The Unknown
Chapter 06
-[ Sang Pemimpin |^| Kisah sebelum pertempuran ]-
Saat kegalapan malam perlahan menghilang. Dingin kabut disambut secercah cahaya yang menerobos kumpulan kristal-kristal embun pada dedaunan di taman kecil pinggiran kota. Didekat sebuah pabrik tua, tidak begitu diperhatikan banyak orang, bagian dindingnya tetap berdiri kokoh, terdapat banyak noda asap lusuh yang membuat kumuh temboknya, dulu ia adalah tempat banyak manusia berkumpul, bekerja didalamnya, sekarang tempat itu telah ditelantarkan, tak diperhatikan. Ah! Sinar mentari telah menyerang gelapnya malam, membawa cahaya pagi yang menyinari gelapnya suatu ruangan dari pabrik tua tersebut, dari sisi jendela cahaya masuk kedalam ruangan gelap tersebut, menyingkirkan sebagian kumpulan pengap dan gelap yang ada disana. Terdapat beberapa anak muda, para pemimpin fraksi dikota ini. Semuanya masih terlelap, namun diganggu oleh kicauan burung dan riuhnya bunyi kota disuasana pagi, walaupun jauh dan dipinggir kota, tetap saja keramaian kerumunan kota itu mengganggu.
“Hooaammmmhhhh ...sudah pagi rupanya” ucap Sopphie yang baru saja terbangun dari tidurnya.
“bisa tidak kau diam dan tidak berisik” ucap Dage yang masih mengantuk dan berniat melanjutkan mimpinya.
“bangunlah cepat dasar pemalas..!” ucap Sopphie dengan keras dan membangunkan semua yang tertidur diruangan tersebut.
“cepatlah bangun dan urus diri kalian..” bentaknya lagi.
“crewet sekali”...”bisa tidak diam sejenak”..”sebentar lagi..” ...”Pengganggu saja”.. ucap semuanya yang masih malas untuk bangun.
Disisi lain. Sebuah tempat, terdapat banyak tumbuhan dan bunga disekitarnya. Ditaman dekat dengan pusat kota.
“Bagaimana bisa?” ucap Shoku pada seorang pria.
“semua tim yang kita bagi untuk menemukan mereka telah dikalahkan..” balas pria tersebut. “mereka menghilang begitu saja setelah menumbangkan banyak orang-orang kita” lanjutnya.
“merepotkan saja..” ucap Shoku.. “Yahh, ....” lanjutnya sembari menghembuskan nafas dan memeriksa HP disaku bajunya. “Mereka adalah pengacau yang tak pernah diinginkan, namun hal menarik yang mereka miliki pasti membuat boss senang” lanjutnya lagi sembari menghubungi seseorang.. “Siapkan semuanya, cari mereka dan siapkan untuk penyerangan besar-besaran..” perintahnya pada seseorang di telepon.
“..ini akan jadi menarik, apa kau punya pesan lagi?” tanya nya pada pria tersebut.
“Ya, boss memintaku untuk menyampaikan ... bahwa ia ingin laporan darimu” ucap pria tersebut. “baiklah... kau boleh pergi” balas Shoku.
Tidak lama kemudian...
“sedang menikmati udara pagi ya?” ucap seseorang dari belakang yang sedang mendekat pada shoku.
“Yahhh... mencoba mengurangi stres pada kekalahan orang-orang lemah kita” ucapnya sembari menoleh, lalu menghisap sebatang rokok.
“yahh, yang kita kirimkan hanyalah orang lemah, untuk percobaan saja.. apa boleh buat” ucap Haoshoku sembari duduk pada tumpukan pipa besi disamping Shoku.
“apa yang akan kita lakukan selanjutnya?” tanya Haki yang bersama dengan Haoshoku.
“ntahlah.. bagaimana menurut kalian?” balas Shoku memandang ketujuh pemimpin The Moon dibelakangnya.
“apa kita menunggu perintah baru bergerak? Atau membabi buta saja?” tanya Hoku.
“tidak, kita tidak boleh terburu-buru” jawab Haki.
“boss memanggilku... pasukan juga sedang dipersiapkan... kita akan menemukan mereka.. tapi mari tunggu apa perintah dari boss” jelas Shoku.
“baiklah, kita menunggu lagi...” “aku bosan berdiam diri..” ucap Aron dan Sholan.
“baiklah.. terserah kalian saja.. aku harus pergi sekarang..” balas Shoku.
“menemui boss?” tanya Busos. “kau sudah tau kan?” ...
.
.
Ditempat lain...
“bagaimana berikutnya? Orang seperti apa sebenarnya yang kita hadapi ini?” tanya pasdi pada Hiken.
“di The Moon ada 8 orang pemimpin..” ucap Hiken. “dan kita akan menghabisi mereka?” sela Ronal.
“tidak..” balas Hiken ..”Bukan mereka yang akan kita kalahkan... kita harus membunuh pemimpinnya” lanjut Hiken.
“pemimpin?.. ku kira sejauh ini target kita adalah The Moon?” Ucap Bayu dengan wajah bingung.
“Tidak.. mereka hanya bidak kecil” balas Hiken.
“lalu seperti apakah bidak besar itu?” tanya Ary.
“Sang pemimpin.. pengendali semuanya..” balas Hiken.
“apa sebenarnya tujuan dari sang pemimpin tersebut?” tanya Soppie.
“Merampas semua hak kaum kita....” balas Hiken.. “Apa itu?” tanya Akbar.
“kekuatan kita..”.. “kekuatan?”.. “Iya, seorang yang serakah.. psikopat.. ia suka membunuh... menarik organ dalammu, mengambil kekuatanmu terlebih dahulu sebagai makanan dari kekuatanya, menyerapnya.. lalu bagian tubuhmu yang berguna baginya akan dijual kepasar gelap..”..”Tentu saja itu akan menjadi uang... keuntungan baginya..” Jelas Hiken.
“Jadi, ternyata target besar ini adalah seorang maniak?” tanya Pasdi. “tepat..” balas Hiken. “bukan hanya maniak, .. aku lebih suka menyebutnya perampas segalanya... dengan keserakahan diri dan ego.. ia terus menculik beberapa orang pengguna kekuatan khusus untuk memberi makan kekuatannya, ia ingin menjadi lebih kuat... kegelapan dalam dirinya takkan pernah puas dan tenang, sebelum hasratnya terpenuhi..” balas Hiken.. “dan jika dibiarkan terus, pengguna kekuatan khusus akan lenyap dan punah... hanya ia yang tersisa, maka kehancuranlah yang ada pada kita..” lanjut Hiken lagi.
“jadi dimana perampas ini berada?” tanya Bayu. “kita harus menemukannya.. dan sedang mencari..” jawab Hiken.
“lalu untuk apa pertarungan kita sebelumnya.. jika kita belum mengetahui tempat target kita berada?? Hanya kegilaan??” tanya Sopphie. “tidak, itu bagian dari rencana... kita akan mengetahui keberadaanya... karena kekacauan yang kita buat akan membuatnya bertindak dan menunjukan diri... beberapa orang telah kusuruh untuk mengintai kelompok mereka” Balas Hiken.
“Mungkin kita butuh penjelasan lebih lagi tentang semua ini” ucap Ronal.
Diskusi dilanjutkan dalam ruangan tersebut antara Hiken dan pemuda lainnya... tentang segalanya, tujuan dari aliansi yang dibentuk ini ... strategi menghadapi sang pemimpin,, sang target.. bidak besar..
Sementara disisi lain.
Shoku menaiki tangga ... menuju keatap sebuah gedung tinggi ... diatasnya terdapat beberapa orang yang berjejer membentuk barisan pada sebuah ruangan... perlahan Shoku menuju ruangan tersebut, melewati jajaran pria berjas hitam mengenakan kacamata, ia memasuki ruangan tersebut..
Sosok bayangan Hitam tampak dari kejauhan dari sisi pintu masuk ruangan tersebut, disuatu kursi.. sedang duduk seorang pria... perlahan perawakannya terlihat... rambut hitam pendek, terdapat bekas luka dimata kanannya, sepertinya bekas luka itu berbahaya dan hampir membunuhnya, namun telah sembuh... kuku besi berada pada jari-jarinya. Layaknya seorang raja, pemimpin.. ia duduk dikursi tunggal dalam ruangan tersebut, dijaga oleh beberapa pria yang kelihatannya bukan orang biasa dan terlatih.
Perlahan shoku mendekat, dihadapan pria diatas kursi tersebut, ia membungkukkan diri.
“anda memanggil saya boss?” ucap Shoku.
“aku mendengar tentang beberapa pengacau yang mengganggumu.. jelaskanlah Shoku..” balas Pria diatas kursi tersebut.
“mereka hanya pengacau kecil.. akan segera kami bereskan boss.. kami telah menggerakan beberapa orang untuk mengurusnya.. anda jangan khawatir” ucap Shoku yg masih membungkuk.
“baiklah, sejauh ini The Moon bisa bekerja bagus untuk hal seperti ini... aku akan memberikan kalian kesempatan untuk mengurusnya.. hmm” ucap pria dikursi tersebut kemudian menggigit apel ditangan kanannya.
“lalu?...” lanjutnya. Glekk! “kalau kalian gagal.. aku yang akan mengurusnya..” lanjutnya lagi.
“kupastikan kami tidak akan gagal” ucap Shoku.
“baguslah.. yahhh... semoga saja..” ucap pria di kursi tersebut.. “lalu....” ucapnya terbata.... “mengenai stok barang dipasar... apakah semuanya aman??” tanya nya pada seorang pria disampingnya. “semuanya lancar..” balas pria disampingnya.
“bagus... dan kau Shoku... uruslah masalahmu sampai tuntas... kau boleh pergi” ucapnya. “baiklah, terima kasih boss..” ucap Shoku sembari menunduk dan berbalik dari pria dikursi tersebut...
Swoosshhhh..... aura gelap menyelubungi pria dikursi tersebut ... tuck! Tuck! Tuck! Tuck! Tuck! Tuck! Jari-jari tangan kirinya mengetuk-ngetuk lengan kursi tempatnya duduk... “Bagaimana laporanmu mengenai mereka?” tanyanya lagi pada pria disampingnya. “Pengacau kota, pengguna kekuatan khusus..”.. “begitu, sepertinya The Moon akan kesulitan menghadapi ini... aku punya firasat, aku yang akan menyelesaikannya.... Greesshhh!!” ucapnya dengan tatapan tajam, sembari kembali menggigit buah apel ditangan kanannya.
Shoku yang telah berlalu dari hadapan pria dikursi tersebut... ia menuruni tangga.. menuju bagian dasar bangunan tersebut.. handphonenya berdering.. ia mengambilnya.. lalu melihat pesan yang tertera pada Hpnya.
“Masih belum?.. sulit sekali mendapatkan mereka..” ucap Shoku dengan kesal.
Ia menekan beberapa tombol diHPnya... menaruh HP tersebut ditelinganya. Menghubungi seseorang..
“kirimkan satu kelompok besar... untuk mencari kesudut-sudut kota... dekat hutan.. bahkan telusuri hutannya juga.. buatlah beberapa kekacauan untuk memancing mereka keluar dan dapatkan mereka!!” perintah Shoku pada seseorang ditelepon.
Disisi lain saat senja hari, sebuah bagunan pabrik tua yang telah terbengkalai... didalam ruangan..
“yahh, bagaimana?” ucap Hiken pada seseorang ditelepon. “Begitu?.. baiklah.. lanjutkan kembali pencarian informasi kalian..” ucap Hiken sembari menutup telpon dan menaruh kembali pada saku celananya.
“bagaimana?” tanya Akbar. Pasdi dan yang lainya juga memperhatikan...
“Kelompok lagi yang mereka kirim... membuat beberapa kekacauan... mereka mencoba menemukan kita..” jawab Hiken.
“apa yang akan kita lakukan?” tanya Ronal..
“mari layani mereka.. dan sampaikan pesan kita...” balas Hiken..
“baiklah.. sesuai rencana.. aku siap dengan pesan tersebut..” ...”Yahh, mari lakukan..” ... “Ayo..”.
Bayu, Ronal dan Ary bergegas meninggalkan tempat tersebut..
“baiklah.. sekarang kita lakukan bagian kita” ucap Pasdi pada yang lainnya.. “Mari lakukan” balas Sopphie.
.
.
.
.
.
Sekitar puluhan menit kemudian...
“Jalur ini?” tanya Pasdi pada Sopphie.
Mereka sedang berada disebuah jalan sepi ... menuju suatu tempat ditengah hutan, jauh dipinggiran kota tersebut..
“ya, orang-orang yang kusuruh untuk mengintai menyampaikan informasi bahwa sering melihat beberapa orang aneh dengan jas hitam mengenakan kacamata sering melalui jalan ini, mengawal mobil menuju bangunan didalam hutan ini..” Jawab Sopphie..
“baiklah.. mari kita pastikan sendiri.. tempat apa ini..” Ucap Dage yang segera memasuki hutan tersebut..
“bergerak saat malam.. lebih seperti ninja..” ucapnya lagi..
“kita tak bisa banyak bergerak disiang hari, terlalu banyak yang mengawasi... belum lagi terlalu banyak manusia yg berkeliaran.. saat terjadi pertempuran akan sulit bagi kita untuk mengeluarkan kekuatan..” ucap Hiken.
“mencari petunjuk ya?” ucap Dage..
“mau bagaimana lagi, pasti mereka sedang bersenang-senang sekarang” ucap Akbar.
Disisi lain..
Sebuah jalanan yang dilalui oleh beberapa orang suruhan The Moon..
Berdiri dihadapan mereka .. 3 orang pria yang mereka cari..
Ronal, Bayu dan Ary ..
“baguslah, kita yang mendatangi mereka..” ucap Ary.
“Sungguh murah hati sekali kita ini..” ucap Ronal..
“Mau bagaimana lagi, untuk menyampaikan pesan..” ucap Bayu..
Dari kejauhan, gerombolan orang-orang The Moon semakin mendekat kearah 3 orang tersebut..
“Cukup bernyali juga untuk mendapatkan kita disini” ucap seorang pria pada bagian depan barisan tersebut.
“atau cukup bodoh.. hahaha” ucap pria berambut pirang digerombolan tersebut.
Mereka saling berhadapan satu sama lain diarea jalanan kosong tersebut..
“serahkan diri atau paksa?!!” bentak pria pemimpin gerombolan tersebut..
“kasar sekali..” balas Ary.. “Bagaimana kalau paksaan saja?” balas Ronal juga... “siapa juga yang mau serahkan diri, bodoh ...” ucap Bayu juga...
“bermulut besar juga kalian” ucap pria barisan depan gerombolan tersebut sembari mengepalkan tangannya.. sesuatu muncul dari leher beberapa orang tersebut..
Swoshhh!! .. Ary menghilang.. melesat keudara diatas gerombolan tersebut..
Sezzzzssstttt !! area disekitar Ronal dibekukan olehnya... uap es mulai menyelimuti daerah tersebut..
Harrrggghhh !! Bayu berlari menuju gerombolan tersebut... diselubungi aliran-aliran listrik yang bergejolak bagaikan tertakel... menghaburkan kepingan daratan disekitarnya..
“ini menarik.. ga ha ha ha ha ha!!” ucap seorang pria yang melesat juga kearah Bayu. Beberapa pria dalam gerombolan ituun melesat juga menuju kearah Ronal dan Bayu...
Swosshhh !! Dummmmppphhhh !!! ledakan hantaman pada daratan dibagian belakang gerombolan tersebut.. menghempaskan beberapa orang dari gerombolan tersebut. Ary telah memulai aksinya...
“mari, bersenang-senang... sayangnya aku tak bisa bertarung dengan kuda putihku.. seperti yang pangeran tampan lakukan didalam movie-movie kerajaan..” ucap Ary sembari berbalik dibelakang gerombolan orang-orang tersebut... beberapa pria terlihat tergeletak... beberapa darinya mencoba berdiri kembali.. Swoosshh !! Dughh!!! Ary mementalkan beberapa dengan tendangannya hingga tak bisa berdiri lagi dan tumbang..
Heaarrrgghhh !!!... Pzzzzzsssttt !! Tzzzttt ! Tzzzttt !! “aarrrggggggghhhh!!” teriak beberapa pria yang mengelilingi Bayu... ttersengat oleh petir yang melingkupinya... “tidurlah.. dasar sial..!!” ddkkkgghhh !! teriaknya sembari memuku dan melontarkan beberapa orang dari gerombolan tersebut..
Freeze.. !! Szzztttt !!
Ronal menciptakan hembusan hawa dingin dan memntalkan sejumlah pria yang berlari kearahnya.. Ia mengangkat tangan kanannya... terlihat beberapa bentuk kristal es diatasnya... “selamat malam..” ucapnya sembari mengarahkan tangannya pada sejumlah pria dari gerombolan tersebut.. “aarrgggghhhh !!” teriak mereka..
Ronal menumbangkan sejumlah pria tersebut dengan kekuatannya..
Heehhh... Ehhhh... hehh !!
“selesai..” ucap Ary.. “Sepertinya kita telah selesai..” ucap Bayu.. “Yahh, mereka tak terlalu berarti..” balas Ronal..
Tiba-tiba seorang pria dibelakang Bayu berdiri... “pengguna kekuatan khusus hah?” ucap pria tersebut sembari mengangkat tangan kanannya dan menahannya dengan tangan kirinya... telapak tangannya diarahkan pada Bayu.. Kleerrkk!! Lubang senjata muncul ditangannya.. “!!!!” bayu kaget sembari mencoba berpaling kearah pria tersebut... “Buufhhhh!!!” tembakan dilesatkan dari tangan pria tersebut..
.
.
.
Disisi lain, tempat Dage dan lainya... sisi dalam hutan..
“sejauh ini hanya jalan kosong tak ada apa-apa” keluh Dage..
“kita baru saja memasuki hutan ini, kau terlalu cepat mengeluh..” balas Akbar.
“yahh.. kita hanya....” Sopphie yang ingin mengatakan sesuatu namun ditarik oleh Pasdi dibalik pepohonan dipinggir jalur jalan tengah hutan tersebut dan mulutnya ditutup tangan..
“hmm?” Sopphie kebingungan melihat sekitarnya, Hiken dan yang lainnya ikut bersembunyi... “diam, lihatlah..” bisik Pasdi sembari melirik pada 4 orang pria yang sedang berjalan mendekati mereka..
...
....
....
“Semuanya sudah disiapkan..” ucap seorang pria pada yang lainnya.. “yahh, melakukan pekerjaan seperti ini, membuat bosan saja..” balas pria lainnya.. “seharusnya malam ini aku tidak disini”..”Kenapa?”...”yah, aku ada janji untuk makan malam.. hahaha”... “ada juga orang yang mau makan malam denganmu..” jawab pria lainnya..
“kenapa hanya kita yang ngobrol sendiri” tanya pria satunya.. sembari menoleh kebelakang.. “yahh, tumben mereka berdua diam.. haha”.. balas pria satunya sembari menoleh pada 2 rekannya yang dibelakang.. “!!!!” ... “apa yg terjadi??” ucapnya kaget, sembari melirik pada teman disebelahnya.. temanya hanya diam... lalu tumbang.. “hhaaahhhhhhh!!!”.. “ada apa ini??.. hey kalian?? Bangun...” teriaknya... tiba-tiba greeeekkkkkk!!! Rantai mencekik lehernya... perlahan ia kehilangan kesadarannya.. penglihatannya samar-samar... terlihat 5 orang kearahnya.. bruukkk! Ia tumbang juga.. perlahan matanya tertutup... kesadarannya memudar.. “ka- ka- lian... pe... nyu... sup .....” ucapnya lalu tergeletak begitu saja ...
.
.
.
.
.
Ending of Chapter 6.
Tunggu kelanjutannya dah xd
Capek ngetik colonthree emotikon
.
Makasih buat beberapa nama dalam tokoh cerita, dan makasih atas teror dan tagihannya yang buat q makin puyeng colonthree emotikon .. belum dengan tugas2 yg numpuk, harus lanjutin cerita ini lagi colonthree emotikon .. oh man~
#Statoez #Coercol colonthree emotikon
.
En bai de wei xd
Thanks udah mau baca pacman emotikon ..
.
Original Story by : Pak Tua Hiken
Chapter 06
-[ Sang Pemimpin |^| Kisah sebelum pertempuran ]-
Saat kegalapan malam perlahan menghilang. Dingin kabut disambut secercah cahaya yang menerobos kumpulan kristal-kristal embun pada dedaunan di taman kecil pinggiran kota. Didekat sebuah pabrik tua, tidak begitu diperhatikan banyak orang, bagian dindingnya tetap berdiri kokoh, terdapat banyak noda asap lusuh yang membuat kumuh temboknya, dulu ia adalah tempat banyak manusia berkumpul, bekerja didalamnya, sekarang tempat itu telah ditelantarkan, tak diperhatikan. Ah! Sinar mentari telah menyerang gelapnya malam, membawa cahaya pagi yang menyinari gelapnya suatu ruangan dari pabrik tua tersebut, dari sisi jendela cahaya masuk kedalam ruangan gelap tersebut, menyingkirkan sebagian kumpulan pengap dan gelap yang ada disana. Terdapat beberapa anak muda, para pemimpin fraksi dikota ini. Semuanya masih terlelap, namun diganggu oleh kicauan burung dan riuhnya bunyi kota disuasana pagi, walaupun jauh dan dipinggir kota, tetap saja keramaian kerumunan kota itu mengganggu.
“Hooaammmmhhhh ...sudah pagi rupanya” ucap Sopphie yang baru saja terbangun dari tidurnya.
“bisa tidak kau diam dan tidak berisik” ucap Dage yang masih mengantuk dan berniat melanjutkan mimpinya.
“bangunlah cepat dasar pemalas..!” ucap Sopphie dengan keras dan membangunkan semua yang tertidur diruangan tersebut.
“cepatlah bangun dan urus diri kalian..” bentaknya lagi.
“crewet sekali”...”bisa tidak diam sejenak”..”sebentar lagi..” ...”Pengganggu saja”.. ucap semuanya yang masih malas untuk bangun.
Disisi lain. Sebuah tempat, terdapat banyak tumbuhan dan bunga disekitarnya. Ditaman dekat dengan pusat kota.
“Bagaimana bisa?” ucap Shoku pada seorang pria.
“semua tim yang kita bagi untuk menemukan mereka telah dikalahkan..” balas pria tersebut. “mereka menghilang begitu saja setelah menumbangkan banyak orang-orang kita” lanjutnya.
“merepotkan saja..” ucap Shoku.. “Yahh, ....” lanjutnya sembari menghembuskan nafas dan memeriksa HP disaku bajunya. “Mereka adalah pengacau yang tak pernah diinginkan, namun hal menarik yang mereka miliki pasti membuat boss senang” lanjutnya lagi sembari menghubungi seseorang.. “Siapkan semuanya, cari mereka dan siapkan untuk penyerangan besar-besaran..” perintahnya pada seseorang di telepon.
“..ini akan jadi menarik, apa kau punya pesan lagi?” tanya nya pada pria tersebut.
“Ya, boss memintaku untuk menyampaikan ... bahwa ia ingin laporan darimu” ucap pria tersebut. “baiklah... kau boleh pergi” balas Shoku.
Tidak lama kemudian...
“sedang menikmati udara pagi ya?” ucap seseorang dari belakang yang sedang mendekat pada shoku.
“Yahhh... mencoba mengurangi stres pada kekalahan orang-orang lemah kita” ucapnya sembari menoleh, lalu menghisap sebatang rokok.
“yahh, yang kita kirimkan hanyalah orang lemah, untuk percobaan saja.. apa boleh buat” ucap Haoshoku sembari duduk pada tumpukan pipa besi disamping Shoku.
“apa yang akan kita lakukan selanjutnya?” tanya Haki yang bersama dengan Haoshoku.
“ntahlah.. bagaimana menurut kalian?” balas Shoku memandang ketujuh pemimpin The Moon dibelakangnya.
“apa kita menunggu perintah baru bergerak? Atau membabi buta saja?” tanya Hoku.
“tidak, kita tidak boleh terburu-buru” jawab Haki.
“boss memanggilku... pasukan juga sedang dipersiapkan... kita akan menemukan mereka.. tapi mari tunggu apa perintah dari boss” jelas Shoku.
“baiklah, kita menunggu lagi...” “aku bosan berdiam diri..” ucap Aron dan Sholan.
“baiklah.. terserah kalian saja.. aku harus pergi sekarang..” balas Shoku.
“menemui boss?” tanya Busos. “kau sudah tau kan?” ...
.
.
Ditempat lain...
“bagaimana berikutnya? Orang seperti apa sebenarnya yang kita hadapi ini?” tanya pasdi pada Hiken.
“di The Moon ada 8 orang pemimpin..” ucap Hiken. “dan kita akan menghabisi mereka?” sela Ronal.
“tidak..” balas Hiken ..”Bukan mereka yang akan kita kalahkan... kita harus membunuh pemimpinnya” lanjut Hiken.
“pemimpin?.. ku kira sejauh ini target kita adalah The Moon?” Ucap Bayu dengan wajah bingung.
“Tidak.. mereka hanya bidak kecil” balas Hiken.
“lalu seperti apakah bidak besar itu?” tanya Ary.
“Sang pemimpin.. pengendali semuanya..” balas Hiken.
“apa sebenarnya tujuan dari sang pemimpin tersebut?” tanya Soppie.
“Merampas semua hak kaum kita....” balas Hiken.. “Apa itu?” tanya Akbar.
“kekuatan kita..”.. “kekuatan?”.. “Iya, seorang yang serakah.. psikopat.. ia suka membunuh... menarik organ dalammu, mengambil kekuatanmu terlebih dahulu sebagai makanan dari kekuatanya, menyerapnya.. lalu bagian tubuhmu yang berguna baginya akan dijual kepasar gelap..”..”Tentu saja itu akan menjadi uang... keuntungan baginya..” Jelas Hiken.
“Jadi, ternyata target besar ini adalah seorang maniak?” tanya Pasdi. “tepat..” balas Hiken. “bukan hanya maniak, .. aku lebih suka menyebutnya perampas segalanya... dengan keserakahan diri dan ego.. ia terus menculik beberapa orang pengguna kekuatan khusus untuk memberi makan kekuatannya, ia ingin menjadi lebih kuat... kegelapan dalam dirinya takkan pernah puas dan tenang, sebelum hasratnya terpenuhi..” balas Hiken.. “dan jika dibiarkan terus, pengguna kekuatan khusus akan lenyap dan punah... hanya ia yang tersisa, maka kehancuranlah yang ada pada kita..” lanjut Hiken lagi.
“jadi dimana perampas ini berada?” tanya Bayu. “kita harus menemukannya.. dan sedang mencari..” jawab Hiken.
“lalu untuk apa pertarungan kita sebelumnya.. jika kita belum mengetahui tempat target kita berada?? Hanya kegilaan??” tanya Sopphie. “tidak, itu bagian dari rencana... kita akan mengetahui keberadaanya... karena kekacauan yang kita buat akan membuatnya bertindak dan menunjukan diri... beberapa orang telah kusuruh untuk mengintai kelompok mereka” Balas Hiken.
“Mungkin kita butuh penjelasan lebih lagi tentang semua ini” ucap Ronal.
Diskusi dilanjutkan dalam ruangan tersebut antara Hiken dan pemuda lainnya... tentang segalanya, tujuan dari aliansi yang dibentuk ini ... strategi menghadapi sang pemimpin,, sang target.. bidak besar..
Sementara disisi lain.
Shoku menaiki tangga ... menuju keatap sebuah gedung tinggi ... diatasnya terdapat beberapa orang yang berjejer membentuk barisan pada sebuah ruangan... perlahan Shoku menuju ruangan tersebut, melewati jajaran pria berjas hitam mengenakan kacamata, ia memasuki ruangan tersebut..
Sosok bayangan Hitam tampak dari kejauhan dari sisi pintu masuk ruangan tersebut, disuatu kursi.. sedang duduk seorang pria... perlahan perawakannya terlihat... rambut hitam pendek, terdapat bekas luka dimata kanannya, sepertinya bekas luka itu berbahaya dan hampir membunuhnya, namun telah sembuh... kuku besi berada pada jari-jarinya. Layaknya seorang raja, pemimpin.. ia duduk dikursi tunggal dalam ruangan tersebut, dijaga oleh beberapa pria yang kelihatannya bukan orang biasa dan terlatih.
Perlahan shoku mendekat, dihadapan pria diatas kursi tersebut, ia membungkukkan diri.
“anda memanggil saya boss?” ucap Shoku.
“aku mendengar tentang beberapa pengacau yang mengganggumu.. jelaskanlah Shoku..” balas Pria diatas kursi tersebut.
“mereka hanya pengacau kecil.. akan segera kami bereskan boss.. kami telah menggerakan beberapa orang untuk mengurusnya.. anda jangan khawatir” ucap Shoku yg masih membungkuk.
“baiklah, sejauh ini The Moon bisa bekerja bagus untuk hal seperti ini... aku akan memberikan kalian kesempatan untuk mengurusnya.. hmm” ucap pria dikursi tersebut kemudian menggigit apel ditangan kanannya.
“lalu?...” lanjutnya. Glekk! “kalau kalian gagal.. aku yang akan mengurusnya..” lanjutnya lagi.
“kupastikan kami tidak akan gagal” ucap Shoku.
“baguslah.. yahhh... semoga saja..” ucap pria di kursi tersebut.. “lalu....” ucapnya terbata.... “mengenai stok barang dipasar... apakah semuanya aman??” tanya nya pada seorang pria disampingnya. “semuanya lancar..” balas pria disampingnya.
“bagus... dan kau Shoku... uruslah masalahmu sampai tuntas... kau boleh pergi” ucapnya. “baiklah, terima kasih boss..” ucap Shoku sembari menunduk dan berbalik dari pria dikursi tersebut...
Swoosshhhh..... aura gelap menyelubungi pria dikursi tersebut ... tuck! Tuck! Tuck! Tuck! Tuck! Tuck! Jari-jari tangan kirinya mengetuk-ngetuk lengan kursi tempatnya duduk... “Bagaimana laporanmu mengenai mereka?” tanyanya lagi pada pria disampingnya. “Pengacau kota, pengguna kekuatan khusus..”.. “begitu, sepertinya The Moon akan kesulitan menghadapi ini... aku punya firasat, aku yang akan menyelesaikannya.... Greesshhh!!” ucapnya dengan tatapan tajam, sembari kembali menggigit buah apel ditangan kanannya.
Shoku yang telah berlalu dari hadapan pria dikursi tersebut... ia menuruni tangga.. menuju bagian dasar bangunan tersebut.. handphonenya berdering.. ia mengambilnya.. lalu melihat pesan yang tertera pada Hpnya.
“Masih belum?.. sulit sekali mendapatkan mereka..” ucap Shoku dengan kesal.
Ia menekan beberapa tombol diHPnya... menaruh HP tersebut ditelinganya. Menghubungi seseorang..
“kirimkan satu kelompok besar... untuk mencari kesudut-sudut kota... dekat hutan.. bahkan telusuri hutannya juga.. buatlah beberapa kekacauan untuk memancing mereka keluar dan dapatkan mereka!!” perintah Shoku pada seseorang ditelepon.
Disisi lain saat senja hari, sebuah bagunan pabrik tua yang telah terbengkalai... didalam ruangan..
“yahh, bagaimana?” ucap Hiken pada seseorang ditelepon. “Begitu?.. baiklah.. lanjutkan kembali pencarian informasi kalian..” ucap Hiken sembari menutup telpon dan menaruh kembali pada saku celananya.
“bagaimana?” tanya Akbar. Pasdi dan yang lainya juga memperhatikan...
“Kelompok lagi yang mereka kirim... membuat beberapa kekacauan... mereka mencoba menemukan kita..” jawab Hiken.
“apa yang akan kita lakukan?” tanya Ronal..
“mari layani mereka.. dan sampaikan pesan kita...” balas Hiken..
“baiklah.. sesuai rencana.. aku siap dengan pesan tersebut..” ...”Yahh, mari lakukan..” ... “Ayo..”.
Bayu, Ronal dan Ary bergegas meninggalkan tempat tersebut..
“baiklah.. sekarang kita lakukan bagian kita” ucap Pasdi pada yang lainnya.. “Mari lakukan” balas Sopphie.
.
.
.
.
.
Sekitar puluhan menit kemudian...
“Jalur ini?” tanya Pasdi pada Sopphie.
Mereka sedang berada disebuah jalan sepi ... menuju suatu tempat ditengah hutan, jauh dipinggiran kota tersebut..
“ya, orang-orang yang kusuruh untuk mengintai menyampaikan informasi bahwa sering melihat beberapa orang aneh dengan jas hitam mengenakan kacamata sering melalui jalan ini, mengawal mobil menuju bangunan didalam hutan ini..” Jawab Sopphie..
“baiklah.. mari kita pastikan sendiri.. tempat apa ini..” Ucap Dage yang segera memasuki hutan tersebut..
“bergerak saat malam.. lebih seperti ninja..” ucapnya lagi..
“kita tak bisa banyak bergerak disiang hari, terlalu banyak yang mengawasi... belum lagi terlalu banyak manusia yg berkeliaran.. saat terjadi pertempuran akan sulit bagi kita untuk mengeluarkan kekuatan..” ucap Hiken.
“mencari petunjuk ya?” ucap Dage..
“mau bagaimana lagi, pasti mereka sedang bersenang-senang sekarang” ucap Akbar.
Disisi lain..
Sebuah jalanan yang dilalui oleh beberapa orang suruhan The Moon..
Berdiri dihadapan mereka .. 3 orang pria yang mereka cari..
Ronal, Bayu dan Ary ..
“baguslah, kita yang mendatangi mereka..” ucap Ary.
“Sungguh murah hati sekali kita ini..” ucap Ronal..
“Mau bagaimana lagi, untuk menyampaikan pesan..” ucap Bayu..
Dari kejauhan, gerombolan orang-orang The Moon semakin mendekat kearah 3 orang tersebut..
“Cukup bernyali juga untuk mendapatkan kita disini” ucap seorang pria pada bagian depan barisan tersebut.
“atau cukup bodoh.. hahaha” ucap pria berambut pirang digerombolan tersebut.
Mereka saling berhadapan satu sama lain diarea jalanan kosong tersebut..
“serahkan diri atau paksa?!!” bentak pria pemimpin gerombolan tersebut..
“kasar sekali..” balas Ary.. “Bagaimana kalau paksaan saja?” balas Ronal juga... “siapa juga yang mau serahkan diri, bodoh ...” ucap Bayu juga...
“bermulut besar juga kalian” ucap pria barisan depan gerombolan tersebut sembari mengepalkan tangannya.. sesuatu muncul dari leher beberapa orang tersebut..
Swoshhh!! .. Ary menghilang.. melesat keudara diatas gerombolan tersebut..
Sezzzzssstttt !! area disekitar Ronal dibekukan olehnya... uap es mulai menyelimuti daerah tersebut..
Harrrggghhh !! Bayu berlari menuju gerombolan tersebut... diselubungi aliran-aliran listrik yang bergejolak bagaikan tertakel... menghaburkan kepingan daratan disekitarnya..
“ini menarik.. ga ha ha ha ha ha!!” ucap seorang pria yang melesat juga kearah Bayu. Beberapa pria dalam gerombolan ituun melesat juga menuju kearah Ronal dan Bayu...
Swosshhh !! Dummmmppphhhh !!! ledakan hantaman pada daratan dibagian belakang gerombolan tersebut.. menghempaskan beberapa orang dari gerombolan tersebut. Ary telah memulai aksinya...
“mari, bersenang-senang... sayangnya aku tak bisa bertarung dengan kuda putihku.. seperti yang pangeran tampan lakukan didalam movie-movie kerajaan..” ucap Ary sembari berbalik dibelakang gerombolan orang-orang tersebut... beberapa pria terlihat tergeletak... beberapa darinya mencoba berdiri kembali.. Swoosshh !! Dughh!!! Ary mementalkan beberapa dengan tendangannya hingga tak bisa berdiri lagi dan tumbang..
Heaarrrgghhh !!!... Pzzzzzsssttt !! Tzzzttt ! Tzzzttt !! “aarrrggggggghhhh!!” teriak beberapa pria yang mengelilingi Bayu... ttersengat oleh petir yang melingkupinya... “tidurlah.. dasar sial..!!” ddkkkgghhh !! teriaknya sembari memuku dan melontarkan beberapa orang dari gerombolan tersebut..
Freeze.. !! Szzztttt !!
Ronal menciptakan hembusan hawa dingin dan memntalkan sejumlah pria yang berlari kearahnya.. Ia mengangkat tangan kanannya... terlihat beberapa bentuk kristal es diatasnya... “selamat malam..” ucapnya sembari mengarahkan tangannya pada sejumlah pria dari gerombolan tersebut.. “aarrgggghhhh !!” teriak mereka..
Ronal menumbangkan sejumlah pria tersebut dengan kekuatannya..
Heehhh... Ehhhh... hehh !!
“selesai..” ucap Ary.. “Sepertinya kita telah selesai..” ucap Bayu.. “Yahh, mereka tak terlalu berarti..” balas Ronal..
Tiba-tiba seorang pria dibelakang Bayu berdiri... “pengguna kekuatan khusus hah?” ucap pria tersebut sembari mengangkat tangan kanannya dan menahannya dengan tangan kirinya... telapak tangannya diarahkan pada Bayu.. Kleerrkk!! Lubang senjata muncul ditangannya.. “!!!!” bayu kaget sembari mencoba berpaling kearah pria tersebut... “Buufhhhh!!!” tembakan dilesatkan dari tangan pria tersebut..
.
.
.
Disisi lain, tempat Dage dan lainya... sisi dalam hutan..
“sejauh ini hanya jalan kosong tak ada apa-apa” keluh Dage..
“kita baru saja memasuki hutan ini, kau terlalu cepat mengeluh..” balas Akbar.
“yahh.. kita hanya....” Sopphie yang ingin mengatakan sesuatu namun ditarik oleh Pasdi dibalik pepohonan dipinggir jalur jalan tengah hutan tersebut dan mulutnya ditutup tangan..
“hmm?” Sopphie kebingungan melihat sekitarnya, Hiken dan yang lainnya ikut bersembunyi... “diam, lihatlah..” bisik Pasdi sembari melirik pada 4 orang pria yang sedang berjalan mendekati mereka..
...
....
....
“Semuanya sudah disiapkan..” ucap seorang pria pada yang lainnya.. “yahh, melakukan pekerjaan seperti ini, membuat bosan saja..” balas pria lainnya.. “seharusnya malam ini aku tidak disini”..”Kenapa?”...”yah,
“kenapa hanya kita yang ngobrol sendiri” tanya pria satunya.. sembari menoleh kebelakang.. “yahh, tumben mereka berdua diam.. haha”.. balas pria satunya sembari menoleh pada 2 rekannya yang dibelakang.. “!!!!” ... “apa yg terjadi??” ucapnya kaget, sembari melirik pada teman disebelahnya.. temanya hanya diam... lalu tumbang.. “hhaaahhhhhhh!!!”.. “ada apa ini??.. hey kalian?? Bangun...” teriaknya... tiba-tiba greeeekkkkkk!!! Rantai mencekik lehernya... perlahan ia kehilangan kesadarannya.. penglihatannya samar-samar... terlihat 5 orang kearahnya.. bruukkk! Ia tumbang juga.. perlahan matanya tertutup... kesadarannya memudar.. “ka- ka- lian... pe... nyu... sup .....” ucapnya lalu tergeletak begitu saja ...
.
.
.
.
.
Ending of Chapter 6.
Tunggu kelanjutannya dah xd
Capek ngetik colonthree emotikon
.
Makasih buat beberapa nama dalam tokoh cerita, dan makasih atas teror dan tagihannya yang buat q makin puyeng colonthree emotikon .. belum dengan tugas2 yg numpuk, harus lanjutin cerita ini lagi colonthree emotikon .. oh man~
#Statoez #Coercol colonthree emotikon
.
En bai de wei xd
Thanks udah mau baca pacman emotikon ..
.
Original Story by : Pak Tua Hiken

Tidak ada komentar:
Posting Komentar