Inilah duniaku, tempat sedikit dari konsep pemikiranku dan bagian diriku yang dituangkan dalam bentuk tulisan. Selamat datang diduniaku, persepsiku, imajinasiku dan seniku.
Kamis, 29 Januari 2015
The Unknown
THE UNKNOWN
Chapter 08 – TAMAT
-[ TERIAKAN AKHIR! ]-
Malam di distrik kota tua, ditengah-tengah puingan lama reruntuhan tempat ini. Sinar bulan menerangi dengan jelas, seolah sang bulanpun tertarik untuk menyaksikan suasana malam ini.
Berjalan 4 pemuda yang dibalut perban dan plaster pada wajah serta siku dan bagian tubuh lainnya. Terlihat terluka karena pertarungan, namun luka tersebut tak berpengaruh bagi mereka.
Ary, Sopphie, Dage, Bayu; ke empat pilar Ngengat malam sedang menuju keladang pertempuran diikuti puluhan orang dibelakang dan mengiringi langkah mereka memasuki lingkup panas dari pertarungan yang akan berlangsung. Terlihat beberapa pemuda yang telah berada disana terlebih dulu, Hiken dan pasukan Enkai Hibashira. Ronal dan pasukan LhoTD. Pasdi dan Akbar diikuti pasukan pembantai Evil Destiny.. “pakai cincin kebangaan kalian” ucap Pasdi pada orang-orangnya..
“kalian sudah memulainya duluan..” ucap Hiken pada Ary dkk yang tengah sampai dibarisan depan bersama Hiken dan yang lainnya.. “bodoh, lihat diri kalian... diperban.. cihhh” gerutu Ronal.. “sudah kuduga kalian melakukan sesuatu diluar rencana... kau..” ucap Pasdi saat melirik ke arah Sopphie..
“Baiklah.. semuanya sudah datang.. mari akhiri semua ini...!!” teriak Hiken..
Dikubu berlawanan dengan Hiken dkk..
Berdiri 4 orang tersisa dari pemimpin The Moon.. diikuti puluhan orang pria dibelakang mereka..
“hanya kita berempat?” tanya Shoku melirik kearah Kenbon... “yahh, kita saja sudah cukup untuk menghabisi mereka” balas Kenbon... “tak disangka empat orang dari kita bisa dikalahkan.. ini cukup memalukan..” Ucap Busos.. “Sudahlah... mari patahkan taring kesombongan mereka yang telah berani menghabisi empat kawan kita..” Balas Hoku sembari menatap tajam kedepan...
“semuanya siap??” ucap Akbar yang telah memegang botol ditangan kanannya... “Hoaarggghhhhhh!!!!....” “Harrrrrhhhhhhhh!!!!”... Akbar melemparkan botol ditangan kanannya keudara... dijentikanlah jarinya keudara “Bommmm!!” botol yang ia lemparkan meledak dan meninggalkan kepulan asap hitam membentuk sebuah lingkaran cincin hitam yang menyebar menaungi daerah sekitar distrik tempat pertarungan berlangsung.... “Maju!” teriak Hiken... “aaarrrggggghhhh!!!”... “Houryaaaa!!”... “Gouryaaaa!!” teriakan untuk memulai perang telah dikumandangkan!
Akkkh!! Tgghhh!! Dugghh!!! Pghhhh!! Dgghhh!!! Akkkhhhh!!! Beberapa orang pria terpental... beberapa tumbang.. beberapa terhempas kebagian puing-puing bangunan kota tua ini...
“Matilahhh!!” teriak Akbar sembari melayangkan pukulannya pada beberapa orang pria.. “menyebalkan... Hahhhhh!!” Ronal tengah bersemangat dalam pertarungan melemparkan beberapa orang The Moon.. menghempaskan pasukan tersebut...
“Erggghhh!!.. dghhh!!” Pasdi yang geram dan memukul beberapa pria yang menyerangnya..
“gara-gara pertarungan kemarin, sekarang agak sulit bergerak... namun tangan dan kakiku telah kulapis dengan pilar angin.. dengan ini matilah!! Hehhh!! Rasakan ini bodoh!!.. heeaahhhh!!” teriak Ary saat menendang dan menumbangkan beberapa pria yang menghalangi jalannya... “Minggirlahh.. sialll!!” teriak Dage sambil memukul beberapa orang dengan toya berlian yang ada ditangannya... “kekuatan kita tak bisa digunakan dengan sepenuhnya karena pertarungan kemarin... eggg!!” Bayu menghempaskan beberapa pria... “harus menggunakan waktu yang tepat untuk mengeluarkan kekuatan... hhaaaahhhh!!” Teriaknya mengarahkan hantaman keras pada kepala seorang pria.. “uuffggghhh!!” darah mengucur dari kepala pria tersebut.. “ciihhh menjijikan” ucap Bayu..
“Matilah!! Kya ha! Ha! Ha!” Tawa jahat Sopphie yang memutar-mutar rantai ditangannya.. Swuushh! Swusshhh! Swuusshhh! “eghhh!!!”... “Akkhhhh!” jerit beberapa orang yang dicambuk oleh Sopphie dan dihempaskannya kebagian puing-puing Distrik Kota Tua tersebut...
“Heahhhh!!” teriak Hiken menendang beberapa pria yang menghalangi jalannya... sekilas fokusnya tertuju pada satu area dibelakang pasukan yang menyerang mereka... “disana kau rupanya.... Onotrah!!!!!!!” Teriaknya lagi dan membakar beberapa orang disekitarnya...”sial! kalian tak ada habisnya!.. Pasdi! Ronal!!” teriaknya lagi...
“Ciihhh.. si bodoh itu.. “ gerutu Ronal yang dengan sigap melesat menghempaskan dan menyingkirkan beberapa orang yang menghalangi jalannya dan menuju kearah Hiken...
“Hehhhh!!!” Lightning! Swush!! Fzzz!! Pasdi yang menghilang sekejap kilat... lalu muncul tiba-tiba ditengah kerumunan orang... “akkhhh!!!” tendangan demi tendangan ia hujamkan pada orang-orang The Moon dan mengalahkan mereka... Swush! Ia muncul didekat Hiken.. disusul Ronal yang tengah berada didekat Hiken pula..
“heh?” Ronal melirik kearah Hiken dan kembali memperhatikan sekitarnya beberapa orang tengah mengincar mereka bertiga... “lihat dibelakang barisan ini?”.. ucap Hiken pada Ronal dan Pasdi.. “Dia bossnya?” tanya Pasdi setelah memperhatikan sekilas seseorang yang duduk dikursi bagian belakang barisan The Moon yang tengah berkerumun menyerang mereka... “Iya... lindungi jalurku...” ucap Hiken... “cihhh... malah dia yang memberi perintah!” teriak Ronal kesal... “Heaahhhh!!....” Ronal mengamuk dan menghajar beberapa orang dijalur Hiken, sementara Hiken terus berlari untuk mencapai seseorang dibelakang kumpulan tersebut...
“Sial! Mereka terlalu banyak!” keluh Pasdi yang membantu Ronal untuk membersihkan jalur Hiken dan menyingkirkan beberapa orang yang menghalanginya.. Lightning! Fzzz! Fzz! Fzzz!! “Ughhhh!!” beberapa orang tiba-tiba tumbang... luka sayat bermunculan dibagian dada kanan mereka.. “harus menggunakan ini agar cepat” ucap Pasdi menunjukan cakar yang ia pakai dicincinnya...
Freeze! ..........!! jalur Hiken membeku dan membuat kaku orang-orang yang ada dihadapannya untuk sementara.. “sudah bodoh!, sekarang sudah selesai!” bentak Ronal.. “Baiklah terima kasih” balas Hiken yang terus berlari melalui jalur yang sudah Ronal dan Pasdi bersihkan dari kepungan orang-orang The Moon...”cihhh....” ucap Ronal... “mari buat badai disekitar sini...” swoossshhhh!!!!... Swooshhhh!! Badai angin es mengamuk disekitar Ronal dan membuat orang disekitarnya sulit bergerak, beberapanya terhempas dan menimpa puing-puing area tersebut.. Lightning! Pasdi yang muncul sekejap.. jauh dari sekitar Ronal.. “Sialan itu, tidak memperdulikan aku yang ada disekitarnya.. menciptakan badai seenaknya saja..” gerutu Pasdi sembari mengambil posisi bertarung saat beberapa orang mendekatinya...
Teriakan riuh dan jeritan terus berlangsung saat itu.. pertarungan masih berlangsung.. beberapa pria yang mengepalkan tangannya.. mengangkat kakinya dan melompat... menjatuhkan satu sama lain, tempat yang sungguh ribut dipenuhi oleh darah dan peluh, dihiasi ekspresi geram, marah dan ketakutan.. beberapa diantaranya malah bersemangat untuk melukai dan menghancurkan segala yang ada dihadapan mereka... teriakan demi teriakan terus berlangsung dari segala penjuru ditemppat itu, suasana hening malam tak lagi dirasakan... teriakan teriakan itu mampu memecah kesunyian malam yang ditaburi penerangan wajah bulan malam yang terus memandangi dan memperhatikan berlangsungnya pertempuran tersebut..
Lebam... wajah bonyok dan luka disekitar tubuh, beberapa orang terlihat kesakitan dengan hal tersebut yang menimppa mereka.. sementara diantara mereka terdapat beberapa orang yang terus mengepalkan tangannya untuk kembali menumbangkan yang lain, tubuh mereka seolah tak terluka dan baik-bak saja.. pertarungan yang sungguh menarik di Distrik Kota Tua ini.. keramaian kembali terdengar dari tempat ini, namun keramaian ini bukanlah teriakan kedamaian atau keidupan yang dijalani di Distrik tersebut ... yang ada hanyalah teriakan dari pertarungan tersebut... sejak saat itulah tempat ini dinamakan Distrik Monster oleh kaum pengguna kekuatan khusus – The Unknown.. karena disinilah, tempat inilah saksi dari segala yang pernah terjadi, bentroknya dua kubu The Unknown dan para pasukan sang rakus yang ingin memiliki kekuatan abadi..
Terlihat dari jauh seorang pria yang berjalan lurus kearah Pasdi yang sepertinya sangat bersemangat dalam pertarungan tersebut... “Pasdi ya??... mari bermain denganku nak..” ucap Shoku.. “behhh,, baiklah akan kulayani kau orang tua” ucap Pasdi dengan senyum penuh semangat...
Heahhh!!! Ronal yang terus-terusan mengamuk dalam badai yang ia ciptakan dalam lingkup kecil disekitarnya telah berhasil menumbangkan semua yang ada disekitarnya.. dari perlahan bagaikan sebuah bayangan hitam, tak jelas dan hanya seolah ilusi perlahan makin jelas makin dekat, sosok seorang pria berhasil menembus badai yang ia ciptakan dan berhadapan dengannya... “kau lumayan juga, makluk es” ucap Busos..
Ronal hanya diam dan tersenyum geram padanya..
Disisi lain..
Dage dengan senyum puasnya menggenggam tongkat berlian ditangannya.. kress! Tongkat tersebut sirna... orang-orang yang ia hadapi telah ia habisi semuanya.. “hah! Hah! Selesai juga..” Ucapnya bangga pada diri sendiri... “hey kawan?” ucap seseorang dibelakangnya.. “!!!” Dage terkejut dan berusaha melihat kebelakangnya.. saat tengah berbalik.. sebuah hantaman keras menimpah wajahnya.. tinju telah terbenam diwajahnya dan mementalkannya.. “khuuhhh!! Sial!” Dage yang terhempas mundur dan rebah kembali berdiri sambil memegang hidungnya dan menutuk sebagian wajahnya dengan satu tangan.. “Hidungku patah.. sialan ini...” Batin Dage yang terus memperhatikan kearah pria dihadapannya... “wahhh, aku terlalu bersemangat yah, Ga ha ha ha ha.. majulah nak!” teriak Hoku yang telah siap dengan mengeluarkan aura kegelapan disekitarnya...
“cihhh... baka!” Dage mencoba untuk menutup hidungnya yang terus mengucurkan darah...
“heh! Tak berguna!!” teriak Hoku yang melesat cepat kearah Dage, diubahnya aura gelap kearah tangan kanannya menyerupai trisula dan mencoba menancapkannya pada jantung Dage...!
Sekilas.. dalam samar-samar Hoku merasakan kehadiran seseorang didekat Dage.. bayangan melintas dihadapannya.. partikel hitam bagaikan debu-debu terpapar didepannya “!!!.. apa ini?” tanyanya dalam hati... BOOOMMMMMMM!! “kehhh!!” Hoku terpental dan mencoba menjaga keseimbangan tubuhnya untuk tetap berdiri ... perlahan kepulan asap hasil ledakan tersebut menghilang... “Lawanlah aku tuan...” ucap Akbar yang muncul dari kepulan asap tersebut dan berjalan kearahnya... “kau??...” ucap Dage memperhatikan Akbar yang baru saja menghalangi Hoku untuk menyelamatkannya... “sama-sama” ucap Akbar... “sombong sekali kau sialan! Siapa yg berterima kasih padamu bodoh!” teriak Dage geram...
Heahhh!! “ugghhh!!.. kuhhh!! Ughhh!!” Kenbon yang terus memukuli seorang anggota Ngengat Malam walaupun pria yang ia pukuli telah tak sadarkan diri... Swushhh!! Hempasan angin menghempaskannya namun berhasil ia tahan dengan santai.. dengan bentuk perisai kegelapan yang ada dihadapannya.. perlahan ia hilangkan.. terlihat Ary telah berdiri dihadapannya... “kau sungguh keji.. dia sudah tak sadarkan diri dan tetap kau pukuli?? Sialan..” ucap Ary dengan geram.. “hahaha.. lalu apa urusanmu bodoh!” teriaknya.. sembari melesat kearah Ary.. “!!!” Ary menyilangkan tangannya menahan tendangan yang telah Konbon lesatkan kearahnya dan membuat dirinya terseret mundur beberapa meter.. “sial.. dia ini monster” batin Ary yang merasakan tendangan Kenbon pada tangannya yang menyilang... “Ga ha ha ha! Lumayan juga kau bodoh...” Teriak Kenbon yang terus saja melesat kearah Ary dan mengarahkan beberapa tinju dan tendangan untuk menumbangkan Ary namun berhasil Ary tangkis dan tahan walaupun tubuhnya terus saja terseret mundur demi menahan beberapa serangan yang Kenbon berikan... “Ahhh payah sekali” ucap Kenbon yang menghentikan serangannya.. “aku akan segera mengakhirimu makluk lemah... dan menyiksa jasadmu seperti yang kulakukan pada pria sebelumnya” lanjutnya sembari berlari dan mengarahkan pukulan tangan kanannya pada Ary... Swushhh!!! Ary berhasil menghindarinya dengan menundukan tubuhnya dan disusul ia mengepalkan tinju tangan kanannya mengincar lambung Kenbon... Dskkkk!!! “!!! Eghhhh!!” jerit Ary karena pukulannya tertahan oleh perisai hitam pada lambung Kenbon dan seluruh bagian depan tubuhnya.. “Gahahaha! Gerakan yg bagus... namun kau tetap saja lemah dan bodoh... tak semudah itu mengalahkanku...” ucapnya dengan sombong.. “benarkah?” Balas Ary dengan senyum percaya diri... “tapi aku sudah mengalahkanku”” ucap Ary tetap pada posisinya dan Kenbon yang masih pada posisi saat ia mencoba memukul Ary... ........ cucuran darah mulai membasahi baju Kenbon.. “hah???” kagetnya sembari melihat pundak kirinya yang berdarah.. “apa yang terjadi....!!!” tanyanya dan kemudian kaget melihat dua jari tangan kiri Ary yang menusuk pinggang kanannya.... “Pisau angin” ucap Ary.. “tak ada yang bisa melihat angin... kau terlalu sombong.. padahal kau itu lebih lemah daripadaku...” lanjut Ary lagi... “dan juga..” Ary terus mencoba berbicara sembari berdiri tegap dihadapan Kenob yang terbujur kaku... “aku ini pangeran tampan dengan kuda putih, sudah pasti aku kuat darimu” ucap Ary sembari menunjuk pada Kenbon... “hah??” Ary kaget lalu terlihat kesal.... “siaaallllllll!!! Dia sudah tak mendengar perkataanku lagi! Padahal ini momen yang keren! Sialan!” ucap Ary sembari berbalik meninggalkan Kenbon yang terbujur kaku lalu tubuhnya rebah dan tergeletak diatas puing bangunan...
Grorrrr! Brrrr! Brusshhhh!!! Lingkaran api tengah melingkari Hiken dan Onotrah... “akhirnya kutemukan juga kau” ucap Hiken yang menatap tajam padanya.. “wahhh, tentu tidak... aku yang menghampirimu.. pengacau sialan” ucap Onotrah sembari berdiri menghadapi Hiken...
“mari selesaikan urusan bodoh ini... lalu kekuatanmu akan menjadi santapan kekuatanku dan organmu mungkin berguna bagi pelangganku.. Ha ha ha!” ucap Onotrah diringi tawa jahatnya..
“Lihat saja nanti siapa yang akan kalah.. kehh” balas Hiken dengan menyalakan api dikedua tanganya..
“Enkai Hibashira huh?? Api?? Tak ada yang bisa melawan kegelapan bodoh!” teriak Onotrah mengeluarkan aura kegelapan dari tubuhnya... “heaaaahhhhh!!!”... ‘Houryaaaaahhh!!”... Bffhhhhhh!!! Hantaman antara tinju dari terang api dan kegelapan bertubrukan... menciptakan hempasan yang kuat disekitarnya...
Swosh!! Hempasan es Ronal mencoba untuk menjangkau Busos namun berhasil ia hindari dengan cepat.. “apa segini saja anak muda?” ucap Busos dengan nada meremehkan...
“ntahlah” ucap Ronal dengan santai... Dinding Es telah berada dibelakang Busos... Freeze! Daratan disekitar pijakan kaki Busos telah berubah menjadi daratan es.. “kau ingin melihat wujud iblis es?? Hahaha” tawa Ronal disusul melesatnya 2 bongkahan es raksasa yang mengarah pada Busos.. Buffhhhh!!! Swusshhh!! Busos Melompat dengan membentuk dari kegelapan yang menyelubunginya ia menciptakan tombak hitam.. dilesatkannya kearah Ronal... Jlebbb!! Crushhh!! Tertancap tepat didada kiri Ronal.
Heahhh!! Boommmm! Boommmm!!
Disisi Akbar dan Dage ledakan beruntun terus terdengar.. Akbar yang terus mengamuk mencoba untuk memojokan Hoku dengan kemampuannya.. “Hahahaha.. aku bisa menghindarinya seharian Hahaha!” ejek Hoku dengan sombong... “!!!” Bayangan seseorang terlihat menutupi tubuhnya.. “!!” ia menoleh... dffhhh!!! Hantaman keras dari tinju Dage yang dilapisi berlian pada tangannya menghujam keras pada tenggorokan Hoku... Akhhhh!!! Hoku terhempas keras kedaratan... “Uhukk!!” Darah mengucur keluar dari mulutnya... “apa kau baik-baik saja?” ucap Dage yang telah menghentikan pendarahan hidungnya... “tutup hidung macam apa itu bodoh!!!” teriak Akbar kesal yang melihat Dage menutup pendarahan hidungnya dengan bajunya sendiri... “diamlah bodoh!, ini bisa memperlambat darahnya keluar!” bentaknya pada Akbar..
“kehhh!! Sial... tak kusangka akan dijebak dan perhatianku dialihkan..” batin Hoku sembari melirik pada Dage dan Akbar yang memperhatikannya... “kenapa mereka diam?” tanyanya dalam hati melihat Dage yang hanya diam dan Akbar yang tenang.. “!!!” Kreekkkk!!! Egghhhh!!! Sesuatu berada ditenggorokannya serasa membesar... ARRRGGGHHHHH!!! Boommmmm!!! Tbuh bagian atasnya hancur tak bersisa... sesaat sebelumnya.. Akbar memerintahkan Dage untuk menyerang secara tiba-tiba dan pada Kristal Berlian yang ada di tangan Dage telah ditanamkan beberapa partikel kecil serbuk hitam milik Akbar untuk ditanamkan pada tubuh Hoku.. dengan begitu akan mudah untuk membunuhnya...
Hoku telah tumbang dengan tubuh bagian atasnya yang hancur dan tak bersisa.. ia tergeletak ditanah begitu saja..
Lightning! Tepp!! Bgghh!! Bghhh!! Beberapa kali Pasdi mencoba menjatuhkan Shoku namun berhasil ia hindari atau tangkis... sosok makluk bagaikan ular hitam kegelapan muncul disekitarnya dan menghempaskan Pasdi saat ia muncul didekat Shoku... “eggghhh!! Apa itu” batin Pasdi..
“Arboc... makluk kegelapan... benda ini diberikan padaku oleh boss untuk menghabisi seorang sepertimu” ucap Shoku sembari mengarahkan tangannya kearah Pasdi disusul gerakan ular hitam tersebut yang membuka mulutnya lebar-lebar untuk melahap Pasdi... “!!!” Bummmhhhhhhhh!!! Daratan tempat Pasdi berada hancur dan memuncurkan efek debu...”hampir saja” ucap Pasdi yang berada beberapa meter dari tempat ular tersebut mencoba melahapnya... Heahhhhh!!! Pasdi berlari kearah monster tersebut... mengeluarkan beberapa untaian cahaya ditangannya... Groaahhh!! Ular tersebut mengarah pada Pasdi.. segera dilesatkan oleh Pasdi satu untaian benang cahaya kedalam mulut ular tersebut... Lightning !! Pasdi menghilang dan muncul diatas ular tersebut... menghempaskan kepalanya ketanah .. Lightning! Ia kembali menghilang dan muncul didekat Shoku... mengarahkan pukulan tangan kanannya keawah wajah Shoku namun berhasil ia tangkis dengan menyilangkan kedua tangannya... tep!!.. Lightning! Pasdi kembali menghilang dan muncul beberapa meter dari Shoku diatas puing-puing Bangunan Distrik tersebut... “sial...!! kemana kau keparat!!” teriak Shoku sembari mencari disekitarnya.. “disana kau!” teriak Shoku yang telah melihat Pasdi.. dengan segera ia mengarahkan tangankan kearah Pasdi dan menggerakan ular hitam tersebut... Groaahhhh!!!!! Ular tersebut melesat dengan cepat keara Pasdi, namun ia tetap tenang.... Srettt!! Ular tersebut stop dengan mulut ternganga kearah Pasdi... Cahaya bulan yang sempat tertutup oleh awan malam kembali terlihat.. menerangi Shoku hingga ular yang ia kendalikan... “Egghhh!! Ada apa ini.. tubuhku tak bisa kugerakan” tanyanya bingung dengan gemetar.. ia berusaha untuk menggerakan tubuhnya.. “itu karena...” Pasdi menatap kearah Shoku... “Kau sudah mati..” lanjutnya dengan dingin...
“Akkkhhhh!!!” untaian cahaya keluar dari dada kanannya... bgghhh!! Ia rebah dan tak sadarkan diri... Ular yang ia kendalikanpun perlahan memudar dan lenyap oleh secercah cahaya yang ada didalam tubuhnya, cahaya tersebut meledakan tubuhnya dari dalam...
Saat sebelumnya Pasdi melepaskan cahayanya kedalam tubuh ular tersebut dan meledakannya sesaat sebelum ular tersebut melahapnya, begitu juga dengan Shoku... pukulan yang ia berikan sebelumnya untuk mengecoh Shoku saat tangan kirinya menusukan untaian benang-benang cahaya kearah jantungnya...
“Ekkhhh!!” Pasdi rebah dan dan berdaya..
“terlalu banyak memakai kekuatan” ucapnya lalu tak sadarkan diri...
Dari dalam gelap.. perlahan ia sepertinya mendengar suara disekitarnya.. hembusan angin disekitarnya..
“Heaahhhhh!!” Hiken mengerahkan api dari tubuhnya untuk membentuk neraka api didaratan sekitarnya..
Swusshhhh! “Hahahahahaha!” lautan kegelapanpun terbentuk dihadapan Onotrah oleh kekuatannya...
Hiken berlari kearah Onotrah, dilesatkannya beberapa api kecil bagaikan peluru untuk menembus tubuh Onotrah.. namun dengan mudah api-api tersebut ia hindari..
Tzzzz! Tzzz!perlahan tubuh Ronal retak dan hancur.. “!!!” tubuh yang tertancap oleh tombak hitam Busos hanyalah sebuah cermin es yang Ronal buat disekitarnya... “sial.. jebakan bodoh macam ini” ucap Busos geram... “harrggghhhhhhh!!!!” teriaknya sembari mengeluarkan seluruh hawa gelap yang ada ditubuhnya dan menghempaskan segala es yang ada disekitarnya... terbentuklah kepulan uap es yang ia hancurkan... Eghhh! 2 orang pria melewatinya dengan cepat...
“Eghhh!!! ... uhukkk!” Tubuhnya kaku tak bisa bergerak... listrik yang telah terkena sarafnya membuat ia jadi mati rasa... perlahan kulitnya menjadi kaku dan dingin... bagian dada bagian kanannya telah bolong... “sialan itu... kenapa aku bisa kalah...eghh!!” Freeze! Tubunya terbujur kaku dan membeku... pertarungan dimenangkan oleh Ronal..
“untung saja aku datang” ucap Bayu..
“Bodoh! Tanpa bantuanmu untuk membuatnya tersengat listrik juga aku tetap bisa merobek jantungnya” bentak Ronal pada Bayu..
“yahh, baiklah.. terserah saja...” ucap Bayu seraya pergi kearah Hiken berada..
Pertarungan hampir mencapai puncaknya.. Sopphie terlihat berlumuran darah ditubuhnya.. “heh! Heh!... tak kusangka mereka sebanyak ini.. cihh” ucapnya dengan terengah-engah...
Ary terus mencoba berjalan kearah sambil memegang dada kanannya... “akkkhhhh!!” kepalanya serasa seperti mau pecah... “apa ini? Sepertinya karena aku terlalu memaksakan diri memakai kekuatan dan pertempuran kemarin.. sial” ucapnya bergumam... “egghhh!”..
Bayu yang terus berlari kearah Hiken perlahan pandangannya mulai pudar... Dgghhhh!!! Ia tersungkur.. “sial, saat seperti ini... membatu... apa waktunya sudah habis atau... atau terlalu banyak menggunakan kekuatan..eghh!!” ...
“akhirnya selesai...” ucap Dage.. “belum, masih ada satu bossnya” balas Akbar.. “!!” ..”Heii, kau kenapa?” tanyannya melihat dage yang rebah dan tak sadarkan diri...
“apa yang..?? eghhh!!!” kepala Akbar mulai terasa sangat sakit... “akkhhhh!!”..jeritnya..
Ary, Sopphie, Akbar, Bayu, Ronal, Pasdi, dan Dage terlihat tergeletak ditanah dengan lemas dan tak berdaya.. suasana pertempuran telah berakhir disekitar mereka, dengan banyak pemuda yang bergelimpangan disekitar mereka... hanya satu pertarungan yang belum selesai..
Bara api terus berkobar seolah membakar daerah sekitar Hiken dan disisi lainnya terlihat Onotrah yang telah terluka dengan beberapa bekas api diwajah dan tubuhnya.. sementara Hiken yang sepertinya telah menerima banyak pukulan dan serangan.. dengan tubuhnya yang berdarah bajunya terkoyak ia tetap berdiri menyalakan apinya untuk menghadapi Onotrah.. “kenapa tidak kita akhiri saja ini..” ucap Onotrah..
“Sial, tidak bisa membunuhnya dengan cepat.. ia takkan mempan dengan kekuatan.. harus dengan wujud daging... manusia.. tanpa kekuatan” pikir Hiken sembari mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu saat pertama kali ia menjumpai Onotrah disebuh pabrik tua, saat itu Hiken sedang berjalan-jalan dengan teman-temannya.. disitulah Onotrah menyerangnya dengan membabi buta dan membunuh semua teman-temannya.. Hiken yang menderita luka parah berhasil melarikan diri setelah membuat api yang besar untuk mengelabui Onotrah..
“saat itu, kekuatan tak bisa melukainya dengan parah.. ia memang kuat dengan kekuatannya namun tubuhnya lemah.. namun tak mudah untuk menyentuh tubuhnya saat kekuatan itu terus melindunginya..” batin Hiken..
“apa ang kau pikirkan?” ucap Onotrah dengan wajah meremehkan.. “hahh, beberapa luka ditubuhmu itu??... itu akibat hempasan dari ku dan juga luka bakar itu akibat dari tanah yang panas dan besi panas... bukan dari kekuatanu bukan?” ucap Hiken seolah memastikan sesuatu... “Hahahaha... jeli juga kau anak muda.. ntah bagaimana kau bisa berkata seperti itu, tak ada gunanya melawanku dengan kekuatanmu.. tapi tanpa kekuatanmu pun kau takkan bisa.. jadi sama saja.. kau akan berakhir.. hhaha..” Ucapnya dengan gelak tawa... “dan juga...” lanjutnya lagi... “aku semakin kuat karena teman-teman bodohmu itu..” kembali ia menuturkan kata-katanya... “apa maksudmu??” tanya Hiken... “kekuatan mereka... ada padaku... saat bertarung dengan para petinggi The Moon, mereka menyerap kekuatan dengan cara yang tak terlihat... saat bersentuhan dengan mereka.. mereka adalah bagian dari ambisiku... bagian kecil kegelapanku ada pada mereka...” jelasnya pada Hiken..
“Ini semakin kompleks dan tak dimengerti” batin Hiken.. “apa itu artinya pertarungan dengan para petinggi The Moon 4 orang tersebut untuk menyerap dan mengurangi kekuatan yang lainnya..”... “ataukah saat tubuh mereka tersentuh maka kekuatan pengguna kekuatan khusus akan terserap dan terus terhubung hingga kekuatannya habis...”... “kehhhh!!” penglihatan Hiken mulai memudar... “siall, aku juga sudah menyentuhnya... “ batinnya... “!!!” Hiken menyadari sesuatu... “tangan ini??” ia melihat sebuah tanda ditelapak tangannya... simbol ular bersayap kelelawar didahinya terdapat lambang bulan... “kekuatanku juga terhisap!!” teriak batinnya... dengan tak sadar ia telah tersungkur... melihat Onotrah yang makin mendekat kearahnya..
Dage, Pasdi, Ronal dan yang lainnya terlihat tergeletak dengan simbol yang sama berada ditangan mereka masing-masing.. kekuatan mereka benar-benar terserap!
Onotrah telah berdiri dihadapan Hiken .. “hahaha, inilah akhirnya..” ucap Onotrah sembari tangannya mencoba menyentuh kepala Hiken... “!!” Hiken melesat dengan cepat... mencancapkan besi panas dijantung Onotrah... “!!! Eghhh!! Sial!! Kau??” Ucapan terakhir Onotrah lalu rebah dan besi tersebut menembus dadanya hingga kebagian belakang tubuhnya...
Hiken sengaja diam saat sebelumnya.. saat ia mulai kehilangan penglihatannya.. ia melihat ada sebuah besi bekas bangunan dari bongkahan puing-puing bangunan ditempat tersebut, dengan cepat ia mengambilnya dan menggenggamnya untuk menusuk jantung Onotrah... “tapi bagaimana aku bisa bergerak??”.. “jaraknya terlalu jauh..” batinnya... “dia akan segera mendekat.. cukup tunggu saja...” batinnya lagi...
Semua telah berakhir... perlahan semuanya mulai tersadar.. Pasdi dkk...
Onotrah adalah seorang yang lemah.. namun ia dilingkupioleh kekuatan kegelapannya yang kuat, sehingga tak mudah untuk membunuhnya... begitupun dengan manusia.. tak mudah untuk mendapatkan kebaikan dari kelemahan manusia, karena kekuatan ego dan dosa dalam dirinya yang membuatnya menjadi kuat dan sulit dilumpuhkan dalam penghakiman salahnya.
Hiken mencoba berdiri sambil menatap keangkasa... meneriakan teriakan kemenangan : Hoooaaarrryyyaaahhhhh!!
-END-
Makasih udah ikutin sampe sejauh ini colonthree emotikon ..
Kalo ada ide lagi, mungkin nanti... yahh nanti.. ane akan buat Cerita lagi... tapi bukan cerita bersambung.. capek mkirnya colonthree emotikon
Thanks for read..
Note : beberapa typo terjadi karena jariku sudah lelah mengatur beberapa scene. Jari dan otak pegel colonthree emotikon
And By The Way : Selamat Tahun baru 2015.. jangan suka galau di 2015.. colonthree emotikon ..
Original Story by : Pak Tua Hiken
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar