Kamis, 29 Januari 2015

The Unknown Chapter 5









The Unknown
Chapter 5
[ Team ]

Baca chapter sebelumnya untuk tau apa yang terjadi pacman emotikon
Sudah malas kilas balik xd
Back to sceneor plot the story xd

[]=========================.[]
============================.[]

"ada apa dengan tempat ini?" ucap seorang lelaki yang berdiri dipintu café yang telah hancur kondisinya.
"ugh" seorang pemuda yang tergeletak mengerang (?)

Lelaki tersebut berjalan mendekati si pemuda dan mengangkat badannya, ia menarik dada baju si pemuda. "beritau aku apa yang terjadi?".. "sekitar 8 orang …" ucap pemuda tersebut,.. "mereka berkata mencari boss The Moon untuk menghancurkannya.." lanjut pemuda tersebut.

Lelaki tersebut melepaskan pegangan tangannya pada baju si pemuda dan berdiri lalu keluar dari café, ia mengeluarkan sebuah telpon seluler dari saku kirinya dipegang pada tangan kirinya, dengan jas hitam ia berpakaian, kacamata hitam menutupi kedua matanya, topi dan sepatu hitam, sebuah tatoo pada tangan kirinya.
"Ada yang mengincar The Moon" ucapnya pada seseorang ditelpon.
"Mungkin tidak dia sendirian, sepertinya mereka membentuk suatu kelompok.." lanjutnya..
"iya, tempat ini telah hancur, salah satu café tempat pertemuan kita telah dihancurkan, bersama orang-orang Zombie telah dihabisi …. Kita harus bersiap.." ucapnya sembari menutup telpon, berjalan dan menghilang ditangah gelapnya malam.

Sejak kejadian itu banyak orang-orang The Moon dikerahkan untuk mencari posisi Hiken dkk yang telah menyerang tempat mereka, ditiap sudut kota, mereka tidak juga menemukannya.

"kenapa kita harus bersembunyi?" ucap Pasdi yang duduk disofa.
"belum waktunya kita bergerak .." jawab Hiken.
"benar, kita harus memperhitungkan kondisi diluar sana.." ucap Bayu.
"Kondisi apa?" tanya Ary.
"kalau kita bertarung habis-habisan kita bisa menang dengan mudah kok.." ucap sopphie.
"itu benar, untuk apa sembunyi..kita bisa mengalahkan mereka.." ucap Dage.
"Iya, dengan tiap kekuatan kita .. Kita sudah bisa membantai mereka.." ucap Akbar melanjutkan..
"mungkin benar, tapi pasti ada resikonya kan kalau kita membabi buta" balas Ronal melirik kearah Hiken.
"Kita bisa saja membabi buta, tapi kita harus berpikir bagaimana kalau begitu semua orang akan tau tentang kalangan kita yang memiliki kekuatan khusus?, manusia lain akan mulai waspada dan mengancam kaum kita.." jelas Hiken.
"benar juga" ucap Akbar.
"baiklah, jadi apa yang kita tunggu?? Maksudku sampai kapan kita terus bersembunyi?" ucap Ary.
"Sebentar lagi, kita sedang menyusun strategi untuk menghabisi kelompok itu" balas Hiken.
"Mungkin malam besok kita akan mulai bergerak.. Dengan terbagi dalam beberapa team.. " ucap Bayu.
"Jadi kita sudah mempunyai strategi?" tanya Dage.
"Iya, aku yang menyusunnya, besok akan kujelaskan.." ucap Bayu.
"Akhirnya, bisa keluar juga" ucap Pasdi.

Percakapan tersebut terjadi dalam sebuah gedung tua, dilantai dasar, mereka bersembunyi untuk beberapa hari disitu demi menghindari sergapan The Moon, sesekali satu atau dua orang keluar untuk membeli makanan..

( Keesokan malamnya )

"Mari cepat kita harus menemukan mereka segera" ucap seorang pemuda yang membawa beberapa orang menyusuri daerah dekat pabrik tua.
"!!!!!" terlihat dua bayangan oleh pantulan sinar bulan, diatas kelompok tersebut..
"Hei, apa kabar?"
"apa yang kalian cari?"
Ucap Ronal dan Ary.
"Itu mereka! Cepat habisi!" teriak pemuda pemimpin kelompok tersebut menunjuk pada Ronal dan Ary ..
"wahh, mereka begitu antusias" ucap Ary.. "Kita sudah diterima meriah gini.. Ckck" balas Ronal.

Disebuah sisi dekat hutan..
"mereka hanya berdua?".. "apa yang mereka pikirkan??"..
"habisi saja mereka!!"… ucap beberapa pemuda yang berada dalam suatu kelompok.
"Kita akan dihabisi.."
"tidak, aku akan menghabisi mereka" ucap Pasdi membalas Sopphie.
"baiklah.. colonthree emotikon "..

Sisi Lapangan lapang dekat kali monster …
"cuman segini?"
"aku kira lebih banyak.."
"kita dapat bagian yang sedikit"
Ucap Dage dan Bayu …
"Houryyyggghhhhaaaa!!!" segerombolan pemuda maju menghadapi Bayu dan Dage.

Sementara dipinggir kota, kelompok Hiken dan Akbar yang mengurusi bagian kelompok The Moon sekitar sudut kota.
"Ku harap ini tidak berlangsung lama" ucap Hiken.
"Mereka sangat kuat sepertinya" balas Akbar.
"kalian sungguh tau diri ya?, menyerahkan diri pada kami sebelum kami temukan.. Cukup bijak" ucap seorang lelaki botak bertato naga pada wajah sisi kirinya yang mengepalai puluhan pemuda didistrik tersebut.
"lihat dia galak sekali" .."mari langsung saja.." ucap Akbar..
"habisi orang-orang bodoh ini..!" arahan lelaki tersebut pada kelompoknya…

Pertempuran berlangsung dibeberapa titik dimana kelompok The Moon menempatakan kelompok pecahannya yang dikepalai oleh wakil-wakil petinggi The Moon.

Pertempuran terus berlangsung malam tersebut di 4 titik antara dua kubu, tidak diketahui oleh banyak orang tentang hal tersebut sebab ini adalah perang kalangan bawah yang bersembunyi dibalik bayangan manusia..

Disisi lain..
"apa sudah ada kabar tentang kelompok yang menyerang café kita malam itu?" tanya Kenbon salah satu pemimpin The Moon.
"sejauh ini kita hanya tau data-data mereka saja.. Tentang nama mereka saja boss" ucap bawahannya sembari memperlihatkan beberapa lembaran..
"wah, mereka juga berandalan kecil dikota ini ternyata, cukup masuk akal bisa membantai Zombie dan merusak salah satu tempat kita.." ucapnya.
"bagaimana menurutmu Shoku?" liriknya pada salah seorang yang ada diruangan pertemuan tersebut.
"Mereka mengatakan akan mengincar kita kan?" balas Shoku salah satu pemimpin The Moon.
" yaa, mereka akan datang pada kita pastinya" lanjut Busos salah satu pemimpin The Moon.
"kalau begitu kita tidak perlu repot-repot mencari mereka bukan?" balas Hoku..
"aku dan kakak pasti bisa menghajar mereka.."lanjutnya melirik pada Shoku.
"dilihat dari datanya, mereka juga penguasa dikota ini ternyata.." ucap Haoshoku ( salah satu pemimpin The Moon ).
"mereka mengepalai kelompok juga.." ucap Haki.
"sudahlah mereka bukan apa-apa bagi The Moon, kami berdua bisa menghadapi mereka juga fufufu"
"ya ini bukan masalah besar mereka pasti datang untuk menyerahkan diri, kita hanya perlu bersiap.."
Ucap Aron dan Solan.

Hasil dari perundingan The Moon, akan menunggu Hiken dkk datang untuk menghadapi mereka, sementara pertemuan berlangsung disisi lain juga pertempuran sedang terjadi.
Beberapa pemuda terlihat tergeletak dan terluka…
Pertempuran antara team dan team sepertinya telah mencapai puncak ...

Ada apa gerangan dengan pertempuran tersebut?
Ending of chapter 5 .. Xd

Tunggu Next chapter colonthree emotikon
Ah elak.. 3 chapter lagi smpe tamat colonthree emotikon ..
Capek juga ngetik colonthree emotikon ..

Thanks udh baca xd
Aniwei (?) next chapter tunda 2 bulan xd
Ane pulkam mo liburan dulu xd .. Tanpa laptop, tnpa internet xd
Menyatu dgn alam ( senin Modo ) wkwk xd

Original Story by : Pak Tua Hiken.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar