-- Chapter 3b--
--[ Lautan Kekuatan
dan Pertarungan ]--
Pascapertempuran
Ngengat Malam X The Destiny.
Keduanya kini telah
menjadi sahabat dan teman, kekuatan bisa membawa orang dalam pertempuran
perebutan kekuasaan, namun kekuatan juga bisa membawa orang pada rasa teman dan
persaudaraan.
Kabar tentang
pertempuran itu meluap hingga keseluruh sisi kota, dikalangan para pengguna
kekuatan khususnya "The Unknowners".
"Mengenai
pertempuran malam itu tak ada yang melihatnya hingga akhir, yanpasti
berlangsung dengan seru, kita tak tau siapa pemenangnya.." ucap seorang
pria. "Hah…. Jadi begitu, yah sudahlah.. Itu bukan urusan kita kan,
kehihihihi .. ". "lebih baik aku jalan-jalan saja sebentar dikota
untuk mencari udara segar, yahhh kalian bisa menghubungiku jika ada tikus yg
nakal dengan kekuatannya.." Ujar Hiken yang seraya pergi meninggalkan
tempat persembunyian Enkai Hibashira.
Hiken berjalan
menuju kota, hingga sampai ditengah-tengah kota, ia berjalan-jalan untuk
menghabiskan waktu saja…
Disisi lain Ronal
juga sedang jalan santai untuk menghabiskan waktunya.. Dari kejauhan ia
memperhatikan Hiken..
"orang
itu.." ucap Ronal memicingkan matanya dan memastikan apa yg ia lihat , ia
memperhatikan Hiken.. "dia si bodoh yang waktu itu ya.." lanjutnya
lagi. Hingga berpapasan dekat dengan Hiken.. Mereka berjalan saling melewati
Ronal tetap memperhatikan gerak Hiken..
Mereka berlalu… lalu
Ronal berbalik.. "Hei..!! Ahhhhhhh!" baru saja ia hendak berteriak,
tak disangka Hiken mendekatkan wajahnya dengan seram kearah Ronal, membuat
Ronal terpental karena kaget.. "Bodoh! Apa yang kau lakukan..!"
bentak Ronal."hahahaha … kau sendiri apa yang kau lakukan.." jawab
Hiken.. "Bodoh.. Kau yang waktu itu kan!" . "Iyahhh, ntahlah
sepertinya kita pernah bertemu, hihi.." Hiken menjawab dengan ekspresi
polos.
"aku tau siapa
kau, ikutlah denganku sebentar" ucap Ronal dengan xpresinya yang berubah
menjadi sangat serius. "wah, ada apa?.. Yah baiklah.." Hiken menjawab
seraya mengikuti Ronal.
Mereka sampai
disebuah lapangan sepi disenja itu.
"beberapa saat
yang lalu aku mendengar tentang pertempuran hebat antara kelompok yang disebut
The Destiny dan Ngengat Malam.. Itu membuat nama mereka menjadi naik dan
ditakuti dikalangan kita .." Ronal mulai berbicara kepada Hiken dilapangan
tersebut..
Hiken hanya duduk
dengan posisi jongkok.. "Yahhh ,, lalu? Apa maumu dari itu semua..?"
jawab Hiken.
"Aku tau siapa
kau,.. Kau pemimpin dari sebuah kelompok "ENKAI HIBASHIRA".. Dan
kaulah yg banyak membasmi para pengguna kekuatan khusus yang brutal.."
."wahh tak kusangka aku begitu terkenal.. Hahaha.." jawab Hiken.
"Banyak
informasi yg aku cari tentang beberapa kelompok dikota ini… namun 3 nama
kelompok diantara banyak kelompok tersebut yang membuatku ingin
menghancurkannya adalah NGENGAT MALAM!, THE DESTINY dan ENKAI HIBASHIRA !!...
Akan kuhancurkan kalian.. Dimulai dari Enkai Hibashira..!".. Teriak
Ronal.. "Lalu? Itu saja tujuanmu..?".. Tanya Hiken.
"Yahhh, Ngengat
Malam sudah melawan The Destiny.. Dari yang kutau The Destiny menang,
pemimpinnya berhasil mengalahkan lead 1 Ngengat Malam, namun sekrang mereka
malah menjadi aliansi, rencanaku adalah menghancurkan semua kelompok dikota
ini, dan semuanya akan tunduk dibawah The Demon Hand!" Bentak Ronal..
Bzzssstttt… Hujan es
dimulai …
Rumput-rumput dan
are sekitar Ronal mulai membeku dengan cepat .. Aura udara yang sangat dingin…
"Kami The Demon
hand akan memulai untuk meraih posisi atas dikota ini diantara kalangan The
Unknown…" Ucap Ronal dengan melepaskan jaketnya.. Aura udara disekitarnya
sudah bagaikan aura badai salju… Szzzzzttttt!! Ronal melesat dengan cepat ke arah
Hiken… denga jalur Esnya ia telah berada tepat depan Hiken, diarahkan
pukulannya pada wajah Hiken hingga mementalkannya…. "uugghhhhhh!!!.."
Hiken merintih .. Dan terbanting kebelakang..
Ia bangkit kembali
dan diusapnya hidung dengan tangan kanannya.. "Darahhhh??.." ucap
Hiken dengan xpresi jengkel… Darah terus keluar dari hidungnya … "Sialan
kau!! " lanjutnya menahan darah di hidungnya…
Bwuuurrssshhhh ! Api
menyala dengan terang diarea Hiken, menyalakan api pada tangan kanan dan
kirinya, ia mulai untuk membakar sekitarnya,, tubuhnya terbakar bagaikan
kobaran nafas Phoenix …
Bzzztztttttt !! Tep!
Ronal dengan cepat telah melesat kearah Hiken dan mengarahkan tinjunya pada
Hiken.. "!!!" Tinju Ronal terhenti, diblok oleh tangan kiri Hiken..
Bwuurrssssttt! Tangan kanan Hiken dengan nyala api diarahkan pada dada Ronal, membakarnya
dan mementalkannya dengan jauh… hingga tak bisa bangkit lagi … jalur
terpentalnya Ronal yang dibalut Es telah mencair…
"Es ku
mencair…???" Ronal kaget dan heran..
"Kau tau api
adalah sesuatu yang membakar?, tapi api dari neraka adalah pemusnah apapun,
termasuk es akan cair dibuatnya, api ini tidak menyala dengan kekuatan saja,
tapi dinyalakan dari hati oleh tekad dari neraka terdalam!.."Bentak
Hiken..
Pandangan Ronal
mulai buyar.. Serasa rabun.. Tidak jelas.. Ia pingsan …
Hiken berlalu
meninggalkan tempat itu …
.
.
.
.
.
.
.
.
Ronal dialam bawah
sadarnya, terlihat olehnya sebuah api yang menyala-nyala menuju kearahnya
dengan cepat, api tersebut membesar dan mengerumuninya mencoba untuk membakar
dirinya… "WWAAAAHHHHHH!!!" Bbssstttt! Ronal tersentak siuman dari
pingsannya, dibekukannya area sekitarnya..
"B- Bossss! Kau
tdk apa2..? Kau sudah sadar.. " Ucap seorang pria.
"Hah?,
bagaimana aku bisa ada disini?" tanya Ronal kebingungan melihat
sekitarnya.
"tadi aku yang
membawamu, kau tergeletak didepan tempat kita…" jelas seorang pria
kepadanya.
".. Ishima..,
apa ada orang lain yang kau lihat?".. "Tidak, hanya kau saja yang
tergeletak dengan babak belur didepan markas ini.." Jawab Ishima Wakil
ketua Left Hand of The Demon.
"Begitu.."
ucap Ronal, kemudian dikhayalnya ia mengingat kembali peristiwa yang barusa
terjadi pada dirinya..
"Cihhh, sudah
berapa lama aku pingsan?" tanya nya lagi.. "Mungkin hanya 10
menit.." jawab Ishima.
"10 menit
ya?... Sial.. Hufffppphh, baiklah.. Kumpulkan semua pasukan, aku ingin
membicarakan sesuatu.." perintah Ronal.
"baiklah",
ucap Ishima.
.
.
.
.
.
Berkumpulnya semua
anggota The Demon Hand!
Mempersiapkan
segalanya, The Demon Hand mengincar posisi puncak untuk menguasai kota.
"Biarkan aku
bersenang-senang dahulu.. Sesudah itu kalian bergerak sesuai perintahku.."
ujar Ronal pada semua anggotanya.
"Baiklahh","Siappp".."Oke
boss" ucap semuanya..
-----
Malam berikutnya…
Tora berjalan menyusuri sebuah jalan sepi, hendak menuju ke tempat perkumpulan
The Destiny….
Berdiri dihadapannya
seorang pria yang menghadang jalanya.
"siapa
kau?" tanya Tora…
"Tidak perlu
tau siapa, cukup tau dari tangan dipunggungku ini.." ucap pria tersebut..
Pria tersebut
menyerang Tora dan menewaskannya, ia terluka parah akhirnya tak selamat
nyawanya berakhir akibat serangan pria tersebut.
".. Dengan
tangan iblis dipunggung bajunya, ia menyerang Tora dengan cepat… The Demon
Hand.. Tak salah lagi, itulah nama kelompoknya.." ucap seorang pria yang
menjelaskan pada Pasdi. "Bagaimana kau bisa dapat informasi ini?"
tanya Pasdi. "ada seseorang yang melihat kejadian itu, aku telah
mengintrogasinya, dan itulah info yang ia berikan… apakah kita akan membalas
kematian Tora..?"tanya seorang pria pada Pasdi.
"Hahhh, tunggu
saja kalian perintah dariku, akan kulakukan sendiri…" ujar Pasdi seraya
pergi dan berlalu.
Terlihat Ishima
sedang duduk disebuah kursi tua, didekat hutan dengan dipancari sinar bulan
yang amat terang, ia membaca buku dibawahnya…
"Hemmm.. Mau
apa kau, Pasdi The Destiny?" Ucap Ishima, menghentikan bacanya, seraya
melirik kearah Pasdi yang telah berdiri disisi kanannya agak jauh..
"Apa kalian
yang membunuh Tora?" tanya Pasdi..
"Ntahlah,, aku
tidak terlalu tau, kenapa kau tak memastikannya saja.." Ucap Ishima seraya
berdiri dan menyimpan bukunya.
"Kau sedikit
keras kepala.." ucap Pasdi dengan wajah dingin.
Set! Ishima
mengambil ranting yang jatuh ditanah dan mengubahnya menjadi pedang…
heaahhhhhh!! Ia melesat kearah Pasdi mencoba untuk menebaskannya pada Pasdi
namun dengan cepat pasdi menghilang dan muncul dibelakangnya, ia berhasil
menendang punggung ishima dan mementalkannya… Uhuuuukkkk!!!
Ishima terpental
jauh… "Cihhh, sialan kau!" Ucap Ishima seraya bangkit dan mengambil
dedaunan dengan cepat pada semak-semak…
Heahhhhh!!! Ia
melemparkan daun-daun tersebut kearah Pasdi dan berubahlah daun tersebut jadi
puluhan pisau yang seolah menghujani Pasdi… "Ciihhh!!" pasdi mencoba
untuk menghindari serangan tersebut, satu pisau berhasil mengenai lengan
kirinya membuat sobek lengan bajunya dan menggoreskan luka pada lengan
kirinya..
"Matilah
kau.." Ucap Pasdi melirik ke arah lukanya lalu menatap marah kearah
Ishima..
"heeeeaaarggghhhh!!"
Ishima berlari kearah Pasdi dengan cepat, diarahkannya pedang pada pasdi
mencoba menebasnya..
Lightning!!
Pasdi menghilang dan terlihat 18m diatas Ishima, Ia melesat dengan cepat dan menendang Ishima pada dagunya dengan kaki kanan, mementalkannya…
Pasdi menghilang dan terlihat 18m diatas Ishima, Ia melesat dengan cepat dan menendang Ishima pada dagunya dengan kaki kanan, mementalkannya…
Ishima berusaha
berdiri kembali setelah terpental jauh dan babak belur,,
Saat ia berdiri,
treepppp! Kaki kanannya telah patah terkena tendangan pasdi yang telah berada
dibelakangnya… Ugkkkk!! Perutnya terkena sikut pasdi yg dengan sangat cepat
menyerangnya..
Tulang tangan nya
juga dipatahkan…
Hhuuuffhhhhhhppgghhhh!!!
Pasdi mencekik lehernya dari belakang dengan tangannya, pedang terlepas dari
tangan Ishima, ditangkap oleh pasdi lalu ditancapkannya pada jatung Ishima…
Uugghhhkkkkk!!
Ishima terdiam kaku, dan tumbang dengan pedang yang tertancap dijantungnya…
"Pembalasan lah
yang ada kalau sudah berurusan dengan The Destiny.. Ini untuk Tora.." Ujar
Pasdi menatap tubuh Ishima..
Pasdi menatap
kelangit, terlihat bulan bersinar sangat terang malam itu..
"Tora, ini
adalah pembalasan atas orang yang membunuhmu, maaf kau harus kesana lebih
cepat…." Pasdi menatap bulan dengan sendu.
"Karena waktu
tak pernah berhenti berdetak…….Waktu telah mengubah segalanya…..Tapi kenanganmu
takkan pernah hilang.." Pasdi menghela nafas.. "Pertarungan ini akan
terus berlangsung, tekad kita akan terus dilanjutkan …." Lanjut Pasdi, seraya
pergi dan menghilang dari tempat itu..
Karena 2 orang yang
telah meninggal, 1 dari The Destiny, 1 dari The Demon Hand… dua kubu itu terus
berperang dan menimbulkan banyak kekacauan, keduanya setuju untuk
menyelesaikannya dalam sebuah pertarungan saja…
--Pertemuan!--
Dua kubu terlihat
berdiri didua sisi, saling berhadapan, ditengah hutan yang disebut hutan naga..
Tak ada pasuka,
hanya 2 lead masing-masing kubu yang berhadapan, pertarungan 1 vs 1 lebih baik
bagi mereka untuk menyelesaikan masalah ini…
"Kau dendam
ya?, Ishima kau bunuh juga.. Hah.. Padahal waktu itu hanya kecelakaan,
anggotamu terlalu lemah hingga menerima sedikit pukulan sudah membuatnya
mati.." Ujar Ronal menatap kearah Pasdi dengan senyuman.
"Tidak juga,
aku hanya ingin lihat.. Seberapa hebatnya orangmu, ternyata ia sangat
mengecewakan.. Dengan mudah ia terbunuh oleh pedang yang merupakan kekuatan yg
ia ciptakan sendiri.. Ahaha" Jawab Pasdi balas menatap Ronal.
"Yahhh...Karena
manusia akan mengerti, ketika sudah terlambat.." Ucap Ronal.. "Aku
salah, maafkan aku… terlalu bersemangat untuk memulai perang ini, hingga
membunuh anak buahmu, tapi sudahlah tak ada juga gunanya menyesal.."
Lanjut Ronal..
"Kesalahan Dan
Dosa Adalah Seperti Sebuah Luka" ucap Pasdi..
"Kesalahan
Adalah Sebuah Luka yg Perlu Ditutup Agar Tidak Terinfeksi Dan Semakin
Parah.Tapi Dosa Bagaikan Luka Gigitan Ular Berbisa yg Tidak Akan Sembuh Jika
Hanya Ditutup." Lanjutnya ….
"Jika Kau
Tergigit Ular Berbisa Kau Harus Berani Mengambil Resiko Dengan Menghisap Luka
Tsb Meskipun Kemungkinan Kau Akan Menelan Racunnya. Tapi Itu Lebih Baik
Daripada Kau Hanya Diam Dan Membiarkan Racunnya Menyebar Dan Menjadi Semakin
Parah. " Jleas Pasdi dengan kata-katanya..
"Dosamu adalah
membunuh seseorang dan kesalahanmu adalah bermain dengan The Destiny, iblis
yang mengendalikan takdir.." Ucap Pasdi sembari memutar cincin pada tangan
kirinya..
"Ini tak ada
gunanya, mari selesaikan saja disini…" Ujar Ronal membekukan areanya…
Pasdi kerlap kerlip
disekitarnya… muncul untai-untaian cahaya bagaikan tali disekitar tangannya..
"Biar aku tunjukan kekuatan cahaya yang sebenarnya, aku tidak akan
main-main ini pertarungan yang sebenarnya.." Ujar Pasdi menatap Ronal!
Battle Lead The
Destiny X The Demon Hand!
Ending Chapter 3b !
Nantikan
kelanjutannya di chapter berikutnya ya :v /
Original Story by :
Pak Tua Hiken
Tidak ada komentar:
Posting Komentar