Selasa, 17 Juni 2014

The Unknown Chapter 4


The Unknown
( Chapter 4 )



=[ Mereka yang berdiri dalam bayangan  ]=

Pada chapter sebelumnya Lead The Destiny berhadapan dengan lead The Demon Hand.
Pertarungan 1 lawan 1, untuk menghentikan perang membuktikan siapakah yang pantas berada pada posisi puncak dan pemenang atas perang 2 kubu tersebut.

"Heaahhhh!" ronal melayangkan tinjunya kearah pasdi. "!!!" pasdi kaget lalu dengan cepat menghindarin serangan ronal.. "Tingg!" dengan kekuatan cahayanya ia berpindah tempat untuk menghindari pukulan ronal.
"kau terlalu bersemangat,santai saja.. Fu fu fu" ucap Pasdi yang terlihat berdiri diatas bongkahan bangunan disisi kiri ronal.

"!!!" Pasdi kaget, ia melirik kearah kakinya, terlihat kaki sebelahnya telah terbalut es "Begitu rupanya" ucap pasdi… "saat pukulan tadi bukan hanya memukul, tapi kau juga menggunakan celah untuk membekukanku sedikit demi sedikit" lanjutnya..
"kau menyadarinya juga ya.. Fu fu" balas ronal.
"Baiklah, sekarang mari kutunjukan .." ucap pasdi seraya membentuk untaian cahaya pada tangannya lalu menebarkannya kearah ronal..
"ini adalah jaring cahaya yang kusiapkan untuk menjeratmu" lanjut pasdi.

"tezzzsssttt!" sebuah tembok es muncul untuk memisahkan mereka berdua, ronal menggunakan tembok es untuk menahan serangan pasdi.
"cukup licik, kau menggunakan pembatas untuk menahan seranganku.." ucap pasdi.

"Apa!!" Pasdi menatap keatasnya terlihat jarum es menghujaninya dalam jumlah yang besar.. "sial" Pasdi menahan serangan tersebut dengan tameng yang dibentuknya dari kekuatan cahaya miliknya. Jarum-jarum es tersebut masih terus menghujaninya seolah tak kan berhenti, "Tingg!" Pasdi berpindah untuk menjauhi radius hujan es tersebut.. "Hampir saja" ucapnya.

Terlihat ronal yang berdiri dengan separuh tubuhnya dibalut es "Ia bagaikan iblis es saja" ucap pasdi.
Suhu dingin mulai terasa, ya seolah dalam pertarungan itu ronal lah yang unggul, hampir semuanya telah terselimuti oleh es…
"Deggkk!" pasdi menghilang dan muncul tepat dihadapan ronal, ia melayangkan tinjunya kearah wajah ronal. "Uhhkkk" ronal menahan sakit, dan tetap berusaha berdiri.. "sialan , kemana dia" ronal melirik disekitarnya tak terlihat pasdi ditempat awal tadi.. "kekuatan cahaya yang sedikit merepotkan"ujarnya.
Terlihat bayangan dibelakang Ronal, pasdi yang telah siap dengan untaian tali cahaya pada tangannya mencekik ronal dari belakang.. "Uukkhhh" ronal tercekik …. "kau kalah, habislah kau hahaha" tawa pasdi yang terus menahan ronal dan membuatnya tak dapat bergerak …
Ronal terus berusaha berontak untuk melepas cekikan pasdi, "ukkhhh, siall" batin ronal..
"!!" pasdi kaget dengan tubuhnya yang telah diselimuti es juga, "apa ini?? Bagaimana bisa??" Pasdi bingung dan melepaskan cekikannya lalu membanting ronal untuk menjauhkan dari dirinya.. "Uugghhh!" ronal yang terpelanting dengan posisi telungkup, mengangkat kepalanya lalu melirik tajam kearah pasdi.. "kau telah masuk areaku, area ini siapa saja yang ada didalamnya akan menjadi beku" ucap ronal dengan terbata-bata.
"kau cepat,namun jarak dekat denganku,secepat apapun, kau akan terkena es yang melingkupiku dan menyerangmu saat kau dekat denganku.." lanjut ronal…
"!!" Pasdi yang sudah beku sepenuhnya sudah sulit untuk bergerak.. "sialan es ini" batin pasdi…
"Heeeeaaahhh!" Letusan cahaya terlihat, pasdi berhasil melepaskan dirinya dari es tersebut.. "sialan" ucap pasdi seraya pingsan.

Aura disekiitar area pertarunganpun perlahan normal, suhu kembali normal.. Terlihat ronal yang tak sadarkan diri dengan posisi tubuh terlungkup dan pasdi yang tergeletak karena kehabisan tenaga…

--------
Terlihat Hiken berjalan dijalan kosong menuju suatu tempat..
"siapa yang datang" ucap seorang pria.
"ntahlah, kudengar dia Hiken,orang yang banyak menghabisi anggota kelompok kita" balas pria satunya lagi.
"apa dia sendiri"
"spertinya begitu, ia memang selalu bergerak sendiri".
"berapa orang yang ada ditempat ini?"
"10 orang"
"bawa 8 orang dan 2 orang bawa formula ini lalu berikan pada boss" ucap pria satunya memberikan sesuatu pada temannya.
"baiklah"
"cepatlah, kita akan hadapi dia".
"siap" jawab pria tersebut lalu pergi.

Hiken memasuki suatu area yang sepi dikelilingi 9 orang pria dengan wajah ditutupi slayer..
"ada urusan apa kau dengan kami?" tanya seorang pria diantara sekumpulan tersebut.
"ntahlah, ada amanat leluhur yang kalian langgar, atau bagaimana kau menyebutnya? Tidak berprikemanusiaan.." jawan Hiken.
"apa maksudmu?"
"apa maksudku?"
"sialan kau…." ucap pria tersebut yang kemudian dipotong oleh Hiken "kalian bermain dengan hidup orang lain, menganggap kekuatan adalah segalanya, tidakkah kalian tau bahwa ini semua sementara?" ucap Hiken melepas jaketnya dan menyalakan api pada tangan kanannya.

"Heaahhhhh!!" pria-pria tersebut menyerang Hiken,,, hanya terlihat kobaran api yang menyala menyelimuti area tersebut, satu persatu mereka terbakar oleh api itu, ada beberapa yang memiliki kekuatan khusus namun ditelan oleh api itu juga, semuanya terbakar.. Menyisakan 1 orang yang mampu bertahan namun terluka parah… "Dimana bossmu?" tanya Hiken mendekati pria tersebut..
"apa urusanmu?" tanya pria tersebut.
"aku akan memusnahkannya, ia adalah aib bagi kalangan pengguna kekuatan khusus"
"aku tidak tau"
"kalau begitu terbakarlah"..
"AARRRGGGGHHHHH!!!" jerit pria tersebut yang dilahap api…

----------------
Terlihat satu cahaya, perlahan makin terang dan menyilaukan ..
Ronal membuka matanya..
"dimana ini?.." tanyanya dalam hati
"kau sudah sadar" ucap seorang pria didekatnya.masih samar-samar tak jelas ia melihatnya..
"bagaimana hasilnya? Kau menang melawan lead The Destiny?"..
"apa urusanmu?"
"ahh, selagi kita memiliki kekuatan ini kita memang suka bertarung sebelum kita kehilangannya, ini sementara.."
"siapa kau? Apa maumu?"
"aku?, yah hanya mengajak bekerja sama jika kau tertarik, kita akan bertarung habis-habisan sebelum kehilangan kekuatan ini,jika kau mau.."
"baru saja aku babak belur, sudah berbicara soal pertarungan"
"haha, tentunya ini penawaran saat kau sudah pulih"
"Hiken, Enkai Hibashira.. Kutemui kau saat sudah pulih" balas Ronal.

---------
Beberapa waktu kemudian, Ronal berjalan pulang dari sekolahnya, dari kejauhan ia melihat pasdi..
"Sialan itu" dengan wajah kesal ia memperhatikan.
Ia melanjutkan perjalanannya kembali..
"hei kau?" ucap seseorang..
"ah bayu ada apa?" balas ronal
"tidak, hanya menyapa, kau mau pulangkan?" balas bayu.
"ia, ini baru mau pulang"
"oke barenglah.. Hehe"
"oke"..
"ngomong-ngomong, apa kau didatangan dia?"
"siapa?"
"si api"
"oh, iya dia datang saat aku baru sadar"
"ia menyuruhku menyampaikan padamu tentang malam ini.. Disebuah gedung tua komplek sepi dekat hutan, datanglah kesitu"
"cihh, ia berbicara soal pertarungan besar, apa maksudnya itu?"
"jadi dia belum menjelaskan padamu"
"tentang apa?"
"tentang kekuatan kita"
"apa maksudnya?"
"datang saja nanti malam, terlalu banyak orang kalau berbicara disini, kau tau kan"
"baiklah.."
"yahhh, sampai jumpa.." ucap Bayu seraya menuju kerumahnya.

Disepanjang perjalanan ronal berpikir..
"pertempuran besar?, bayu juga diajak? Padalah dia selalu kurang tertarik dengan hal yang tidak jelas, ada apa ini.."
Batin Ronal.
"Hei bodoh" ucap seseorang dibelakangnya..
"Heh?" ronal menoleh.. "ada apa kau sialan" balasnya..
"ahh tidak, hanya menyapa saja hahaha :v " balas Pasdi.
"mengenai pertempuran kita, mungkin harus menunda dulu, kita punya urusan penting.. Kuharap kau bisa bekerja sama"
"apa maksudmu"
"sudahlah, ikuti saja apa yang disarankan bayu padamu, dia pasti telah memberitaukanmu bukan? Kaliankan teman akrab" balas Pasdi.
"dan ngomong-ngomong,ini pacarku" pasdi mengenalkan seseorang padanya.
"hehh, Sopphie Ngengat Malam.."ucapnya "dunia begitu sempit" lanjut ronal.
"yahh, kau tau??.. Kadang pertempuran bodoh yang kita lakukan membangun suatu hubungan baik, kita memang akan saling mengerti lewat pertarungan saja.." ucap Pasdi.
"baiklah, aku masuk dulu.." ucap ronal seraya menuju kerumahnya.
"apa bayu sudah memberitaunya?" tanya sopphie.
"ntahlah, kukira sudah.. Sudahlah mari kita pergi" jawab pasdi.

--------------
In the night ……
--------------
Ronal penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi dan memutuskan untuk datang pada pertemuan yang disebutkan Bayu padanya.
"kau sedikit terlambat" ucap Bayu yang menunggunya.
"dimana dia?" tanya ronal.
"dia? Mungkin mereka lebih tepatnya, sekarang kita The Unknown akan bersatu" ucap bayu seraya menunjuk pada ronal sekumpulan orang yang tengah berkumpul.

……
"kau sudah disini? Apa kau tertarik juga?" ucap Hiken
"hanya penasaran saja, bukan tertarik" jawab Ronal
"baiklah terserah.. Hahaha"..

Ronal melirik dikanan dan kirinya terlihat beberapa orang yang berkumpul..
Beberapa penguasa dari kelompok-kelompok tertentu dikota tersebut..
Dari kelompok Ngengat malam, 4 Kings : Arie, Dage, Bayu, Sopphie,lalu The Destiny : Pasdi sebagai lead, lalu Akbar sebagai wakil ketua…  lalu Hiken, Enkai Hibashira..

"ada apa tiba-tiba berkumpul seperti ini? Para lead?" gumam Ronal.
"mungkin kau bingung? Akan kujelaskan" sela Hiken memudarkan khayal ronal.
"Kau tau, kita the unknow adalah kalangan tersembunyi dari manusia pada umumnya,kita berbeda, kita memiliki kekuatan namun pada batas usia tertentu kita kehilangannya, ntahlah … mungkin kita memang ditakdirkan untuk bertarung pada masa muda… namun bukan itu persoalannya,dikota ini ada seseorang yang rakus akan kekuatan, ia menculik kalangan kita dan mencuri kekuatannya untuk ditambahkan pada dirinya, ia ingin kuat dan abadi, intinya kalau ia tetap bebas, kita akan musnah dan untuk itulah aku mengumpulkan kalian, untuk bersama bertarung melawan dia" jelas Hiken.

"tidak bisakah kau lakukan sendiri?" jawab Ronal.
"tidak,jumlah mereka banyak atau sangat banyak lebih tepatnya.. Kita akan membentuk team untuk memerangi mereka dan menghancurkan bossnya, aku perlu kekuatan kalian para penguasa kota ini"..

"ini hal serius, aku ikut" ucap bayu.
"kami juga akan ikut" ucap Sopphie
"yahh, sedikit bersenang-senang akan menarik" ucap dage
"ini bisa jadi pesta terakhir sebelum kehilangan kekuatan ini" ucap Pasdi.
"baiklah" ucap akbar.
"menarik" ucap Arie.

"apa kau ikut?" tanya Hiken pada Ronal.
"ini masih kurang jelas, tapi kalau dipikir-pikir sebentar lagi akan kehilangan kekuatan ini, tak ada salahnya bersenang-senang sedikit" balas Ronal.

Kaum The Unknown bersatu melawan sang pencuri kekuatan, ini semua untuk keseimbangan kaum mereka.
Kaum yang berdiri didalam bayangan, hanya pertarungan dan kekuatan, itulah identitas mereka.

Ending Chapter 4
Tunggu lanjutannya ya xd
( pusing q tulis ceritanya xd )

Original Story by : Pak Tua Hiken

Tidak ada komentar:

Posting Komentar