Senin, 19 Mei 2014

Fiction Scene

Mentari pagi bersinar serah diawal hari yang begitu cantik, tampak seorang lelaki berjalan sendiri menuju sebuah toko biru tua yang terletak tak jauh dari pinggir jalanan, cukup dekat dengan riuhnya suasana kota.

seorang wanita muda dengan parasnya yang cantik menjaga toko milik orang tuanya hari itu.
lelaki tersebut memasuki toko, disambut senyum ramah sang wanita yang berwajah anggun dan manis dengan senyum iklas diwajahnya "Ada yang bisa saya bantu?" sambutnya dengan ramah.
"ahh tidak, saya hanya melihat-lihat sebentar, barangkali ada yang saya perlukan ditempat ini.. mungkin seperti makanan atau perabotan lainya"..
"baiklah kalau begitu silahkan diperiksa saja dulu" balas wanita tersebut dengan senyuman.
Pria tersebut menuju pada sebuah rak buku tua, dilihat dan diperiksanya buku tersebut satu persatu barangkali akan ditemukannya bahan bacaan yang cocok baginya untuk mengisi waktu luang.
matanya tertuju pada sebuah buku yang dengan melihat covernya saja sudah membuat penasaran, diambilnya buku tersebut dan ditanyakannya pada si wanita penjaga toko.
"ini buku tentang apa?" tanya pria tersebut sembari menunjukan buku yang ia pegang pada tangan kanannya.
"oh.. itu buku "Penghapus" tentang kisah perseteruan antara kegelapan dan cahaya, tentang ambisi dan dendam, coba aja dilihat dulu, bukunya lumayan seru untuk dibaca" jelas wanita penjaga toko tersebut.

dalam batin pria tersebut ia penasaran tentang isi buku  yang telah ia pegang, dilihatnya baik-baik cover buku tersebut tak terdapat nama pengarangnya.. dilihatnya disisi belakang buku tersebut tertulis "Pak Tua Hiken"..

pikirnya daripada diburu rasa penasaran, dibawanya buku itu kepada penjaga toko tersebut, ditanyakannya berapa harganya, si wanita mengatakan harga buku tersebut dan ia membelinya.
keluarlah pria tersebut dari toko yang ia jumpai, sang wanita penjaga toko tetap memperhatikannya dari jauh, berubah perlahan wajah wanita tersebut makin beda dan akhirnya menjadi sosok wanita lain, dengan rantai yang muncul disekitarnya, dipegangnya salah satu rantai tersebut dengan tangan kanannya, "Ini dia, dimulai... (Penghapus)...".

- Scene -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar