Senin, 19 Mei 2014

The Unknown Chapter 3b




-- Chapter 3b--

--[ Lautan Kekuatan dan Pertarungan ]--

Pascapertempuran Ngengat Malam X The Destiny.
Keduanya kini telah menjadi sahabat dan teman, kekuatan bisa membawa orang dalam pertempuran perebutan kekuasaan, namun kekuatan juga bisa membawa orang pada rasa teman dan persaudaraan.

Kabar tentang pertempuran itu meluap hingga keseluruh sisi kota, dikalangan para pengguna kekuatan khususnya "The Unknowners".

"Mengenai pertempuran malam itu tak ada yang melihatnya hingga akhir, yanpasti berlangsung dengan seru, kita tak tau siapa pemenangnya.." ucap seorang pria. "Hah…. Jadi begitu, yah sudahlah.. Itu bukan urusan kita kan, kehihihihi .. ". "lebih baik aku jalan-jalan saja sebentar dikota untuk mencari udara segar, yahhh kalian bisa menghubungiku jika ada tikus yg nakal dengan kekuatannya.." Ujar Hiken yang seraya pergi meninggalkan tempat persembunyian Enkai Hibashira.

Hiken berjalan menuju kota, hingga sampai ditengah-tengah kota, ia berjalan-jalan untuk menghabiskan waktu saja…
Disisi lain Ronal juga sedang jalan santai untuk menghabiskan waktunya.. Dari kejauhan ia memperhatikan Hiken..

"orang itu.." ucap Ronal memicingkan matanya dan memastikan apa yg ia lihat , ia memperhatikan Hiken.. "dia si bodoh yang waktu itu ya.." lanjutnya lagi. Hingga berpapasan dekat dengan Hiken.. Mereka berjalan saling melewati Ronal tetap memperhatikan gerak Hiken..
Mereka berlalu… lalu Ronal berbalik.. "Hei..!! Ahhhhhhh!" baru saja ia hendak berteriak, tak disangka Hiken mendekatkan wajahnya dengan seram kearah Ronal, membuat Ronal terpental karena kaget.. "Bodoh! Apa yang kau lakukan..!" bentak Ronal."hahahaha … kau sendiri apa yang kau lakukan.." jawab Hiken.. "Bodoh.. Kau yang waktu itu kan!" . "Iyahhh, ntahlah sepertinya kita pernah bertemu, hihi.." Hiken menjawab dengan ekspresi polos.

"aku tau siapa kau, ikutlah denganku sebentar" ucap Ronal dengan xpresinya yang berubah menjadi sangat serius. "wah, ada apa?.. Yah baiklah.." Hiken menjawab seraya mengikuti Ronal.

Mereka sampai disebuah lapangan sepi disenja itu.
"beberapa saat yang lalu aku mendengar tentang pertempuran hebat antara kelompok yang disebut The Destiny dan Ngengat Malam.. Itu membuat nama mereka menjadi naik dan ditakuti dikalangan kita .." Ronal mulai berbicara kepada Hiken dilapangan tersebut..
Hiken hanya duduk dengan posisi jongkok.. "Yahhh ,, lalu? Apa maumu dari itu semua..?" jawab Hiken.
"Aku tau siapa kau,.. Kau pemimpin dari sebuah kelompok "ENKAI HIBASHIRA".. Dan kaulah yg banyak membasmi para pengguna kekuatan khusus yang brutal.." ."wahh tak kusangka aku begitu terkenal.. Hahaha.." jawab Hiken.
"Banyak informasi yg aku cari tentang beberapa kelompok dikota ini… namun 3 nama kelompok diantara banyak kelompok tersebut yang membuatku ingin menghancurkannya adalah NGENGAT MALAM!, THE DESTINY dan ENKAI HIBASHIRA !!... Akan kuhancurkan kalian.. Dimulai dari Enkai Hibashira..!".. Teriak Ronal.. "Lalu? Itu saja tujuanmu..?".. Tanya Hiken.
"Yahhh, Ngengat Malam sudah melawan The Destiny.. Dari yang kutau The Destiny menang, pemimpinnya berhasil mengalahkan lead 1 Ngengat Malam, namun sekrang mereka malah menjadi aliansi, rencanaku adalah menghancurkan semua kelompok dikota ini, dan semuanya akan tunduk dibawah The Demon Hand!" Bentak Ronal..

Bzzssstttt… Hujan es dimulai …
Rumput-rumput dan are sekitar Ronal mulai membeku dengan cepat .. Aura udara yang sangat dingin…
"Kami The Demon hand akan memulai untuk meraih posisi atas dikota ini diantara kalangan The Unknown…" Ucap Ronal dengan melepaskan jaketnya.. Aura udara disekitarnya sudah bagaikan aura badai salju… Szzzzzttttt!! Ronal melesat dengan cepat ke arah Hiken… denga jalur Esnya ia telah berada tepat depan Hiken, diarahkan pukulannya pada wajah Hiken hingga mementalkannya…. "uugghhhhhh!!!.." Hiken merintih .. Dan terbanting kebelakang..
Ia bangkit kembali dan diusapnya hidung dengan tangan kanannya.. "Darahhhh??.." ucap Hiken dengan xpresi jengkel… Darah terus keluar dari hidungnya … "Sialan kau!! " lanjutnya menahan darah di hidungnya…
Bwuuurrssshhhh ! Api menyala dengan terang diarea Hiken, menyalakan api pada tangan kanan dan kirinya, ia mulai untuk membakar sekitarnya,, tubuhnya terbakar bagaikan kobaran nafas Phoenix …

Bzzztztttttt !! Tep! Ronal dengan cepat telah melesat kearah Hiken dan mengarahkan tinjunya pada Hiken.. "!!!" Tinju Ronal terhenti, diblok oleh tangan kiri Hiken.. Bwuurrssssttt! Tangan kanan Hiken dengan nyala api diarahkan pada dada Ronal, membakarnya dan mementalkannya dengan jauh… hingga tak bisa bangkit lagi … jalur terpentalnya Ronal yang dibalut Es telah mencair…
"Es ku mencair…???" Ronal kaget dan heran..
"Kau tau api adalah sesuatu yang membakar?, tapi api dari neraka adalah pemusnah apapun, termasuk es akan cair dibuatnya, api ini tidak menyala dengan kekuatan saja, tapi dinyalakan dari hati oleh tekad dari neraka terdalam!.."Bentak Hiken..

Pandangan Ronal mulai buyar.. Serasa rabun.. Tidak jelas.. Ia pingsan …
Hiken berlalu meninggalkan tempat itu …
.
.
.
.
.
.
.
.

Ronal dialam bawah sadarnya, terlihat olehnya sebuah api yang menyala-nyala menuju kearahnya dengan cepat, api tersebut membesar dan mengerumuninya mencoba untuk membakar dirinya… "WWAAAAHHHHHH!!!" Bbssstttt! Ronal tersentak siuman dari pingsannya, dibekukannya area sekitarnya..
"B- Bossss! Kau tdk apa2..? Kau sudah sadar.. " Ucap seorang pria.
"Hah?, bagaimana aku bisa ada disini?" tanya Ronal kebingungan melihat sekitarnya.
"tadi aku yang membawamu, kau tergeletak didepan tempat kita…" jelas seorang pria kepadanya.
".. Ishima.., apa ada orang lain yang kau lihat?".. "Tidak, hanya kau saja yang tergeletak dengan babak belur didepan markas ini.." Jawab Ishima Wakil ketua Left Hand of The Demon.
"Begitu.." ucap Ronal, kemudian dikhayalnya ia mengingat kembali peristiwa yang barusa terjadi pada dirinya..
"Cihhh, sudah berapa lama aku pingsan?" tanya nya lagi.. "Mungkin hanya 10 menit.." jawab Ishima.
"10 menit ya?... Sial.. Hufffppphh, baiklah.. Kumpulkan semua pasukan, aku ingin membicarakan sesuatu.." perintah Ronal.
"baiklah", ucap Ishima.
.
.
.
.
.
Berkumpulnya semua anggota The Demon Hand!
Mempersiapkan segalanya, The Demon Hand mengincar posisi puncak untuk menguasai kota.
"Biarkan aku bersenang-senang dahulu.. Sesudah itu kalian bergerak sesuai perintahku.." ujar Ronal pada semua anggotanya.
"Baiklahh","Siappp".."Oke boss" ucap semuanya..

-----

Malam berikutnya… Tora berjalan menyusuri sebuah jalan sepi, hendak menuju ke tempat perkumpulan The Destiny….
Berdiri dihadapannya seorang pria yang menghadang jalanya.
"siapa kau?" tanya Tora…
"Tidak perlu tau siapa, cukup tau dari tangan dipunggungku ini.." ucap pria tersebut..

Pria tersebut menyerang Tora dan menewaskannya, ia terluka parah akhirnya tak selamat nyawanya berakhir akibat serangan pria tersebut.
".. Dengan tangan iblis dipunggung bajunya, ia menyerang Tora dengan cepat… The Demon Hand.. Tak salah lagi, itulah nama kelompoknya.." ucap seorang pria yang menjelaskan pada Pasdi. "Bagaimana kau bisa dapat informasi ini?" tanya Pasdi. "ada seseorang yang melihat kejadian itu, aku telah mengintrogasinya, dan itulah info yang ia berikan… apakah kita akan membalas kematian Tora..?"tanya seorang pria pada Pasdi.
"Hahhh, tunggu saja kalian perintah dariku, akan kulakukan sendiri…" ujar Pasdi seraya pergi dan berlalu.

Terlihat Ishima sedang duduk disebuah kursi tua, didekat hutan dengan dipancari sinar bulan yang amat terang, ia membaca buku dibawahnya…

"Hemmm.. Mau apa kau, Pasdi The Destiny?" Ucap Ishima, menghentikan bacanya, seraya melirik kearah Pasdi yang telah berdiri disisi kanannya agak jauh..
"Apa kalian yang membunuh Tora?" tanya Pasdi..
"Ntahlah,, aku tidak terlalu tau, kenapa kau tak memastikannya saja.." Ucap Ishima seraya berdiri dan menyimpan bukunya.
"Kau sedikit keras kepala.." ucap Pasdi dengan wajah dingin.

Set! Ishima mengambil ranting yang jatuh ditanah dan mengubahnya menjadi pedang… heaahhhhhh!! Ia melesat kearah Pasdi mencoba untuk menebaskannya pada Pasdi namun dengan cepat pasdi menghilang dan muncul dibelakangnya, ia berhasil menendang punggung ishima dan mementalkannya… Uhuuuukkkk!!!
Ishima terpental jauh… "Cihhh, sialan kau!" Ucap Ishima seraya bangkit dan mengambil dedaunan dengan cepat pada semak-semak…
Heahhhhh!!! Ia melemparkan daun-daun tersebut kearah Pasdi dan berubahlah daun tersebut jadi puluhan pisau yang seolah menghujani Pasdi… "Ciihhh!!" pasdi mencoba untuk menghindari serangan tersebut, satu pisau berhasil mengenai lengan kirinya membuat sobek lengan bajunya dan menggoreskan luka pada lengan kirinya..

"Matilah kau.." Ucap Pasdi melirik ke arah lukanya lalu menatap marah kearah Ishima..
"heeeeaaarggghhhh!!" Ishima berlari kearah Pasdi dengan cepat, diarahkannya pedang pada pasdi mencoba menebasnya..
Lightning!!
Pasdi menghilang dan terlihat 18m diatas Ishima, Ia melesat dengan cepat dan menendang Ishima pada dagunya dengan kaki kanan, mementalkannya…
Ishima berusaha berdiri kembali setelah terpental jauh dan babak belur,,
Saat ia berdiri, treepppp! Kaki kanannya telah patah terkena tendangan pasdi yang telah berada dibelakangnya… Ugkkkk!! Perutnya terkena sikut pasdi yg dengan sangat cepat menyerangnya..
Tulang tangan nya juga dipatahkan…
Hhuuuffhhhhhhppgghhhh!!! Pasdi mencekik lehernya dari belakang dengan tangannya, pedang terlepas dari tangan Ishima, ditangkap oleh pasdi lalu ditancapkannya pada jatung Ishima…

Uugghhhkkkkk!! Ishima terdiam kaku, dan tumbang dengan pedang yang tertancap dijantungnya…

"Pembalasan lah yang ada kalau sudah berurusan dengan The Destiny.. Ini untuk Tora.." Ujar Pasdi menatap tubuh Ishima..
Pasdi menatap kelangit, terlihat bulan bersinar sangat terang malam itu..

"Tora, ini adalah pembalasan atas orang yang membunuhmu, maaf kau harus kesana lebih cepat…." Pasdi menatap bulan dengan sendu.
"Karena waktu tak pernah berhenti berdetak…….Waktu telah mengubah segalanya…..Tapi kenanganmu takkan pernah hilang.." Pasdi menghela nafas.. "Pertarungan ini akan terus berlangsung, tekad kita akan terus dilanjutkan …." Lanjut Pasdi, seraya pergi dan menghilang dari tempat itu..

Karena 2 orang yang telah meninggal, 1 dari The Destiny, 1 dari The Demon Hand… dua kubu itu terus berperang dan menimbulkan banyak kekacauan, keduanya setuju untuk menyelesaikannya dalam sebuah pertarungan saja…

--Pertemuan!--
Dua kubu terlihat berdiri didua sisi, saling berhadapan, ditengah hutan yang disebut hutan naga..
Tak ada pasuka, hanya 2 lead masing-masing kubu yang berhadapan, pertarungan 1 vs 1 lebih baik bagi mereka untuk menyelesaikan masalah ini…

"Kau dendam ya?, Ishima kau bunuh juga.. Hah.. Padahal waktu itu hanya kecelakaan, anggotamu terlalu lemah hingga menerima sedikit pukulan sudah membuatnya mati.." Ujar Ronal menatap kearah Pasdi dengan senyuman.

"Tidak juga, aku hanya ingin lihat.. Seberapa hebatnya orangmu, ternyata ia sangat mengecewakan.. Dengan mudah ia terbunuh oleh pedang yang merupakan kekuatan yg ia ciptakan sendiri.. Ahaha" Jawab Pasdi balas menatap Ronal.

"Yahhh...Karena manusia akan mengerti, ketika sudah terlambat.." Ucap Ronal.. "Aku salah, maafkan aku… terlalu bersemangat untuk memulai perang ini, hingga membunuh anak buahmu, tapi sudahlah tak ada juga gunanya menyesal.." Lanjut Ronal..

"Kesalahan Dan Dosa Adalah Seperti Sebuah Luka" ucap Pasdi..

"Kesalahan Adalah Sebuah Luka yg Perlu Ditutup Agar Tidak Terinfeksi Dan Semakin Parah.Tapi Dosa Bagaikan Luka Gigitan Ular Berbisa yg Tidak Akan Sembuh Jika Hanya Ditutup." Lanjutnya ….

"Jika Kau Tergigit Ular Berbisa Kau Harus Berani Mengambil Resiko Dengan Menghisap Luka Tsb Meskipun Kemungkinan Kau Akan Menelan Racunnya. Tapi Itu Lebih Baik Daripada Kau Hanya Diam Dan Membiarkan Racunnya Menyebar Dan Menjadi Semakin Parah. " Jleas Pasdi dengan kata-katanya..

"Dosamu adalah membunuh seseorang dan kesalahanmu adalah bermain dengan The Destiny, iblis yang mengendalikan takdir.." Ucap Pasdi sembari memutar cincin pada tangan kirinya..

"Ini tak ada gunanya, mari selesaikan saja disini…" Ujar Ronal membekukan areanya…
Pasdi kerlap kerlip disekitarnya… muncul untai-untaian cahaya bagaikan tali disekitar tangannya.. "Biar aku tunjukan kekuatan cahaya yang sebenarnya, aku tidak akan main-main ini pertarungan yang sebenarnya.." Ujar Pasdi menatap Ronal!

Battle Lead The Destiny X The Demon Hand!

Ending Chapter 3b !

Nantikan kelanjutannya di chapter berikutnya ya :v /

Original Story by : Pak Tua Hiken

Tidak ada komentar:

Posting Komentar