The Unknown
( Chapter 4 )
=[ Mereka yang
berdiri dalam bayangan ]=
Pada chapter
sebelumnya Lead The Destiny berhadapan dengan lead The Demon Hand.
Pertarungan 1 lawan
1, untuk menghentikan perang membuktikan siapakah yang pantas berada pada
posisi puncak dan pemenang atas perang 2 kubu tersebut.
"Heaahhhh!"
ronal melayangkan tinjunya kearah pasdi. "!!!" pasdi kaget lalu
dengan cepat menghindarin serangan ronal.. "Tingg!" dengan kekuatan
cahayanya ia berpindah tempat untuk menghindari pukulan ronal.
"kau terlalu
bersemangat,santai saja.. Fu fu fu" ucap Pasdi yang terlihat berdiri
diatas bongkahan bangunan disisi kiri ronal.
"!!!"
Pasdi kaget, ia melirik kearah kakinya, terlihat kaki sebelahnya telah terbalut
es "Begitu rupanya" ucap pasdi… "saat pukulan tadi bukan hanya
memukul, tapi kau juga menggunakan celah untuk membekukanku sedikit demi
sedikit" lanjutnya..
"kau
menyadarinya juga ya.. Fu fu" balas ronal.
"Baiklah,
sekarang mari kutunjukan .." ucap pasdi seraya membentuk untaian cahaya
pada tangannya lalu menebarkannya kearah ronal..
"ini adalah
jaring cahaya yang kusiapkan untuk menjeratmu" lanjut pasdi.
"tezzzsssttt!"
sebuah tembok es muncul untuk memisahkan mereka berdua, ronal menggunakan
tembok es untuk menahan serangan pasdi.
"cukup licik,
kau menggunakan pembatas untuk menahan seranganku.." ucap pasdi.
"Apa!!"
Pasdi menatap keatasnya terlihat jarum es menghujaninya dalam jumlah yang
besar.. "sial" Pasdi menahan serangan tersebut dengan tameng yang
dibentuknya dari kekuatan cahaya miliknya. Jarum-jarum es tersebut masih terus
menghujaninya seolah tak kan berhenti, "Tingg!" Pasdi berpindah untuk
menjauhi radius hujan es tersebut.. "Hampir saja" ucapnya.
Terlihat ronal yang
berdiri dengan separuh tubuhnya dibalut es "Ia bagaikan iblis es
saja" ucap pasdi.
Suhu dingin mulai
terasa, ya seolah dalam pertarungan itu ronal lah yang unggul, hampir semuanya
telah terselimuti oleh es…
"Deggkk!"
pasdi menghilang dan muncul tepat dihadapan ronal, ia melayangkan tinjunya
kearah wajah ronal. "Uhhkkk" ronal menahan sakit, dan tetap berusaha
berdiri.. "sialan , kemana dia" ronal melirik disekitarnya tak
terlihat pasdi ditempat awal tadi.. "kekuatan cahaya yang sedikit
merepotkan"ujarnya.
Terlihat bayangan
dibelakang Ronal, pasdi yang telah siap dengan untaian tali cahaya pada
tangannya mencekik ronal dari belakang.. "Uukkhhh" ronal tercekik ….
"kau kalah, habislah kau hahaha" tawa pasdi yang terus menahan ronal
dan membuatnya tak dapat bergerak …
Ronal terus berusaha
berontak untuk melepas cekikan pasdi, "ukkhhh, siall" batin ronal..
"!!" pasdi
kaget dengan tubuhnya yang telah diselimuti es juga, "apa ini?? Bagaimana
bisa??" Pasdi bingung dan melepaskan cekikannya lalu membanting ronal
untuk menjauhkan dari dirinya.. "Uugghhh!" ronal yang terpelanting dengan
posisi telungkup, mengangkat kepalanya lalu melirik tajam kearah pasdi..
"kau telah masuk areaku, area ini siapa saja yang ada didalamnya akan
menjadi beku" ucap ronal dengan terbata-bata.
"kau
cepat,namun jarak dekat denganku,secepat apapun, kau akan terkena es yang
melingkupiku dan menyerangmu saat kau dekat denganku.." lanjut ronal…
"!!" Pasdi
yang sudah beku sepenuhnya sudah sulit untuk bergerak.. "sialan es
ini" batin pasdi…
"Heeeeaaahhh!"
Letusan cahaya terlihat, pasdi berhasil melepaskan dirinya dari es tersebut..
"sialan" ucap pasdi seraya pingsan.
Aura disekiitar area
pertarunganpun perlahan normal, suhu kembali normal.. Terlihat ronal yang tak
sadarkan diri dengan posisi tubuh terlungkup dan pasdi yang tergeletak karena
kehabisan tenaga…
--------
Terlihat Hiken
berjalan dijalan kosong menuju suatu tempat..
"siapa yang
datang" ucap seorang pria.
"ntahlah,
kudengar dia Hiken,orang yang banyak menghabisi anggota kelompok kita"
balas pria satunya lagi.
"apa dia
sendiri"
"spertinya
begitu, ia memang selalu bergerak sendiri".
"berapa orang
yang ada ditempat ini?"
"10 orang"
"bawa 8 orang
dan 2 orang bawa formula ini lalu berikan pada boss" ucap pria satunya
memberikan sesuatu pada temannya.
"baiklah"
"cepatlah, kita
akan hadapi dia".
"siap"
jawab pria tersebut lalu pergi.
Hiken memasuki suatu
area yang sepi dikelilingi 9 orang pria dengan wajah ditutupi slayer..
"ada urusan apa
kau dengan kami?" tanya seorang pria diantara sekumpulan tersebut.
"ntahlah, ada
amanat leluhur yang kalian langgar, atau bagaimana kau menyebutnya? Tidak
berprikemanusiaan.." jawan Hiken.
"apa
maksudmu?"
"apa
maksudku?"
"sialan
kau…." ucap pria tersebut yang kemudian dipotong oleh Hiken "kalian
bermain dengan hidup orang lain, menganggap kekuatan adalah segalanya, tidakkah
kalian tau bahwa ini semua sementara?" ucap Hiken melepas jaketnya dan
menyalakan api pada tangan kanannya.
"Heaahhhhh!!"
pria-pria tersebut menyerang Hiken,,, hanya terlihat kobaran api yang menyala
menyelimuti area tersebut, satu persatu mereka terbakar oleh api itu, ada
beberapa yang memiliki kekuatan khusus namun ditelan oleh api itu juga, semuanya
terbakar.. Menyisakan 1 orang yang mampu bertahan namun terluka parah…
"Dimana bossmu?" tanya Hiken mendekati pria tersebut..
"apa
urusanmu?" tanya pria tersebut.
"aku akan
memusnahkannya, ia adalah aib bagi kalangan pengguna kekuatan khusus"
"aku tidak
tau"
"kalau begitu
terbakarlah"..
"AARRRGGGGHHHHH!!!"
jerit pria tersebut yang dilahap api…
----------------
Terlihat satu
cahaya, perlahan makin terang dan menyilaukan ..
Ronal membuka
matanya..
"dimana
ini?.." tanyanya dalam hati
"kau sudah
sadar" ucap seorang pria didekatnya.masih samar-samar tak jelas ia
melihatnya..
"bagaimana
hasilnya? Kau menang melawan lead The Destiny?"..
"apa
urusanmu?"
"ahh, selagi
kita memiliki kekuatan ini kita memang suka bertarung sebelum kita
kehilangannya, ini sementara.."
"siapa kau? Apa
maumu?"
"aku?, yah
hanya mengajak bekerja sama jika kau tertarik, kita akan bertarung
habis-habisan sebelum kehilangan kekuatan ini,jika kau mau.."
"baru saja aku
babak belur, sudah berbicara soal pertarungan"
"haha, tentunya
ini penawaran saat kau sudah pulih"
"Hiken, Enkai
Hibashira.. Kutemui kau saat sudah pulih" balas Ronal.
---------
Beberapa waktu
kemudian, Ronal berjalan pulang dari sekolahnya, dari kejauhan ia melihat
pasdi..
"Sialan
itu" dengan wajah kesal ia memperhatikan.
Ia melanjutkan
perjalanannya kembali..
"hei kau?"
ucap seseorang..
"ah bayu ada
apa?" balas ronal
"tidak, hanya
menyapa, kau mau pulangkan?" balas bayu.
"ia, ini baru
mau pulang"
"oke
barenglah.. Hehe"
"oke"..
"ngomong-ngomong,
apa kau didatangan dia?"
"siapa?"
"si api"
"oh, iya dia
datang saat aku baru sadar"
"ia menyuruhku
menyampaikan padamu tentang malam ini.. Disebuah gedung tua komplek sepi dekat
hutan, datanglah kesitu"
"cihh, ia
berbicara soal pertarungan besar, apa maksudnya itu?"
"jadi dia belum
menjelaskan padamu"
"tentang
apa?"
"tentang
kekuatan kita"
"apa
maksudnya?"
"datang saja
nanti malam, terlalu banyak orang kalau berbicara disini, kau tau kan"
"baiklah.."
"yahhh, sampai
jumpa.." ucap Bayu seraya menuju kerumahnya.
Disepanjang
perjalanan ronal berpikir..
"pertempuran
besar?, bayu juga diajak? Padalah dia selalu kurang tertarik dengan hal yang
tidak jelas, ada apa ini.."
Batin Ronal.
"Hei
bodoh" ucap seseorang dibelakangnya..
"Heh?"
ronal menoleh.. "ada apa kau sialan" balasnya..
"ahh tidak,
hanya menyapa saja hahaha :v " balas Pasdi.
"mengenai
pertempuran kita, mungkin harus menunda dulu, kita punya urusan penting..
Kuharap kau bisa bekerja sama"
"apa
maksudmu"
"sudahlah,
ikuti saja apa yang disarankan bayu padamu, dia pasti telah memberitaukanmu
bukan? Kaliankan teman akrab" balas Pasdi.
"dan
ngomong-ngomong,ini pacarku" pasdi mengenalkan seseorang padanya.
"hehh, Sopphie
Ngengat Malam.."ucapnya "dunia begitu sempit" lanjut ronal.
"yahh, kau
tau??.. Kadang pertempuran bodoh yang kita lakukan membangun suatu hubungan
baik, kita memang akan saling mengerti lewat pertarungan saja.." ucap
Pasdi.
"baiklah, aku
masuk dulu.." ucap ronal seraya menuju kerumahnya.
"apa bayu sudah
memberitaunya?" tanya sopphie.
"ntahlah,
kukira sudah.. Sudahlah mari kita pergi" jawab pasdi.
--------------
In the night ……
--------------
Ronal penasaran
dengan apa yang sebenarnya terjadi dan memutuskan untuk datang pada pertemuan
yang disebutkan Bayu padanya.
"kau sedikit
terlambat" ucap Bayu yang menunggunya.
"dimana
dia?" tanya ronal.
"dia? Mungkin
mereka lebih tepatnya, sekarang kita The Unknown akan bersatu" ucap bayu
seraya menunjuk pada ronal sekumpulan orang yang tengah berkumpul.
……
"kau sudah
disini? Apa kau tertarik juga?" ucap Hiken
"hanya
penasaran saja, bukan tertarik" jawab Ronal
"baiklah
terserah.. Hahaha"..
Ronal melirik
dikanan dan kirinya terlihat beberapa orang yang berkumpul..
Beberapa penguasa
dari kelompok-kelompok tertentu dikota tersebut..
Dari kelompok
Ngengat malam, 4 Kings : Arie, Dage, Bayu, Sopphie,lalu The Destiny : Pasdi
sebagai lead, lalu Akbar sebagai wakil ketua…
lalu Hiken, Enkai Hibashira..
"ada apa
tiba-tiba berkumpul seperti ini? Para lead?" gumam Ronal.
"mungkin kau
bingung? Akan kujelaskan" sela Hiken memudarkan khayal ronal.
"Kau tau, kita
the unknow adalah kalangan tersembunyi dari manusia pada umumnya,kita berbeda,
kita memiliki kekuatan namun pada batas usia tertentu kita kehilangannya,
ntahlah … mungkin kita memang ditakdirkan untuk bertarung pada masa muda… namun
bukan itu persoalannya,dikota ini ada seseorang yang rakus akan kekuatan, ia
menculik kalangan kita dan mencuri kekuatannya untuk ditambahkan pada dirinya,
ia ingin kuat dan abadi, intinya kalau ia tetap bebas, kita akan musnah dan
untuk itulah aku mengumpulkan kalian, untuk bersama bertarung melawan dia"
jelas Hiken.
"tidak bisakah
kau lakukan sendiri?" jawab Ronal.
"tidak,jumlah
mereka banyak atau sangat banyak lebih tepatnya.. Kita akan membentuk team
untuk memerangi mereka dan menghancurkan bossnya, aku perlu kekuatan kalian
para penguasa kota ini"..
"ini hal
serius, aku ikut" ucap bayu.
"kami juga akan
ikut" ucap Sopphie
"yahh, sedikit
bersenang-senang akan menarik" ucap dage
"ini bisa jadi
pesta terakhir sebelum kehilangan kekuatan ini" ucap Pasdi.
"baiklah"
ucap akbar.
"menarik"
ucap Arie.
"apa kau
ikut?" tanya Hiken pada Ronal.
"ini masih
kurang jelas, tapi kalau dipikir-pikir sebentar lagi akan kehilangan kekuatan
ini, tak ada salahnya bersenang-senang sedikit" balas Ronal.
Kaum The Unknown
bersatu melawan sang pencuri kekuatan, ini semua untuk keseimbangan kaum
mereka.
Kaum yang berdiri
didalam bayangan, hanya pertarungan dan kekuatan, itulah identitas mereka.
Ending Chapter 4
Tunggu lanjutannya
ya xd
( pusing q tulis
ceritanya xd )
Original Story by :
Pak Tua Hiken
Tidak ada komentar:
Posting Komentar