengurangi stres pada kekalahan orang-orang lemah kita” ucapnya sembari menoleh, lalu menghisap sebatang rokok.
“yahh, yang kita kirimkan hanyalah orang lemah, untuk percobaan saja.. apa boleh buat” ucap Haoshoku sembari duduk pada tumpukan pipa besi disamping Shoku.
“apa yang akan kita lakukan selanjutnya?” tanya Haki yang bersama dengan Haoshoku.
“ntahlah.. bagaimana menurut kalian?” balas Shoku memandang ketujuh pemimpin The Moon dibelakangnya.
“apa kita menunggu perintah baru bergerak? Atau membabi buta saja?” tanya Hoku.
“tidak, kita tidak boleh terburu-buru” jawab Haki.
“boss memanggilku... pasukan juga sedang dipersiapkan... kita akan menemukan mereka.. tapi mari tunggu apa perintah dari boss” jelas Shoku.
“baiklah, kita menunggu lagi...” “aku bosan berdiam diri..” ucap Aron dan Sholan.
“baiklah.. terserah kalian saja.. aku harus pergi sekarang..” balas Shoku.
“menemui boss?” tanya Busos. “kau sudah tau kan?” ...
.
.
Ditempat lain...
“bagaimana berikutnya? Orang seperti apa sebenarnya yang kita hadapi ini?” tanya pasdi pada Hiken.
“di The Moon ada 8 orang pemimpin..” ucap Hiken. “dan kita akan menghabisi mereka?” sela Ronal.
“tidak..” balas Hiken ..”Bukan mereka yang akan kita kalahkan... kita harus membunuh pemimpinnya” lanjut Hiken.
“pemimpin?.. ku kira sejauh ini target kita adalah The Moon?” Ucap Bayu dengan wajah bingung.
“Tidak.. mereka hanya bidak kecil” balas Hiken.
“lalu seperti apakah bidak besar itu?” tanya Ary.
“Sang pemimpin.. pengendali semuanya..” balas Hiken.
“apa sebenarnya tujuan dari sang pemimpin tersebut?” tanya Soppie.
“Merampas semua hak kaum kita....” balas Hiken.. “Apa itu?” tanya Akbar.
“kekuatan kita..”.. “kekuatan?”.. “Iya, seorang yang serakah.. psikopat.. ia suka membunuh... menarik organ dalammu, mengambil kekuatanmu terlebih dahulu sebagai makanan dari kekuatanya, menyerapnya.. lalu bagian tubuhmu yang berguna baginya akan dijual kepasar gelap..”..”Tentu saja itu akan menjadi uang... keuntungan baginya..” Jelas Hiken.
“Jadi, ternyata target besar ini adalah seorang maniak?” tanya Pasdi. “tepat..” balas Hiken. “bukan hanya maniak, .. aku lebih suka menyebutnya perampas segalanya... dengan keserakahan diri dan ego.. ia terus menculik beberapa orang pengguna kekuatan khusus untuk memberi makan kekuatannya, ia ingin menjadi lebih kuat... kegelapan dalam dirinya takkan pernah puas dan tenang, sebelum hasratnya terpenuhi..” balas Hiken.. “dan jika dibiarkan terus, pengguna kekuatan khusus akan lenyap dan punah... hanya ia yang tersisa, maka kehancuranlah yang ada pada kita..” lanjut Hiken lagi.
“jadi dimana perampas ini berada?” tanya Bayu. “kita harus menemukannya.. dan sedang mencari..” jawab Hiken.
“lalu untuk apa pertarungan kita sebelumnya.. jika kita belum mengetahui tempat target kita berada?? Hanya kegilaan??” tanya Sopphie. “tidak, itu bagian dari rencana... kita akan mengetahui keberadaanya... karena kekacauan yang kita buat akan membuatnya bertindak dan menunjukan diri... beberapa orang telah kusuruh untuk mengintai kelompok mereka” Balas Hiken.
“Mungkin kita butuh penjelasan lebih lagi tentang semua ini” ucap Ronal.

Diskusi dilanjutkan dalam ruangan tersebut antara Hiken dan pemuda lainnya... tentang segalanya, tujuan dari aliansi yang dibentuk ini ... strategi menghadapi sang pemimpin,, sang target.. bidak besar..
Sementara disisi lain.
Shoku menaiki tangga ... menuju keatap sebuah gedung tinggi ... diatasnya terdapat beberapa orang yang berjejer membentuk barisan pada sebuah ruangan... perlahan Shoku menuju ruangan tersebut, melewati jajaran pria berjas hitam mengenakan kacamata, ia memasuki ruangan tersebut..
Sosok bayangan Hitam tampak dari kejauhan dari sisi pintu masuk ruangan tersebut, disuatu kursi.. sedang duduk seorang pria... perlahan perawakannya terlihat... rambut hitam pendek, terdapat bekas luka dimata kanannya, sepertinya bekas luka itu berbahaya dan hampir membunuhnya, namun telah sembuh... kuku besi berada pada jari-jarinya. Layaknya seorang raja, pemimpin.. ia duduk dikursi tunggal dalam ruangan tersebut, dijaga oleh beberapa pria yang kelihatannya bukan orang biasa dan terlatih.
Perlahan shoku mendekat, dihadapan pria diatas kursi tersebut, ia membungkukkan diri.
“anda memanggil saya boss?” ucap Shoku.
“aku mendengar tentang beberapa pengacau yang mengganggumu.. jelaskanlah Shoku..” balas Pria diatas kursi tersebut.
“mereka hanya pengacau kecil.. akan segera kami bereskan boss.. kami telah menggerakan beberapa orang untuk mengurusnya.. anda jangan khawatir” ucap Shoku yg masih membungkuk.
“baiklah, sejauh ini The Moon bisa bekerja bagus untuk hal seperti ini... aku akan memberikan kalian kesempatan untuk mengurusnya.. hmm” ucap pria dikursi tersebut kemudian menggigit apel ditangan kanannya.
“lalu?...” lanjutnya. Glekk! “kalau kalian gagal.. aku yang akan mengurusnya..” lanjutnya lagi.
“kupastikan kami tidak akan gagal” ucap Shoku.
“baguslah.. yahhh... semoga saja..” ucap pria di kursi tersebut.. “lalu....” ucapnya terbata.... “mengenai stok barang dipasar... apakah semuanya aman??” tanya nya pada seorang pria disampingnya. “semuanya lancar..” balas pria disampingnya.
“bagus... dan kau Shoku... uruslah masalahmu sampai tuntas... kau boleh pergi” ucapnya. “baiklah, terima kasih boss..” ucap Shoku sembari menunduk dan berbalik dari pria dikursi tersebut...
Swoosshhhh..... aura gelap menyelubungi pria dikursi tersebut ... tuck! Tuck! Tuck! Tuck! Tuck! Tuck! Jari-jari tangan kirinya mengetuk-ngetuk lengan kursi tempatnya duduk... “Bagaimana laporanmu mengenai mereka?” tanyanya lagi pada pria disampingnya. “Pengacau kota, pengguna kekuatan khusus..”.. “begitu, sepertinya The Moon akan kesulitan menghadapi ini... aku punya firasat, aku yang akan menyelesaikannya.... Greesshhh!!” ucapnya dengan tatapan tajam, sembari kembali menggigit buah apel ditangan kanannya.
Shoku yang telah berlalu dari hadapan pria dikursi tersebut... ia menuruni tangga.. menuju bagian dasar bangunan tersebut.. handphonenya berdering.. ia mengambilnya.. lalu melihat pesan yang tertera pada Hpnya.
“Masih belum?.. sulit sekali mendapatkan mereka..” ucap Shoku dengan kesal.
Ia menekan beberapa tombol diHPnya... menaruh HP tersebut ditelinganya. Menghubungi seseorang..
“kirimkan satu kelompok besar... untuk mencari kesudut-sudut kota... dekat hutan.. bahkan telusuri hutannya juga.. buatlah beberapa kekacauan untuk memancing mereka keluar dan dapatkan mereka!!” perintah Shoku pada seseorang ditelepon.

Disisi lain saat senja hari, sebuah bagunan pabrik tua yang telah terbengkalai... didalam ruangan..
“yahh, bagaimana?” ucap Hiken pada seseorang ditelepon. “Begitu?.. baiklah.. lanjutkan kembali pencarian informasi kalian..” ucap Hiken sembari menutup telpon dan menaruh kembali pada saku celananya.
“bagaimana?” tanya Akbar. Pasdi dan yang lainya juga memperhatikan...
“Kelompok lagi yang mereka kirim... membuat beberapa kekacauan... mereka mencoba menemukan kita..” jawab Hiken.
“apa yang akan kita lakukan?” tanya Ronal..
“mari layani mereka.. dan sampaikan pesan kita...” balas Hiken..
“baiklah.. sesuai rencana.. aku siap dengan pesan tersebut..” ...”Yahh, mari lakukan..” ... “Ayo..”.

Bayu, Ronal dan Ary bergegas meninggalkan tempat tersebut..
“baiklah.. sekarang kita lakukan bagian kita” ucap Pasdi pada yang lainnya.. “Mari lakukan” balas Sopphie.
.
.
.
.
.
Sekitar puluhan menit kemudian...
“Jalur ini?” tanya Pasdi pada Sopphie.
Mereka sedang berada disebuah jalan sepi ... menuju suatu tempat ditengah hutan, jauh dipinggiran kota tersebut..
“ya, orang-orang yang kusuruh untuk mengintai menyampaikan informasi bahwa sering melihat beberapa orang aneh dengan jas hitam mengenakan kacamata sering melalui jalan ini, mengawal mobil menuju bangunan didalam hutan ini..” Jawab Sopphie..
“baiklah.. mari kita pastikan sendiri.. tempat apa ini..” Ucap Dage yang segera memasuki hutan tersebut..
“bergerak saat malam.. lebih seperti ninja..” ucapnya lagi..
“kita tak bisa banyak bergerak disiang hari, terlalu banyak yang mengawasi... belum lagi terlalu banyak manusia yg berkeliaran.. saat terjadi pertempuran akan sulit bagi kita untuk mengeluarkan kekuatan..” ucap Hiken.
“mencari petunjuk ya?” ucap Dage..
“mau bagaimana lagi, pasti mereka sedang bersenang-senang sekarang” ucap Akbar.

Disisi lain..
Sebuah jalanan yang dilalui oleh beberapa orang suruhan The Moon..
Berdiri dihadapan mereka .. 3 orang pria yang mereka cari..
Ronal, Bayu dan Ary ..
“baguslah, kita yang mendatangi mereka..” ucap Ary.
“Sungguh murah hati sekali kita ini..” ucap Ronal..
“Mau bagaimana lagi, untuk menyampaikan pesan..” ucap Bayu..

Dari kejauhan, gerombolan orang-orang The Moon semakin mendekat kearah 3 orang tersebut..
“Cukup bernyali juga untuk mendapatkan kita disini” ucap seorang pria pada bagian depan barisan tersebut.
“atau cukup bodoh.. hahaha” ucap pria berambut pirang digerombolan tersebut.
Mereka saling berhadapan satu sama lain diarea jalanan kosong tersebut..
“serahkan diri atau paksa?!!” bentak pria pemimpin gerombolan tersebut..
“kasar sekali..” balas Ary.. “Bagaimana kalau paksaan saja?” balas Ronal juga... “siapa juga yang mau serahkan diri, bodoh ...” ucap Bayu juga...
“bermulut besar juga kalian” ucap pria barisan depan gerombolan tersebut sembari mengepalkan tangannya.. sesuatu muncul dari leher beberapa orang tersebut..
Swoshhh!! .. Ary menghilang.. melesat keudara diatas gerombolan tersebut..
Sezzzzssstttt !! area disekitar Ronal dibekukan olehnya... uap es mulai menyelimuti daerah tersebut..
Harrrggghhh !! Bayu berlari menuju gerombolan tersebut... diselubungi aliran-aliran listrik yang bergejolak bagaikan tertakel... menghaburkan kepingan daratan disekitarnya..
“ini menarik.. ga ha ha ha ha ha!!” ucap seorang pria yang melesat juga kearah Bayu. Beberapa pria dalam gerombolan ituun melesat juga menuju kearah Ronal dan Bayu...
Swosshhh !! Dummmmppphhhh !!! ledakan hantaman pada daratan dibagian belakang gerombolan tersebut.. menghempaskan beberapa orang dari gerombolan tersebut. Ary telah memulai aksinya...
“mari, bersenang-senang... sayangnya aku tak bisa bertarung dengan kuda putihku.. seperti yang pangeran tampan lakukan didalam movie-movie kerajaan..” ucap Ary sembari berbalik dibelakang gerombolan orang-orang tersebut... beberapa pria terlihat tergeletak... beberapa darinya mencoba berdiri kembali.. Swoosshh !! Dughh!!! Ary mementalkan beberapa dengan tendangannya hingga tak bisa berdiri lagi dan tumbang..
Heaarrrgghhh !!!... Pzzzzzsssttt !! Tzzzttt ! Tzzzttt !! “aarrrggggggghhhh!!” teriak beberapa pria yang mengelilingi Bayu... ttersengat oleh petir yang melingkupinya... “tidurlah.. dasar sial..!!” ddkkkgghhh !! teriaknya sembari memuku dan melontarkan beberapa orang dari gerombolan tersebut..
Freeze.. !! Szzztttt !!
Ronal menciptakan hembusan hawa dingin dan memntalkan sejumlah pria yang berlari kearahnya.. Ia mengangkat tangan kanannya... terlihat beberapa bentuk kristal es diatasnya... “selamat malam..” ucapnya sembari mengarahkan tangannya pada sejumlah pria dari gerombolan tersebut.. “aarrgggghhhh !!” teriak mereka..
Ronal menumbangkan sejumlah pria tersebut dengan kekuatannya..
Heehhh... Ehhhh... hehh !!
“selesai..” ucap Ary.. “Sepertinya kita telah selesai..” ucap Bayu.. “Yahh, mereka tak terlalu berarti..” balas Ronal..
Tiba-tiba seorang pria dibelakang Bayu berdiri... “pengguna kekuatan khusus hah?” ucap pria tersebut sembari mengangkat tangan kanannya dan menahannya dengan tangan kirinya... telapak tangannya diarahkan pada Bayu.. Kleerrkk!! Lubang senjata muncul ditangannya.. “!!!!” bayu kaget sembari mencoba berpaling kearah pria tersebut... “Buufhhhh!!!” tembakan dilesatkan dari tangan pria tersebut..
.
.
.
Disisi lain, tempat Dage dan lainya... sisi dalam hutan..
“sejauh ini hanya jalan kosong tak ada apa-apa” keluh Dage..
“kita baru saja memasuki hutan ini, kau terlalu cepat mengeluh..” balas Akbar.
“yahh.. kita hanya....” Sopphie yang ingin mengatakan sesuatu namun ditarik oleh Pasdi dibalik pepohonan dipinggir jalur jalan tengah hutan tersebut dan mulutnya ditutup tangan..
“hmm?” Sopphie kebingungan melihat sekitarnya, Hiken dan yang lainnya ikut bersembunyi... “diam, lihatlah..” bisik Pasdi sembari melirik pada 4 orang pria yang sedang berjalan mendekati mereka..
...
....
....
“Semuanya sudah disiapkan..” ucap seorang pria pada yang lainnya.. “yahh, melakukan pekerjaan seperti ini, membuat bosan saja..” balas pria lainnya.. “seharusnya malam ini aku tidak disini”..”Kenapa?”...”yah, aku ada janji untuk makan malam.. hahaha”... “ada juga orang yang mau makan malam denganmu..” jawab pria lainnya..
“kenapa hanya kita yang ngobrol sendiri” tanya pria satunya.. sembari menoleh kebelakang.. “yahh, tumben mereka berdua diam.. haha”.. balas pria satunya sembari menoleh pada 2 rekannya yang dibelakang.. “!!!!” ... “apa yg terjadi??” ucapnya kaget, sembari melirik pada teman disebelahnya.. temanya hanya diam... lalu tumbang.. “hhaaahhhhhhh!!!”.. “ada apa ini??.. hey kalian?? Bangun...” teriaknya... tiba-tiba greeeekkkkkk!!! Rantai mencekik lehernya... perlahan ia kehilangan kesadarannya.. penglihatannya samar-samar... terlihat 5 orang kearahnya.. bruukkk! Ia tumbang juga.. perlahan matanya tertutup... kesadarannya memudar.. “ka- ka- lian... pe... nyu... sup .....” ucapnya lalu tergeletak begitu saja ...
.
.
.
.
.
Ending of Chapter 6.
Tunggu kelanjutannya dah xd
Capek ngetik colonthree emotikon

.
Makasih buat beberapa nama dalam tokoh cerita, dan makasih atas teror dan tagihannya yang buat q makin puyeng colonthree emotikon .. belum dengan tugas2 yg numpuk, harus lanjutin cerita ini lagi colonthree emotikon .. oh man~
#Statoez #Coercol colonthree emotikon
.
En bai de wei xd
Thanks udah mau baca pacman emotikon ..
.
Original Story by : Pak Tua Hiken

The Unknown Chapter 5









The Unknown
Chapter 5
[ Team ]

Baca chapter sebelumnya untuk tau apa yang terjadi pacman emotikon
Sudah malas kilas balik xd
Back to sceneor plot the story xd

[]=========================.[]
============================.[]

"ada apa dengan tempat ini?" ucap seorang lelaki yang berdiri dipintu café yang telah hancur kondisinya.
"ugh" seorang pemuda yang tergeletak mengerang (?)

Lelaki tersebut berjalan mendekati si pemuda dan mengangkat badannya, ia menarik dada baju si pemuda. "beritau aku apa yang terjadi?".. "sekitar 8 orang …" ucap pemuda tersebut,.. "mereka berkata mencari boss The Moon untuk menghancurkannya.." lanjut pemuda tersebut.

Lelaki tersebut melepaskan pegangan tangannya pada baju si pemuda dan berdiri lalu keluar dari café, ia mengeluarkan sebuah telpon seluler dari saku kirinya dipegang pada tangan kirinya, dengan jas hitam ia berpakaian, kacamata hitam menutupi kedua matanya, topi dan sepatu hitam, sebuah tatoo pada tangan kirinya.
"Ada yang mengincar The Moon" ucapnya pada seseorang ditelpon.
"Mungkin tidak dia sendirian, sepertinya mereka membentuk suatu kelompok.." lanjutnya..
"iya, tempat ini telah hancur, salah satu café tempat pertemuan kita telah dihancurkan, bersama orang-orang Zombie telah dihabisi …. Kita harus bersiap.." ucapnya sembari menutup telpon, berjalan dan menghilang ditangah gelapnya malam.

Sejak kejadian itu banyak orang-orang The Moon dikerahkan untuk mencari posisi Hiken dkk yang telah menyerang tempat mereka, ditiap sudut kota, mereka tidak juga menemukannya.

"kenapa kita harus bersembunyi?" ucap Pasdi yang duduk disofa.
"belum waktunya kita bergerak .." jawab Hiken.
"benar, kita harus memperhitungkan kondisi diluar sana.." ucap Bayu.
"Kondisi apa?" tanya Ary.
"kalau kita bertarung habis-habisan kita bisa menang dengan mudah kok.." ucap sopphie.
"itu benar, untuk apa sembunyi..kita bisa mengalahkan mereka.." ucap Dage.
"Iya, dengan tiap kekuatan kita .. Kita sudah bisa membantai mereka.." ucap Akbar melanjutkan..
"mungkin benar, tapi pasti ada resikonya kan kalau kita membabi buta" balas Ronal melirik kearah Hiken.
"Kita bisa saja membabi buta, tapi kita harus berpikir bagaimana kalau begitu semua orang akan tau tentang kalangan kita yang memiliki kekuatan khusus?, manusia lain akan mulai waspada dan mengancam kaum kita.." jelas Hiken.
"benar juga" ucap Akbar.
"baiklah, jadi apa yang kita tunggu?? Maksudku sampai kapan kita terus bersembunyi?" ucap Ary.
"Sebentar lagi, kita sedang menyusun strategi untuk menghabisi kelompok itu" balas Hiken.
"Mungkin malam besok kita akan mulai bergerak.. Dengan terbagi dalam beberapa team.. " ucap Bayu.
"Jadi kita sudah mempunyai strategi?" tanya Dage.
"Iya, aku yang menyusunnya, besok akan kujelaskan.." ucap Bayu.
"Akhirnya, bisa keluar juga" ucap Pasdi.

Percakapan tersebut terjadi dalam sebuah gedung tua, dilantai dasar, mereka bersembunyi untuk beberapa hari disitu demi menghindari sergapan The Moon, sesekali satu atau dua orang keluar untuk membeli makanan..

( Keesokan malamnya )

"Mari cepat kita harus menemukan mereka segera" ucap seorang pemuda yang membawa beberapa orang menyusuri daerah dekat pabrik tua.
"!!!!!" terlihat dua bayangan oleh pantulan sinar bulan, diatas kelompok tersebut..
"Hei, apa kabar?"
"apa yang kalian cari?"
Ucap Ronal dan Ary.
"Itu mereka! Cepat habisi!" teriak pemuda pemimpin kelompok tersebut menunjuk pada Ronal dan Ary ..
"wahh, mereka begitu antusias" ucap Ary.. "Kita sudah diterima meriah gini.. Ckck" balas Ronal.

Disebuah sisi dekat hutan..
"mereka hanya berdua?".. "apa yang mereka pikirkan??"..
"habisi saja mereka!!"… ucap beberapa pemuda yang berada dalam suatu kelompok.
"Kita akan dihabisi.."
"tidak, aku akan menghabisi mereka" ucap Pasdi membalas Sopphie.
"baiklah.. colonthree emotikon "..

Sisi Lapangan lapang dekat kali monster …
"cuman segini?"
"aku kira lebih banyak.."
"kita dapat bagian yang sedikit"
Ucap Dage dan Bayu …
"Houryyyggghhhhaaaa!!!" segerombolan pemuda maju menghadapi Bayu dan Dage.

Sementara dipinggir kota, kelompok Hiken dan Akbar yang mengurusi bagian kelompok The Moon sekitar sudut kota.
"Ku harap ini tidak berlangsung lama" ucap Hiken.
"Mereka sangat kuat sepertinya" balas Akbar.
"kalian sungguh tau diri ya?, menyerahkan diri pada kami sebelum kami temukan.. Cukup bijak" ucap seorang lelaki botak bertato naga pada wajah sisi kirinya yang mengepalai puluhan pemuda didistrik tersebut.
"lihat dia galak sekali" .."mari langsung saja.." ucap Akbar..
"habisi orang-orang bodoh ini..!" arahan lelaki tersebut pada kelompoknya…

Pertempuran berlangsung dibeberapa titik dimana kelompok The Moon menempatakan kelompok pecahannya yang dikepalai oleh wakil-wakil petinggi The Moon.

Pertempuran terus berlangsung malam tersebut di 4 titik antara dua kubu, tidak diketahui oleh banyak orang tentang hal tersebut sebab ini adalah perang kalangan bawah yang bersembunyi dibalik bayangan manusia..

Disisi lain..
"apa sudah ada kabar tentang kelompok yang menyerang café kita malam itu?" tanya Kenbon salah satu pemimpin The Moon.
"sejauh ini kita hanya tau data-data mereka saja.. Tentang nama mereka saja boss" ucap bawahannya sembari memperlihatkan beberapa lembaran..
"wah, mereka juga berandalan kecil dikota ini ternyata, cukup masuk akal bisa membantai Zombie dan merusak salah satu tempat kita.." ucapnya.
"bagaimana menurutmu Shoku?" liriknya pada salah seorang yang ada diruangan pertemuan tersebut.
"Mereka mengatakan akan mengincar kita kan?" balas Shoku salah satu pemimpin The Moon.
" yaa, mereka akan datang pada kita pastinya" lanjut Busos salah satu pemimpin The Moon.
"kalau begitu kita tidak perlu repot-repot mencari mereka bukan?" balas Hoku..
"aku dan kakak pasti bisa menghajar mereka.."lanjutnya melirik pada Shoku.
"dilihat dari datanya, mereka juga penguasa dikota ini ternyata.." ucap Haoshoku ( salah satu pemimpin The Moon ).
"mereka mengepalai kelompok juga.." ucap Haki.
"sudahlah mereka bukan apa-apa bagi The Moon, kami berdua bisa menghadapi mereka juga fufufu"
"ya ini bukan masalah besar mereka pasti datang untuk menyerahkan diri, kita hanya perlu bersiap.."
Ucap Aron dan Solan.

Hasil dari perundingan The Moon, akan menunggu Hiken dkk datang untuk menghadapi mereka, sementara pertemuan berlangsung disisi lain juga pertempuran sedang terjadi.
Beberapa pemuda terlihat tergeletak dan terluka…
Pertempuran antara team dan team sepertinya telah mencapai puncak ...

Ada apa gerangan dengan pertempuran tersebut?
Ending of chapter 5 .. Xd

Tunggu Next chapter colonthree emotikon
Ah elak.. 3 chapter lagi smpe tamat colonthree emotikon ..
Capek juga ngetik colonthree emotikon ..

Thanks udh baca xd
Aniwei (?) next chapter tunda 2 bulan xd
Ane pulkam mo liburan dulu xd .. Tanpa laptop, tnpa internet xd
Menyatu dgn alam ( senin Modo ) wkwk xd

Original Story by : Pak Tua Hiken.