Kamis, 29 Januari 2015

Lumayan Greget

"heng, minta nomor" pesan singkat dikirimkan seseorang di BBMku.
"nomor?, maksudnya??" jawabku dengan penuh kebingungan sambil terus membaca ulang teks yang dikirimkan tersebut, kali aja ada makna lain yang implicit dipesan tersebut yang harus kupecahkan seperti di film-film detective yang banyak tetangga tonton.
"iya, nomor hp" jawabnya lagi dengan sangat padat dan ngambang.
"nomor?, nomor hp siapa?" tanyaku kembali yang makin bingung dengan datangnya pesan absurd ini padaku.
"Hengkylahh.." jawabnya lagi.
"buat apaan?" tanyaku lagi ... dan kemudian kembali membalas dengan memberikan nomor ponselku padanya.

..
"Oke, makasih.." balasnya..
"Hengky bisa minta tolong gak??.. plissss bangeeettt" lanjutnya lagi...
"apaan?"
"punya baygon gak?"
"hah, baygon?? buat apaan???"
aku makin tegang memperhatikan layar hp kali aja ada balasannya lagi.. sungguh ini malam yang aneh, di pukul 23.30 mendapar pesan absurd yang berisi pertanyaan berhubungan dengan baygon?. awalnya nomor hp sekarang baygon?? apa ini?? "jangan-jangan...." batinku mulai menerka-nerka beribu-ribu hal absurd yang berhubungan dengan baygon, misalnya saja ia (sipengirim pesan) mau bunuh diri dengan baygon, lalu meninggal dengan mengenaskan... polisi yang mengecak kejadian tersebut akan mngecek hpnya dan ternyata disana terdapat percakapanku dengannya disertai nomor ponselku.. "jangan-jangan....." batinku makin mengkhayalkan hal-hal yang aneh... TIDAAAAAKKKKK!

Tung!!
Hpku berbunyi kembali... kucek dengan cepat..
"iya, bantuin doang kalau punya baygon... lagi dlm masalah besar nih heng... bantuin dong.." balasnya lagi dengan aneh, membuatku makin takut saja melanjutkan percakapan ini... jangan-jangan...
"gak ada, emang buat apaan?" balasku dengan cepat untuk memeastikan apa sebenarnya motifnya menghubungiku dan meminta nomor ponselku..
"KECOAKKKK HENGG!!! BANTUINNNNNN!!"
seketika ku melihat balasannya, ingin rasanya ku banting hp kreditanku kelantai kamar kosan, namun takut lantainya retak lagi... Huuhhh hanya bisa menghela nafas melihat jawabannya, kalau itu semua untuk kecoa kenapa gak dibilang dari awal.. dasar sial..

dimalam itu salah seorang temanku sedang diserang kosannya oleh segerombolan kecoa, itulah mengapa ia menghubungiku dan meminta nomor ponselku untuk ditelpon juga agar lebih leluasa menjelaskan kondisinya lewat telpon.
karena aku dikenal sebagai pria sejati yang ga punya fobia makanya ia menghubungiku untuk datang ke kosannya malam itu untuk membasmi kecoa (iya, kecoa) kebayang dah aku sudah lagaknya pahlawan super yang menolong orang tengah malam saat orang sedang kesusahan.. tapi kronisnya ini hanya soal kecoa (sekali lagi, kecoa..)
singkat cerita, kosannya kudatangi dengan tubuh baja berlapiskan adrenalin murni, bermata api jurus pengguncang langit dan bumi, semua kecoa dikosannya kuhajar habis dan selesai. (iya, udah gitu doang... capek tau kalo ngetik panjang lebar).

kamar temanku ini sangat kotor, wajar kalau kecoa ada dimana-mana, padahal ia seorang cewek.. tapi usus bertebaran dimana-mana.. terlebih didalam kamar mandinya, usus-usus beterbangan dengan bebas, pantas saja kecoa suka menghinggapinya, aku curiga usus-usus tersebutlah yang mengundang para kecoa untuk tinggal dikamarnya.

*Usus : kata slank versi ana untuk Pakaian dalam wanita :v

kejadiannya biasa aja, namun penyampaian dianya tentang petaka 'kecoa' tersebut sempat membuatku panik dalam keabsurd-an dan kebingungan... tapi, lumayan gregetlah.. asal jangan diulangi lagi .

(udah mas, iya udah... jangan dibaca lagi...) udah...


udah selesai mas, jangan dibaca lagi :3

Tidak ada komentar:

Posting Komentar